Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Pembocor Rahasia Gereja Vatikan Bantah Tuduhan Menggoda Pendeta

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2016 09:04 9:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2016 09:03
Bagikan
Paus Fransiskus, Francesca Chaouqui, Vallejo Balda.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang wanita Italia tersangka pembocor rahasia-rahasia gereja berupa dokumen milik Vatikan hari Rabu (6/4/2016) membantah bahwa dirinya pernah tidur dengan seorang pendeta, yang mengaku kepada pengadilan bahwa dia membocorkan rahasia kehidupan pribadinya kepada wanita itu di sebuah kamar hotel, ketika ibunya sedang terlelap.

Wanita itu bernama Francesca Chaouqui, 35, seorang konsultan humas berstatus menikah. Dan si pendeta, seorang monsignor Spanyol bernama Angel Lucio Vallejo Balda. Keduanya adalah terdakwa dalam kasus yang dikenal dengan di media dengan sebutan “Vatileaks II”.

Kasus itu berpusat pada penerbitan 2 buku tahun lalu, yang isinya disusun berdasarkan dokumen-dokumen milik Tahta Suci Vatikan yang dibocorkan. Kedua buku itu menceritakan bagaimana Vatikan dipenuhi skandal korupsi dan Paus Fransiskus menghadapi perlawanan keras dalam merealisasikan agenda-agendanya di dalam tubuh otoritas tertinggi Katolik Roma itu.

Vallejo Balda dalam persidangan awal mengakui bahwa dirinya membocorkan dokumen-dokumen Vatikan ke wartawan. Namun, Chaouqui yang menjadi rekannya dalam kejahatan itu hari Rabu mengatakan bahwa dirinya tidak memberikan apapun kepada pers kecuali artikel-artikel yang sudah menjadi domain publik.

Bulan lalu, kepada pengadilan Vallejo Balda mengatakan bahwa hubungannya dengan Chaouqui bagi dirinya sebagai seorang pendeta adalah memalukan, dan bahwa dia digoda oleh wanita itu di sebuah kamar hotel di Florence, Italia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akan tetapi, hari Rabu kemarin di pengadilan Chaouqui mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik dengan pendeta itu dan bahwa pria tersebut sudah mengakui “lingkup seksualnya” kepada dirinya. “Saya tidak pernah melakukan hubungan seks dengannya,” kata Chaouqui, seperti dikutip Reuters. “Saya tidak pernah bersetubuh dengannya.”

Chaouqoui mengatakan dirinya bersedia mengutarakan cerita itu menurut versinya, karena “Saya telah digambarkan seperti seorang pelacur yang mencari-cari pendeta untuk digoda.”

Chaouqui mengatakan bahwa dia memasuki kamar hotel yang ditempati bersama oleh Vallejo Balda dan ibunya pada bulan Desember 2014. Dan pendeta itu menceritakan semua perihal kehidupan pribadinya kepada dirinya ketika ibu pendeta tersebut sedang terlelap di tempat tidur.

Meskipun keduanya sekarang bersitegang perihal apa yang terjadi, Chaouqui mengatakan kepada pengadilan bahwa dirinya tidak akan pernah mengungkap semua yang didengarnya dari Vallejjo Balda, karena dia menghormati janji yang telah dibuatnya sendiri.

Chaouqui dan Vallejo Balda adalah anggota dari komisi yang dibentuk Paus Fransiskus untuk memberikan nasihat kepadanya mengenai reformasi ekonomi dan birokrasi. Komisi itu sekarang sudah tidak difungsikan.

Vallejo Balda menuding Chaouqui mengintimidasi dan memanipulasi dirinya agar mendapatkan pekerjaan permanen di Vatikan setelah tugas di komisi itu tuntas.

Tahun 2013 Vatikan membuat keputusan yang menetapkan pembocoran dokumen sebagai tindak kriminal, setelah sebelumnya terjadi kasus serupa yang dikenal di media dengan sebutan skandal “Vatileaks”.

Jurnalis Gianluigi Nuzzi dan Emiliano Fittipaldi tahun 2015 menerbitkan buku-buku berdasarkan dokumen-dokumen yang, menurut jaksa, diperoleh dari Chaouqui, Vallejo Balda dan asistennya Nicola Maio.

Kedua jurnalis itu dituduh menekan ketiga orang tersebut untuk mendapatkan dokumen-dokumen Vatikan.

Para terdakwa terancam hukuman hingga delapan tahun penjara jika dinyatakan bersalah. Persidangan akan dilanjutkan Senin mendatang, lapor Reuters.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Praktisi Media ASEAN Sepakat Bentuk Kantor Berita
Tulisan selanjutnya Pelaku Bom Brussels Pernah Bekerja di Parlemen Uni Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

Berita
8 Juni 2026 19:00
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?