Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Sistem Pesantren di Indonesia jadi Inspirasi Madrasah di Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2016 12:14 12:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2016 12:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rektor International Islamic University (IIU) Islamabad, Prof. Dr. Masoom Yasinzai  mengatakan, Indonesia memiliki contoh di mana lembaga pendidikan pesantren (di Pakistan disebut madrasah) telah lama mengintegralkan kurikulum pendidikannya antara ilmu-ilmu agama dengan social sciences, selain juga dengan keterampilan hidup bermasyarakat bahkan entrepreneurship.

“Madrasah yang berkembang di Pakistan masih terlalu tradisional dan hanya terfokus pada pengkajian ilmu-ilmu syariat (baca; agama),” sambung Dr Masoom Yasinzai dalam seminar internasional tentang “The Role of Islamic Boarding School and Madrasah in Establishing Islamic Environment to a Nation” hari Jumat (6/5/2016) yang digelar di International Islamic University (IIU) Islamabad.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selama ini masih banyak umat Islam yang baru memahami Islam sebatas aturan beribadah dan tidak sebagai faktor pendorong kemajuan peradaban, sehingga madrasah atau sebagian perguruan tinggi Islam hanya menekuni bidang ilmu-ilmu terkait ibadah dan tidak menjamah bidang muamalat.

“Padahal kandungan al-Qur’an hanya memuat 10% aspek ibadah dan 80%nya adalah muamalat,” kritik Dr Masoom Yasinzai.

Kondisi seperti ini merefleksikan potret umat Islam yang cukup tertinggal dari sisi peradaban saat ini karena menurutnya telah terjadi penggerusan pengamalan beragama umat Islam dari konsep ideal Islam yang dikandungnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dr Masoom Yasinzai berharap melalui sharing penerapan tentang sistem pendidikan pesantren atau madrasah, masyarakat Pakistan dapat menggali lebih banyak dari pengalaman Indonesia.

Kalangan akademisi dan pemerintah Indonesia diharapkan untuk lebih pro-aktif mempromosikan sistem pendidikan di pesantren Indonesia kepada masyarakat Pakistan sehingga bisa menginspirasi hadirnya kurikulum yang integratif dan sesuai dengan misi diturunkannya al-Qur’an sebagai kitab yang mendorong kemajuan di segala bidang.

Hal senada juga disampaikan oleh Dubes RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, dengan menyitir sejarah awal berdirinya pesantren Indonesia yang awalnya masih belum dimasukkan ke dalam Sistem Pendidikan Nasional.

Dubes RI menyampaikan bahwa seiring dengan perkembangan waktu, Pemerintah Indonesia telah mengakui pesantren, karena dengan kesadarannya pesantren telah melakukan evolusi kurikulum dari semata mengajarkan ilmu-ilmu agama juga mengembangkan ilmu-ilmu umum.

Selain itu menurutnya juga peran yang dimainkan oleh Pondok Pesantren dalam membangun karakter bangsa sangatlah besar. Dubes RI juga menyambut baik tawaran Rektor IIUI untuk lebih mempromosikan sistem Pesantren Indonesia di Pakistan, menggali potensi kerjasama antar madrasah, selain juga akan terus mengupayakan jalinan kerjasama pendidikan antara Perguruan-Perguruan Tinggi di kedua negara.

“Peran lembaga pendidikan termasuk pesantren/madrasah dalam memperkuat pilar kesatuan dengan memahami perbedaan sebagai suatu hal yang alamiah diperoleh melalui pendekatan-pendekatan yang inklusif,” tambah Dubes Iwan Suyudhie Amri.

Lebih jauh pakar pendidikan IIUI, Prof. Dr. Zafar Iqbal Chaudhary yang didaulat sebagai pembicara, membahas peran pondok pesantren di Indonesia dalam proses national building.

“Pendidikan Pesantren Indonesia adalah model terbaik untuk ditiru karena telah memberikan kontribusi banyak bagi kemajuan negara di segala bidang,” tegasnya.

Menurut Zafar, di Pakistan terdapat sekitar 20.000 madrasah/pesantren, namun belum seluruhnya meliliki standar yang memadai seperti yang ada pada Pesantren di Indonesia.

“Berkembangnya paham Islam moderat dan menghargai local wisdom juga muncul dari pendidikan hasil Pesantren di Indonesia,” tambah Zafar.

“Harus diakui bahwa dunia Islam harus banyak menimba pengalaman dari perkembangan positif ini,” kata Za’far menutup paparannya.

Seminar internasional ini berlangsung lancar dihadiri oleh para dosen IIUI, pejabat dan staf KBRI Islamabad, mahasiswa asing baik dari berbagai negara seperti China, Afrika, Negara-negara Arab, Pakistan, Afghanistan, Thailand, Maladewa, Tajikistan dan lain-lain.

Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo yang belajar di IIUI dengan Fakultas Social Science serta Fakultas Pendidikan Jarak Jauh IIUI.

Menurut Firman dan Ikmal, acara yang digelar dalam rangka peringatan Harlah ke-90 Pondok Modern Gontor ini, mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Salah seorang mahasiswa asal China mengaku kagum dengan perkembangan Islam di Indonesia yang tersebar melalui lembaga pondok pesantren.

Lain lagi dengan Quli Baliy, mahasiswa asal Afrika  yang terlihat aktif menyimak jalannya seminar mengungkapkan keinginannya untuk melihat langsung sistem pembelajaran di Pesantren Indonesia yang baru saja ia ketahui.

Para mahasiswa Indonesia yang hadir pun berharap kepada kalangan akademisi maupun pemerintah untuk dapat meneruskan hasil seminar dengan agenda yang lebih nyata semisal pengupayaan saling kunjung, saling sharing atau studi banding antara pimpinan-pimpinan Pesantren/Madrasah dari kedua negara. Mengingat Indonesia dan Pakistan dengan total populasi sebesar 440 juta jiwa dan mayoritasnya adalah muslim, diyakini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Islam di tengah merebaknya berbagai isu negatif yang dialamatkan kepada umat Islam seperti radikalisme, terorisme dan anti modernitas yaitu diantaranya dengan cara mengaktifkan interaksi  antar tokoh-tokoh Islam yang berada di Pesantren atau Madrasah.*/kiriman Muladi (Pakistan)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madrasahPakistanPondok Pesantrensimtem pendidikan nasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibn Rusyd dan Kemajuan Eropa
Tulisan selanjutnya Permusuhan Antar Umat Islam hanya Menghambat Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?