Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Berlindung dari Pemimpin yang Kekanak-Kanakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 April 2016 05:54 5:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 April 2016 17:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

 

TADAHKANLAH  tanganmu dan berdo’alah dengan do’a sepenuh harapan kepada Allah Yang Maha Menciptakan. Mohonlah kepada-Nya perlindungan dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh. Inilah dua pemimpin yang amat buruk apabila ia menggenggam kekuasaan. Ia dapat menjadi sebab kemadharatan dan kerusakan. Mintalah dengan suara lirih seraya merendahkan diri di hadapan-Nya:

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

“Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad).

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

Inilah do’a yang kita dapati tuntunannya dalam Adabul Mufrad, yakni salah kumpulan hadis riwayat Imam Bukhari di luar kumpulan hadis shahihnya yang masyhur: Al-Jami’ Ash-Shahih atau populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Di satu sisi ia adalah do’a, di sisi lain ada pelajaran besar yang patut kita renungkan dan karena itu kita perlu berlindung darinya. Pelajaran apakah itu? Bahwa yang menjadi pemimpin bagi suatu kelompok, wilayah atau bangsa tidaklah pasti orang yang mumpuni dan memiliki kedewasaan berpikir yang sangat matang.

Sangat mungkin seseorang menjadi pemimpin bagi suatu kaum atau wilayah, padahal ia kekanak-kanakan sifatnya, tidak pula matang pikiran maupun pribadinya, meskipun usianya sudah cukup tua. Sebagaimana sangat mungkin pula seseorang yang tidak memiliki kapasitas sebagai pemimpin, bodoh pula, menjadi pemimpin suatu masyarakat. Ia tidak mampu mengambil kebijakan sendiri secara matang dan membawa maslahat, ceroboh dalam bertindak, tetapi mengelak dari tanggung-jawab atas berbagai keputusannya yang salah. Ini terjadi ketika sifat kekanak-kanakan dan kebodohan berkumpul menjadi satu pada diri seorang pemimpin. Karena itu kita memohon dijauhkan dari yang pemimpin yang seperti itu.

Tetapi tak setiap kecerobohan yang menyengsarakan lahir dari kebodohan. Terkadang ia lahir dari kezaliman pemimpin yang tak mencintai rakyatnya. Ia berhasrat besar menjadi pemimpin justru karena keinginan kuatnya berbuat zalim secara lebih luas. Dan sesungguhnya pemimpin zalim yang berpengetahuan luas jauh lebih berbahaya dibandingkan pemimpin bodoh lagi kekanak-kanakan. Lebih-lebih jika ia dikelilingi teman dekat yang buruk serta teman-teman yang merusak. Pemimpin yang baik dan jujur pun dapat tergelincir dalam kejahatan serta kesewenang-wenangan apabila dikelilingi oleh teman yang merusak. Tampak bijak, padahal sangat rusak. Kian parah lagi jika orang-orang yang buruk itu mengelilingi menemani pemimpin yang bodoh lagi kekanak-kanakan.

Sungguh sangat besar keburukan pemimpin yang zalim dan berakhlak buruk, terlebih jika ia pandai memoles dirinya sehingga tampak baik. Banyak fitnah yang dapat terjadi, banyak kerusakan yang dapat ditimbulkan dari berkuasanya pemimpin zalim. Karena itulah, kita perlu senantiasa memohon dalam berbagai kesempatan hidup kita ini, bukan hanya ketika sedang dibayang-bayangi kemungkinan hadirnya pemimpin yang zalim. Kita berdo’a dengan sungguh-sungguh kepada Allah ‘Azza wa Jalla:

اللَّهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, jangan Engkau serahkan kepemimpinan wilayah kami kepada orang yang tidak mengasihi kami.” (HR. Tirmidzi).

Inilah do’a yang perlu kita mohonkan kepada Allah Ta’ala. Do’a ini sebenarnya merupakan penutup dari selarik do’a yang panjang. Ada permohonan kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar dijauhkan dari pemimpin yang zalim. Pada saat yang sama, sepatutnya kita menelisik diri sendiri apakah ada kezaliman dalam diri kita ataukah tidak. Kita juga perlu berbenah memperbaiki diri dan orang-orang terdekat dengan kita agar mereka menjauhi perbuatan zalim. Sebab, jika kita mencermati Al-Qur’an dan hadis, maka kita dapati betapa pemimpin yang zalim itu hadir sebagai azab bagi kaum yang banyak berbuat zalim. Amru bil ma’ruf dan nahy munkar nyaris mati, meskipun pengajian masih semarak.

Allah Ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Demikianlah Kami jadikan sebagian orang zalim menjadi penguasa bagi sebagian orang zalim lainnya disebabkan dosa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 129).

Imam Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari Al-Qurthubi, seorang mufassir sekaligus ahli hadis asal Cordoba, Spanyol menerangkan bahwa ayat tersebut merupakan ancaman bagi orang-orang zalim. Apa ancamannya? Selama mereka tidak menghentikan kezalimannya, maka Allah akan tunjuk orang zalim lainnya yang akan menindas mereka.

Ada kaum yang berbuat zalim, membiarkan kezaliman, menganggap perbuatan zalim sebagai hak atau hal yang biasa, lalu Allah Ta’ala biarkan musibah menimpa mereka berupa berkuasanya orang yang lebih zalim. Begitu banyak yang berbuat zalim, tetapi akibatnya turut menimpa yang tidak melakukan kezaliman. Bagi mereka yang terkena kezaliman inilah, Allah Ta’ala bukakan pintu-pintu do’a yang lebih mustajabah.

Apa saja kezaliman yang merata itu? Banyak bentuknya. Curang dalam menakar, mengurangi timbangan, menipu dalam jual beli, mengambil hak fakir miskin serta mustahik lain dari harta zakat, serta beragam-ragam kezaliman lain yang kadang memperoleh pembenaran dengan istilah yang bagus. Dan kezaliman terbesar ialah ketika seorang pemimpin menyesatkan orang-orang yang dipimpinnya demi melanggengkan kekuasaan. Diciptakanlah kesesatan oleh dirinya sendiri atau dengan bantuan orang lain.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

“Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad dan Darimi).

Inilah hal yang meresahkan, terlebih ketika agama tampak semakin asing, meskipun pengajian kelihatan semarak. Inilah hal yang merisaukan, terlebih ketika kemungkaran dianggap sebagai hak azasi dan bahkan kemuliaan. Amat dekat perbuatan-perbuatan zalim itu dengan kehidupan sehari-hari, sehingga hadirnya pemimpin yang zalim bukanlah perkara mustahil.

Selebihnya, ada do’a yang dapat kita mohonkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla terhadap para pemimpin kita, suka atau tidak kepadanya. Jika ia seorang yang buruk, semoga ada do’a tulus yang Allah Ta’ala kabulkan sehingga ia berubah menjadi baik. Jika ia baik, semoga ia tidak dikelilingi oleh teman yang buruk maupun teman yang merusak.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

“Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb Semesta Alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb Semesta Alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, dimana pun mereka berada.”

Semoga catatan sederhan ini bermanfaat dan barakah.*

Twitter @kupinang. Facebook:

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kebobrokankekanak-kanakanpemimpinrakyat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Satukan Ormas Islam, MUI Susun Panduan Ukhuwah
Tulisan selanjutnya Melepas Zona Nyaman, Meretas “Zona Hiu”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?