Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Tahan 6000 Orang Terduga Pendukung Upaya Kudeta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juli 2016 08:12 8:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juli 2016 08:02
Bagikan
Jendral Akin Ozturk, salah satu komandan yang ikut dituduh berkhianat dikabarkan sempat berdinas di Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv, Israel
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Turki terus memperluas operasi ‘pembersihan’ dengan memburu tersangka yang mendukung upaya kudeta. Hingga kini lebih 6000 orang meliputi  perwira senior angkatan bersenjata, hakim, jaksa,  bahkan seorang penasehat militer Erdogan.

Di saat yang sama, para pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan berkumpul di kediamannya di Kota Istanbul ingin agar pemerintah memberlakukan hukuman mati kepada pelaku usaha kudeta yang terlibat.

“Kita tidak bisa mengesampingkan kemauan orang banyak ini. Ini demokrasi, apa yang rakyat inginkan itu harus dilaksanakan,” kata Erdogan dalam pidatonya di majelis rakyat itu. Dia mengatakan, kelompok pemberontak sudah melakukan ‘kehancuran’ di tubuh militer dan dikhawatirkan ‘virus’ itu akan berkelanjutan tersebar dalam lembaga bersangkutan.

Erdoga meminta para pendukungnya tetap berada di jalanan hingga hari Jumat ini atau selambat-lambatya malam Sabtu untuk menunjukkan kesatuan mereka menentang upaya meruntuhkan pemerintah. Gambar di media sosial menunjukkan tentara yang ditangkap dengan setengahnya hanya berpakaian dalam, diborgol dan diperintahkan berbaring sama warga di atas lantai di sebuah gedung olahraga di Ankara..

Sampai hari ini, pemerintah Turki telah menangkap sedikitnya 6000 orang terduga ikut usaha kudeta yang berlangsung Jumat malam lalu, demikian disampaikan Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag pada Ahad (17/07/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya, pemerintah Turki telah mengungkap penangkapan sekira 3.000 personel militer. Seorang jaksa senior juga memerintahkan penangkapan 2.750 hakim yang dituduh memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah yang diduga berada di balik kudeta.

“Proses hukum akan terus berlanjut. Ini akan menjadi kasus paling besar dalam sejarah Turki,” kata Bozdag kepada stasiun televisi TRT yang dikelola pemerintah.

Dilansir dari laman RT  hari Ahad, (17/07/2016), saat diinterogasi, para tentara itu mengaku mengira sedang melakukan latihan militer. Mereka baru sadar apa yang terjadi saat dihadang masyarakat yang menolak kudeta.

“Saat orang mulai naik ke atas tank, kami baru mulai memahami semuanya,” ujar seorang tentara, dikutip dari media Turki, Hurriyet.

Presiden Recep Tayyip Erdogan dikutip Anadolu Agency meminta Amerita Serikat (AS) mengekstradisi Fetullah Gulen ke Turki dengan tuduhan pengikut Fetullah Gulen yang berbasis di Amerika Serikat (AS) disebut mendalangi upaya pengambilalihan melalui sejumlah pendukung di Turki seperti aparat militer, polisi dan pengadilan.

“Melindungi (Gulen) hanya akan melemahkan posisi dan merusak reputasi Amerika. Saya kira AS tidak akan mendukung seseorang yang melakukan tindakan melawan pemerintah Turki ini,” tuturnya.

Tuduhan ini disangkal Gulen dalam pernyataannya yang melalui e-mail kepada The New York Times pada Sabtu lalu.

“Saya mengutuk sekeras-kerasnya percobaan kudeta di Turki.

“Saya berdoa kepada Allah untuk Turki serta rakyatnya agar situasi ini dapat diselesaikan dengan cepat dan aman,” katanya.

Sementara itu, satu dari enam komandan yang ditangkap atas dugaan terlibat dalam kudeta militer dilaporkan sempat berdinas sebagai atase militer Turki di Israel.

Jendral Akin Ozturk, salah satu komandan yang ikut dituduh berkhianat, dikabarkan sempat berdinas di Kedutaan Besar Turki di Tel Aviv, Israel dari mulai 1998 hingga 2000. Dilaporkan pria berusia 64 tahun tersebut usai bekerja sebagai atase militer, ia diangkat menjadi komandan Angkatan Udara (AU) Turki, demikian kutip laman berita Israel Haaretz.com, Senin (18/07/2016) mengutip pejabat Turki.

Jendral Ozturk dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya (sebagai komandan AU)  pada 2015, tapi ia tetap berdinas di dalam Dewan Agung Militer Turki.

Kejaksaan Turki telah mengumumkan Jendral Ozturk bersama lima rekannya akan dijatuhi dakwaan melakukan pengkhianatan. Sementara itu, Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim menuturkan  para otak kudeta tersebut tidak akan dijatuhi hukuman mati sebab hukuman mati dilarang oleh konstitusi Turki.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdogankudetaKudeta TurkimiliterRecep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wahdah Islamiyah Wisuda 180 Hafidz Qur’an
Tulisan selanjutnya WNA China Paling Banyak Dideportasi dari NTB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?