Hidayatullah.com–Badan bantuan Turki mendistribusikan bantuan pangan di kamp pengungsi Balukali satu dari 5 kam pengungsian di perbatasan Bangladesh-Arakan, dimana 100 ribu pengungsi Muslim Arakan tinggal.
Masjid-masjid seusai shalat Jumat di seluruh mesjid di Yozgat, Turki diadakan pengumpulan bantuan untuk umat Muslim Arakan.
Program kampanye yang termasuk dalam program pengumpulan bantuan “Jangan Tinggalkan Arakan Sendiri” yang di adakan oleh Kementrian Agama Turki dan Turkiye Diyanet Foundation ini dilaksanakan setelah ibadah shalat Jum’at di seluruh masjid di kota Yozgat,Turki.
Salah satu donatur, Fevzi taşarslan mengatakan “Di bagian manapun di seluruh dunia, umat Muslim harus saling membantu. harus berbagi penderitaan mereka. dalam hal ini seluruh warga kami siap membantu dan mendukung sesuai kemampuan kami, selesai ibadah Jumat hari ini, saya pun sudah membantu sedikit,” katanya dikutip Anadolu Agency.
Sekitar 409.000 Muslim Muslim Rohingya sekarang tiba di Bangladesh dari tanah air mereka yang didominasi Buddhis untuk menghindari kekerasan yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut “contoh buku teks tentang pembersihan etnis.”
“Angka tersebut bisa meningkat lebih dari satu juta pada akhir tahun jika masuk terus berlanjut, termasuk sekitar 600.000 anak-anak, menurut badan-badan PBB,” kata Direktur Save The Children untuk Bangladesh, Mark Pierce.
Menurut PBB, lebih dari separuh pengungsi adalah anak-anak, dan lebih dari 1.100 orang telah tiba sendiri setelah melewati jalan lumpur dan perbukitan berhari-hari.
PBB juga mengatakan bahwa kemungkinan sekitar 1,1 juta Rohingya bisa lolos dari Rakhine.
Bahaya Kelaparan
Menurut Mark Pierce, ratusan ribu Muslim Arakan di Bangladesh tidak memiliki makanan, air dan tempat tinggal. Mereka dalam keadaan kelaparan dan kelelahan.
“Saya sangat peduli dengan jumlah orang yang membutuhkan, saya khawatir kebutuhan akan makanan, tempat tinggal, air dan kebutuhan dasar tidak dapat dipenuhi. Jika keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka, dimensi rasa sakit akan memburuk dan bisa mengakibatkan kerugian.”
Baca: Erdogan Kontak Sekjen PBB, Bahas Krisis atas Muslim Rohingya
Karena itu Pierce menekankan bahwa bantuan kemanusiaan kepada Muslim Arakan di Bangladesh perlu ditingkatkan.
“Ini hanya bisa terjadi jika masyarakat internasional mengambil langkah untuk mendapatkan bantuan keuangan.” .
Dalam sebuah pernyataan yang dibuat oleh yayasan tersebut, merujuk pada sekitar 600.000 anak-anak Muslim di Arakan yang diperkirakan tiba di Bangladesh sampai akhir tahun, sebagian besar anak-anak ini “sendirian, membutuhkan pertolongan”, mereka dihadapkan dengan pelecehan dan penyelundupan.
Baca: Isteri Presiden Erdoğan Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Yayasan tersebut juga mengatakan bahwa banyak anak yang melewati Bangladesh melihat orang tua mereka terbunuh.
Sekitar 200 desa telah hancur atau tidak bisa digunakan lagi karena serangan militer nasionalis dan Budhis. Ribuan Muslim Arakan masih berusaha melarikan diri dari daerah tersebut karena keselamatan mereka. Warga sipil yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh melalui pegunungan, Sungai Naf atau laut.
Hampir 400 Muslim Arakan telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus. UNICEF telah mengumumkan bahwa lebih dari 200 anak telah meninggalkan Myanmar dan berlindung di Bangladesh.*