Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Bahrain Tutup Paksa Kelompok Oposisi Syiah Terbesar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Juni 2016 08:40 8:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Juni 2016 08:40
Bagikan
Demonstran pendukung al Wefaq
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari  Selasa, pemerintah Bahrain secara resin menutup partai politik Syiah terbesar al- Wefaq di negara itu dan membekukan aset-aset mereka sebagai bentuk meningkatnya tindakan keras pada aktivis setelah lima tahun lebih dimulainya pemberontakan pro-demokrasi.

Bahrain News Agency milik pemerintah dikutip thestar.com Sabtu (18/06/2016)  mempublikasikan pernyataan dari Kementrian Keadilan dan Hubungan Islam mengatakan bahwa pengadilan harus mengeluarkan perintah penutupan al-Wefaq untuk “menjaga keamanan kerajaan itu.”

Oposisi  al-Wefaq pernah ditutup sebelumnya, saat monarki Bahrain diguncang oleh pemberontakan yang bermula di Kota Manama pada 14 Februari 2011. Partai tersebut mendesak untuk dilakukannya transisi menjadi demokrasi dan meminta diakhirinya kepemimpinan Raja Hamad bin Isa al-Khalifa.

Al Wefaq Boikot Pemilu Bahrain

Meskipun bersikeras bahwa mereka telah bereformasi, monarki memerintahkan untuk melakukan tindakan keras pada hari-hari ini baik dengan menangkap aktivis hak asasi manusia ataupun membuang ke pengasingan.

Nabeel Rahab, pendiri Pusat Hak Asasi Manusia Bahrain, ditangkap pada Senin dan dipenjara karena alasan yang tidak dikemukakan. Zainab al-Khawaja, yang baru-baru ini dibebaskan dari penjara, telah pergi meninggalkan negara itu setelah klaim bahwa dia diancam akan dipenjarakan lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengacara Al Wefaq, Abdulla al-Shamlawi mengatakan pada Associated Press (AP) bahwa dia mendapat surat dari pengadilan pada Selasa, seraya menambahkan sidang kesaksian dilakukan sangat cepat sehingga dia tidak punya waktu untuk mempersiapkan pertahanan.

Dia mengatakan bahwa dokumen pengadilan berisi dakwaan bahwa Wefaq telah mengancam keamanan Bahrain sejak mereka didirikan pada 2001 dan juga ikut serta dalam demontrasi massal pada 2011.

Ratusan ribu penduduk Bahrain berkumpul pada Februari 2011 untuk meminta dilakukan reformasi demokratis dari keluarga kerajaan Khalifa. Otoritas Bahrain – yang didukung oleh sekutu Teluk – merespon demonstrasi dengan tindakan keras, menyerang   dan banyak dari aktivis dan orang yang tidak sepakat dengan pemerintah ditangkap.

“Bahrain sedang melakukan kekerasan pada masyarakat sipil mereka,” Sayed Alwadaei, direktur advokasi Institut Hak dan Pengembangan Bahrain yang berbasis di London, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Berkomentar tentang tindakan keras Bahrain tersebut di PBB pada Senin, Zeid Ra’ad al-Hussein, Komisioner Tinggi untuk Hak Asasi Manusia PBB, mengatakan setidaknya 250 orang telah kehilangan kewarganegaraan mereka di Bahrain ” karena mereka diduga tidak setia pada kepentingan kerajaan”.

“Penindasan tidak akan menghilangkan keluhan rakyat; hal itu akan membuatnya bertambah,” kata dia.

Bahrain menolak kritik terhadap sikap keras mereka. Di Twitter Menteri Luar Negeri Khalid al-Khalifa menulis: “Kami tidak akan membiarkan runtuhnya keamanan dan stabilitas kami serta tidak akan membuang waktu kami mendengarkan perkataan seorang komisioner tinggi yang tidak mempunyai kekuatan.”

Sementara itu, milisi Syiah Hizbullah hari Kamis (16/06/2016) meradang dan mengeluarkan statemen yang menyatakan, aksi penumpasan terbaru pejabat Bahrain dan pembubaran organisasi politik al-Tauiyah dan al-Risalah al-Islamiyah dinilai terkutuk.

Sebelum ini, Bahrain telah mengumumkan penangkapan sebuah sel teror yang dituduh bekerja untuk Iran dan milisi Syiah Hizbullah yang merencanakan untuk menyerang negara Teluk kecil itu.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al wefaqbahrainHizbullahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Ketua MPR Desak Kemendagri Transparan ke Publik Soal Pembatalan Perda
Tulisan selanjutnya Zionis Israel Tembaki Para Nelayan dan Petani di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?