Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eropa Diam Bin Ladin Tewas Amerika Geram

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 5 Mei 2011 20:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rakyat Amerika Serikat bersorak-sorai demi mendengar pengumuman Presiden Barack Obama bahwa Usamah bin Ladin yang mereka tuding sebagai otak dibalik serangan 9/11 telah tewas di tangan pasukan khusus mereka.

Namun pemandangan serupa tidak tampak seronok di dataran Eropa, yang pemerintahnya juga menganggap Bin Ladin sebagai musuh mereka.

Geram melihat sejawatnya lebih banyak diam daripada ikut berpesta bersama mereka merayakan kematian Bin Ladin, para blogger Amerika Serikat menjuluki orang Eropa sebagai ‘cheese-eating surrender-monkeys’, monyet pemakan keju yang menyerah.

Di Metro online orang Eropa bahkan mendapat umpatan berupa sebutan ‘arogan, sombong, tidak punya pikiran dan tidak tahu berterimakasih’.

Pada saat terjadi serangan atas gedung World Trade Center di New York 9 September 2001 dan Amerika Serikat menetapkan Bin Ladin beserta Al-Qaidah sebagai pihak yang bertanggungjawab, masyarakat Eropa ramai-ramai mengecam serangan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media Prancis bahkan ada yang menurunkan tulisan di halaman muka dengan judul ‘We are all Americans now’, sekarang kita semua orang Amerika, untuk menunjukkan solidaritasnya.

Bahkan negara-negara Eropa kemudian terkena gejala islamofobia yang ditularkan Amerika Serikat pasca-9/11. Mereka berbondong-bondong membasmi simbol-simbol yang berhubungan dengan Islam, mulai dari makanan halal sampai masalah burqa dan menara masjid. Semua yang berbau Islam dan Arab dikaitkan dengan ektrimisme dan terorisme.

Sekarang, saat Presiden Amerika Barack Obama telah mengumumkan bahwa Usamah bin Ladin — musuh bersama mereka — telah mati, publik Eropa cenderung diam.

Media massa Eropa memang menjadikannya kepala berita dalam beberapa hari ini. Namun bukannya bersorak, nuansanya justru lebih banyak yang mempertanyakan operasi militer pembunuhan Bin Ladin. Masyarakat dan media Eropa cenderung mengkritisi apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa itu.

Spiegel misalnya, banyak menurunkan laporan dan tulisan analisis yang mempertanyakan legalitas pembunuhan Bin Ladin, apakah benar Bin Ladin yang dibunuh, bagaimana sebenarnya kronologis pembunuhan Bin Ladin, apa urusan AS di Pakistan dan seterusnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel bahkan menuai kritik atas komentarnya yang menyatakan, “Saya senang pembunuhan Bin Ladin berhasil.”

Menurut Hall Gardner, profesor politik internasional di Universitas Amerika di Paris, sebagaimana dilansir Daily Mail (05/5), kunci perbedaannya bukan pada sama-sama merasa antipati kepada Bin Ladin, melainkan seperti apa perbedaan masa depan nantinya jika dilihat dari Times Square (AS) atau Champs-Elysees (Prancis-Eropa).

“Prancis tidak yakin bahwa kematian Bin ladin akan … mengarah pada akhir dari perang global melawan terorisme,” kata Gardner.

Warga Amerika yang bekerja di Roma sebagai jurnalis lepas Bernhard Warner menceritakan perbedaan reaksi orang Amerika dengan orang Eropa atas kematian Bin Ladin.

“Saya punya keluarga dan teman di kampung halaman yang dipenuhi euforia (kegembiraan). Dan saya punya keluarga dan teman di eropa yang tidak mengerti euforia itu,”

“Bagi orang Eropa itu sangat ganjil … ada semacam perasaan terjekut,” cerita Warner.

Warga Amerika lainnya Daniel Leraul yang bekerja di Spanyol untuk sebuah organisasi non-pemerintah mengatakan, “Teman-teman Eropa saya …  sangat sinis soal itu. Mereka tidak setuju dengan pernyataan Obama bahwa keadilan telah ditegakkan.” *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KISPA Dukung Rekonsiliasi Hamas – Fatah
Tulisan selanjutnya Uskup Agung Canterbury Tidak Nyaman dengan Pembunuhan Bin Laden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?