Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kisah Sungai Nil dan Karamah Umar bin Khattab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2016 11:39 11:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2016 11:39
Bagikan
Sungai NIl
Bagikan

UMAR bin Khattab merupakan salah satu sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar Ra. Peranan Umar bin Khattab dalam sejarah Islam masa permulaan merupakan yang paling menonjol karena perluasan wilayahnya.

Futuhat (misi perluasan wilayah Islam) besar-besaran pada masa pemerintahan Umar menjadi fakta yang diakui oleh para sejarawan. Bahkan ada yang mengatakan, jika tidak karena penaklukan penaklukan yang dilakukan oleh Umar, Islam belum tentu bisa berkembang seperti sekarang ini.

Khalifah yang kedua ini telah berhasil melebarkan sayap Islam ke beberapa negara, seperti Syiria, Yerussalem/Baitul Maqdis, Persia (Iran) dan Mesir yang saat itu dikuasai Romawi.

Menjadi khalifah selama kurang lebih 9 tahun ada kisah-kisah yang tidak hanya sebatas penaklukan dan kebijakan-kebijakannya. Namun ada yang Allah berikan secara khusus kepada Umar bin Khattab sebagaimana terdapat dalam kitab Tarikh Khulafa Imam As-Suyuthi Rahimahullah Ta’ala. Membuat pasal khusus tentang karamah-karamah Umar bin Khattab.

Abu Syaikh berkata dalam kitab Al-Azhamah: Tatkala Mesir dibuka oleh oleh kaum Muslimin yang dipimpin oleh Amr bin Al-Ash.Ssuatu ketika penduduk Mesir datang menemui Amr bin Ash pada saat sudah masuk salah satu bulan yang dianggap sakral oleh penduduk setempat.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Orang-orang Mesir itu berkata, “Wahai Gubernur, sesungguhnya Nil ini memiliki kebiasaan dimana dia tidak akan mengalir kecuali dengan tradisi tersebut!

Amr bin Al-Ash berkata: “tradisi apakah itu?”

“jika masuk tanggal sebelas bulan ini, kami akan mencari seorang perawan ke rumah orang tua mereka. Lalu kami  minta kedua orang tuanya untuk memberikan perawan itu kepada kami dengan suka rela. Kami hiasi perawan itu dengan baju dan hiasan yang paling indah, kemudian kami lemparkan dia ke sungai Nil ini,” jawab penduduk.

Ini tidak mungkin dilakukan dalam Islam. Karena sesungguhnya Islam mengahpus tradisi lama,” kata Amr bin Al-Ash.

Lalu mereka mengikuti apa yang dikatakan oleh Amr bin Al-Ash. Ternyta sungai Nil itu kering dan tidak mengalirkan air sedikit pun. Hingga kebanyakan penduduk berencana untuk melakukan hijrah.

Tatakala melihat kondisi yang demikian, Amr bin Al-Ash menulis surat kepada Umar bin Khattab yang berada di Madinah. Dalam surat itu dia menerangkan bahwa mereka ditimpa musibah akibat apa yang saya katakan. Dan sesungguhnya saya  mengatakan kepada mereka bahwa Islam telah menghapus tradisi masa lalu.

Umar menulis kepada Amr bin Al-Ash yang di dalamnya ada nota kecil. Dalam surat itu Umar menulis: sesungguhnya saya telah mengirim kepadamu dalam suratku satu nota kecil maka lemparlah nota kecil itu ke Sungai Nil.

Tatkala surat Umar sampai di tangan Amr bin Al-Ash, dia mengambil nota kecil itu dan membukanya. Ternyata di dalamnya berisis tulisan sebagai berikut.

Dari hamba Allah, Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Amma Ba’du.

Jika kau (sungai Nil) mengalir karena dirimu maka janganlah engkau mengalir. Namun jika yang mengalirkanmu adalah Allah, maka mintalah kepada Allah yang maha kuasa untuk mengalirkanmu kembali.

Amr bi Al Ash kemudian melemparkan nota kecil itu ke Sungai Nil. Allah Subhanahu Wata’ala akhirnya mengalirkan air Sungai Nil dengan kadar enam belas dzira’ dalam satu malam. Dengan terjadinya peristiwa itu, Allah telah menghancurkan tradisi jahiliyah dari penduduk Mesir hingga sekarang.  Allahu A’lam.*/ Mohammad Ramli

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MesirSungai NilUmar Bin Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan Mengontak Abbas Terkait Kesepakatan Normalisasi Hubungan Turki-Israel
Tulisan selanjutnya Empat Hal Penting Menjelang Babak Finish Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?