Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Purity Ball, Tradisi Menjaga Kesucian Wanita dalam Kristen

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juli 2016 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juli 2016 14:20
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Gerakan Kristen konservatif Amerika Serikat (AS) sering kali memediasi berbagai perayaan khusus untuk para gadis-gadis remaja berumur 12-13 tahun yang ingin berkomitment di depan orang tua mereka untuk mempertahankan keperawanan dan tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Prinsip menjaga keperawanan dan keperjakaan sebelum menikah ini mereka sebut dengan istilah purity ball.

Prinsip purity ball sebenarnya sudah dikenal lama dalam dalam budaya Amerika Konservatif, bahkan aktivitas gerakan ini sudah tersebar di 48 negara bagian Amerika, dimana para gadis diharuskan berdisiplin untuk menjalani “hidup suci demi Tuhan”, sesuai ajaran Kristen.

Perayaan purity ball mirip dengan acara pernikahan, dimana para gadis remaja muda yang masih perawan itu menggunakan busana berwarna putih persis seperti busana pengantin cilik, kemudian gadis-gadis cilik ini berdiri dihadapan ayah mereka yang juga menggunakan busana klasik yang mirip dengan busana pengantin.

Begitu juga dengan para pemuda-pemuda cilik juga melakukan hal yang sama dihadapan ibu-ibu mereka, dan selanjutnya mereka semua berjanji akan menjaga keperawanan dan keperjakaan mereka sebelum menikah.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Selain itu, pada upacara tradisi purity ball ini juga dilaksanakan acara makan malam, selanjutnya ucapan-ucapan selamat dari keluarga dan teman-teman terdekat, dan juga acara  berbagi kado sebagai hadiah untuk para gadis-gadis dan pemuda-pemuda cilik yang akan menjaga kesucian diri mereka dari hubungan-hubungan terlarang di luar nikah.

Sebuah markas Kristen  di Illinois yang sering melaksanakan acara-acara perayaan model ini senantiasa mendorong para gadis-gadis cilik –lewat situs-situs elektronik– agar para gadis-gadis senantiasa disiplin menjaga kesucian moral dan tidak ikut terpengaruh oleh tekanan berbagai budaya yang ingin menghancurkan kesucian ini, karena hubungan intim yang hanya dilakukan di dalam frame pernikahan dapat menjaga kelanggengan cinta dan saling percaya.

Berbeda dengan mereka-mereka yang sudah terlebih dahulu kekcolongan alias sudah tak mampu menjaga keperawawannya sebelum menikah yang pasti akan terus menjadi pihak yang akan terus dicurigai dan tidak dapat dipercaya.

Seorang protograger Swedia, David Magnuson berhasil mengabadikan satu album photo moment perayaan komitmen  menjaga keperawananan ini dari berbagai perjalanan yang dilakukannya.

Dalam penilainnya terhadap momen-momen ini, mengatakan, “Pada awalnya saya membayangkan bahwa acara-acara ini memberi arti bahwa para orang tua Amerika takut pada sesuatu yang membahayakan anak-anak perempuan mereka atau khawatir terhadap kehormatan anak-anak gadis mereka. Tapi saya sekarang mengerti, bahwa para ayah itu tidak berbeda dengan ayah-ayah lainnya, mereka juga menginginkan agar para putra mereka juga dapat menjaga keperjakaan mereka layaknya para gadis dalam menjaga keperawanannya. Bahkan, para gadis-gadis itu sendiri yang terkadang berinisiatif untuk mengadakan acara-acara seperti ini, dan terkadang para orang tua itu malah tidak tau apa-apa dengan acara-acara komitment menjaga keperawanan ini sebelum putri-putri mereka menyampaikan undangan untuk hadir,” ujar David seperti dilansir  The Independent.

Realitas purity ball sebenarnya bukanlah baru dalam agama kristen, sejak 14 abad dahulu al-Quran sudah menyunggung hal ini. Dan ketika realita ini kembali mencuat pada zaman moderen, mungkin Yang Maha Kuasa ingin menunjukkan kepada kita kebenaran Al-Quran yang pernah menyatakan adanya sekelompok gadis-gadis Kristen dan Yahudi (atau yang biasanya disebut sebagai gadis-gadis Ahlul Kitab), yang disiplin menjaga kehormatan dan kesucian dirinya, yang tetap disiplin dan berkomitmen untuk tidak pacaran dan tidak berkasih-mesra sebelum waktunya, dan wanita-wanita Kristen ‘sholehah’ seperti  inilah yang masih dibolehkan bagi pemuda-pemuda Muslim untuk mempersuntingnya.

Dalam kehidupan sosial umat Islam, tradisi menjaga keperawanan sebelum menikah seolah menjadi standar keluarga muslim sejak 14 abad yang lalu. Hukum pidananya juga sudah disiapkan bagi para pelanggar jika ketahuan.

Sayangnya,  remaja-remaja muslim sendiri seperti tenggelam dalam pacaran yang terlarang itu, sehingga banyak tak mampu menjaga sebelum waktunya.*/Syafruddin Ramly

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatkeperawanankristenpacaranpurity ball
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palestina Ini Temukan Insole Sepatu Cerdas
Tulisan selanjutnya Faktor-Faktor Dibalik Kegagalan Kudeta terhadap Erdogan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?