Hidayatullah.com—Seorang arkeolog Yunani berkeyakinan telah menemukan tempat peristirahatan terakhir filsuf terkemuka sejagad Aristoteles.
Dilansir New York Times Jumat (275/2016), dalam konfrensi mengenang hari kelahiran Aristoteles ke-2.400 tahun, arkeolog Konstantinos Sismanidis, yang sudah bekerja menggarap sebuah situs kuno selama 20 tahun di desa Stagira, mengatakan bahwa dia memiliki indikasi kuat makam filsuf besar itu terletak di sana. Stagira adalah tempat kelahiran Aristoteles.
Aristoteles, bapak logika moderen dan murid Plato paling terkenal, diyakini wafat pada 322 SM. Sejak itu pemikirannya di ajarkan di kelas-kelas di seluruh dunia. Hanya saja anehnya, tidak ada yang tahu di mana dia dikuburkan.
“Tidak ada bukti, tetapi indikasi-indikasi kuat menunjukkan hal itu,” kata Sismanidis dalam pidatonya di acara Aristotle 2400 Years World Congress di Thessaloniki, Yunani.
Menurut Sismanidis makamnya berlantai marmer, dengan bangunan yang sekelilingnya memiliki pemandangan indah. Tanggal pendirian menunjukkan bangunannya dibuat pada periode Hellenis yang dimulai pada 323 SM atau satu tahun sebelum Aristoteles meninggal dunia. Indikasi-indikasi tersebut dinilai cukup untuk membuat kesimpulan awal.
Arkeolog itu juga mengaku menemukan altar yang merujuk teks-teks kuno, serta jalan menuju makam, yang terletak sangat dekat dengan pasar di daerah pemukiman kota kuno itu.
Aristoteles diyakini wafat hanya satu tahun setelah melarikan diri ke Chalcis untuk menghindari dakwaan tindak pidana perbuatan tidak terhormat. Dalam pelariannya Aristoteles konon mengalami gangguan pencernaan (diare) dan meninggal karenanya. Sejumlah pakar meyakini dia wafat dan dikubur di Chalcis yang berjarak sekitar 482km dari Stagira.*