Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Gadget dan Pendidikan Perilaku

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2016 17:26 5:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2016 17:26
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Alimin Mukhtar

 

Gadget, sekarang seolah sudah jadi barang wajib. Selain harga yang semakin murah dan terjangkau, merek dan spesifikasinya pun semakin variatif. Meski demikian, ada satu hal yang sama: perilaku penggunanya.

Akhir bulan lalu, sepanjang perjalanan menuju ke maupun kembali dari Tanah Suci, juga saat di Makkah dan Madinah, kami menyaksikan hal-hal yang nyaris seragam.

Di Bandara Cengkareng, Abu Dhabi, maupun Jeddah saya melihat banyak orang sibuk mencari colokan listrik untuk men-charge baterai gadget. Jika sudah ketemu, tidak sedikit yang kemudian berdiri di situ seraya seirus memandangi layar, mengetik, atau menggeser-geser sesuatu di sana. Berjam-jam mereka seperti itu, tanpa bicara sepatah kata pun dengan orang lain yang berada tepat di sebelahnya dan punya kepentingan sama. Saya lihat, sebagian mereka memang tidak saling kenal dan mungkin berbeda kewarganegaraan.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Di ruang tunggu bandara, hampir semua orang sibuk memainkan gadget mereka masing-masing. Sebagian ada yang selfie, atau minta tolong difotokan, atau menelepon seseorang. Tidak sedikit yang terlihat menyambungkan gadget mereka dengan powerbank. Jelas, dalam situasi ini, wifi menjadi kebutuhan primer. Maklum, banyak yang cuma lewat untuk transit dan tidak punya nomer seluler setempat, atau paket datanya terbatas. Kuasa bandara paham betul hal ini, sehingga akses sinyal wifi gratis dan kuat mudah didapat di setiap bandara.

Bahkan, di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, perilaku pengguna gadget juga nyaris tidak berubah. Jangan heran mendengar ringtone yang sama dengan yang biasa kita dapati di Indonesia, tapi keluar dari gadget seseorang berkulit hitam asli Afrika atau berwajah khas India. Di saat thowaf, saya sering melihat orang menggenggam smartphone yang sama dan setipe, padahal mereka jelas berbeda asal negaranya. Mereka pun selfie dengan perangkat itu, atau potret sana potret sini.

Beberapa kali saya kaget, sebab tiba-tiba terdengar ringtone yang sama persis dengan yang terpasang di handpone. Kaget, sebab handpone berdering di saat shalat berjamaah di dalam dua masjid suci. Tapi, saya kemudian sadar, itu bukan dari hape saya sebab selama di sana nomer hape saya nonaktif. Ternyata, ada orang sebelah yang punya gadget sama dengan milik saya, atau dari tipe yang tidak jauh berbeda. Raut mukanya menunjukkan dia berasal dari salah satu negara di Timur Tengah.

Saya termenung melihat fenomena ini. Seorang kawan berbisik di bandara Abu Dhabi, seraya menunjuk orang-orang dan perilaku mereka bersama gadget-nya, “Ini hebatnya revolusi perangkat komunikasi. Cukup diberi perangkatnya, semua orang di seluruh dunia tiba-tiba mengubah perilakunya. Tanpa paksaan, tanpa retorika, tanpa keributan.”

Saya kemudian berpikir, bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari revolusi gadget ini ke dalam dunia pendidikan dan dakwah? Dapatkah kita menciptakan sesuatu terobosan yang membuat peserta didik dan mad’u (obyek dakwah) sukarela mengubah perilakunya, tanpa keributan dan retorika berlebih?

Saya belum mendapati sesuatu yang seperti ini, di masa sebelumnya. Jutaan orang bisa diubah perilakunya bukan lewat hipnotis maupun tipuan. Semua dalam keadaan sadar dan tetap menjalankan aktivitasnya secara terkendali, namun “bersedia” menuruti suatu life style baru yang “memaksa” mereka berperilaku sama di seluruh dunia. Dua kata dalam tanda kutip ini mungkin juga bisa ditukar tempatnya, namun dengan fakta yang tetap sama.

Kira-kira, apa yang bisa kita lakukan untuk meniru revolusi ala gadget ini, yang memberi sumbangsih signifikan dan terobosan kreatif bagi dunia dakwah dan pendidikan? Saya sedang memikirkannya. Semoga Anda pun demikian.

Saya harap, suatu saat kita bertemu di titik yang sama, atau masing-masing kita diberi ilham berbeda namun sama-sama efektif-efisien dalam rangka memenangkan agama Allah ini. Amin.Wallahu a’lam.*  

Penulis pengasuh PP Arahmah-Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakgadgetLife StylePendidikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CIIA: Jika Siyono Orang Penting di JI, Kenapa Penanganannya Sembrono
Tulisan selanjutnya Eks Menteri Informasi Libanon Dibui 13 Tahun dalam Kasus Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?