Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Al-Azhar, Sunni dan Syiah

Thoriq
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2016 23:35 11:35 pm
Thoriq
Dipublikasikan 7 Agustus 2016 06:00
Bagikan
Dokumentasi Mantan Presiden Iran Ahmadinejad saat bertemu ulama Al Azhar, di mana Al Azar melarang Syiah mengembangkan diri di negeri Sunni
Bagikan

Lanjutan artikel KEDUA

 

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala melalui perjuangan Shalahuddin al-Ayubi, penduduk Mesir kembali Sunni dalam aqidah, fiqih, dan tashawufnya. Demikian pula al-Azhar, pengajarannya mengacu kepada Asy’ariah dalam aqidah, fiqih mazhab, serta akhlak tashawuf. Identitas Sunni ini tetap dilestarikan hingga kini.

Sebagai institusi keislaman, al-Azhar juga bertanggung jawab atas penjagaan aqidah Islam dari pemahaman yang melenceng. Para ulama al-Azhar dari waktu ke waktu terus berusaha melindungi umat dari pemahaman dan firqah yang tidak sesuai dengan Ahlu Sunnah wal-Jama’ah. Tak heran, para ulamanya terus berupaya untuk meluruskan pemahaman-pemahaman yang salah, termasuk terhadap ajaran Syiah.

Hal ini telah dilakukan oleh Syaikh al-Azhar, Jad al-Haq. Dalam Bayan li an-Nas min al-Azhar asy-Syarif dijelaskan tentang kelompok-kelompok Syiah serta ajaran-ajarannya yang menyimpang.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Syeikh Ahmad Thayyib, Al-Azhar, dan Syiah

Sedangkan Syaikh Hasanain Makhluf selaku mufti dalam fatwanya yang diterbitkan Dar al-Ifta al-Mishriyah membagi kelompok-kelompok Syiah. Secara umum ada tiga kelompok, yaitu:

Pertama, ghulat Syiah (Syiah ekstrim). Kelompok ini menyematkan sifat uluhiyah kepada Sahabat Ali RA sehingga dinyatakan keluar dari Islam.

Kedua, Syiah Zaidiyah. Kelompok ini yang mengambil masalah fiqih mayoritas dari mazhab yang paling dekat dengan Sunnah.

Ketiga, Syiah Imamiyah. Kelompok ini mengklaim bahwa Rasulullah SAW bersabda mengenai kekhalifahan Sahabat Ali RA setelah beliau. Dengan demikian, mereka mencela para Sahabat. Syiah Imamiyah juga memiliki ajaran menyimpang lainnya seperti keyakinan ma’shum atas diri orang selain para nabi, pembatasan imamah hanya untuk Ahlul-Bait, mensucikan tanah Karbala, dan menjadikan hari Asyura sebagai hari berduka. (Fatwa Dar al-Ifta al-Mishriyah no 679, Dzulhijjah, th 1367)

Di kesempatan lain, Syaikh Hasanain Makhluf juga berfatwa tentang Syiah Ismailiyah yang merupakan sekte di luar Islam, karena menghalalkan hal-hal yang telah dilarang Islam. (al-Fatawa asy-Syar’iyah wa al-Buhuts al-Islamiyah, hal 72-74)

Pendekatan Antar-Mazhab

Pada tahun 1948, Syaikh al-Azhar Mahmud Syalthut menggagas Taqrib al-Mazahib (pendekatan antar-mazhab). Sejatinya ini bukanlah untuk melegalkan penyebaran ajaran Syiah di wilayah-wilayah Sunni, juga bukan berarti berdiam diri dengan penyimpangannya. Dalam situs Dzakirah al-Azhar, yang merupakan situs resmi mengenai sejarah dan dokumentasi al-Azhar, dijelaskan tentang tujuan taqrib sebagai berikut:

“Dan hendaklah seruan taqrib antar-mazhab tidak untuk menjadikan umat Islam dalam satu mazhab, maka tetaplah penganut Syiah sebagai Syi’i dan penganut Sunni sebagai Sunni, dan mengarahkan seluruhnya kepada prinsip saling menghormati pendapat yang didukung oleh dalil.”

Yang perlu digarisbawahi di sini adalah pernyataan,”…mengarahkan seluruhnya kepada prinsip saling menghormati pendapat yang didukung oleh dalil.” Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Mahmud Syalthut ketika memberi pengantar pada buku al-Islam bila Mazhab karya Musthafa asy-Syak’ah. Ketika berbicara mengenai taqrib, Mahmud Syalthut menyatakan bahwa sejatinya al-Qur`an dan Sunnah Shahihah merupakan sumber dari aqidah, sedangkan penyimpangan terjadi karena kebodohan. Maka ketika ilmu menyebar maka hilanglah ashabiyah dan penyimpangan. (al-Islam bila Mazhab, hal 26)

Dengan adanya taqrib, kritik-kritik terhadap ajaran Syiah yang tidak sejalan dengan dalil serta prinsip penghormatan terhadap Sunni justru dilakukan terutama oleh para ulama penggerak taqrib.

Syaikh al-Azhar Abdul Majid Salim, yang merupakan anggota dalam majelis Taqrib al-Mazahib sejak sebelum diangkat menjadi Syaikh al-Azhar dan setelahnya, dalam fatwanya melarang seorang Muslimah menikah dengan penganut ajaran Druze. Ini adalah salah satu sekte Syiah yang telah keluar dari Islam. (Fatwa Dar al-Ifta, no 82, 8 Ramadhan 1303 H)

Baca: Sikap Al-Azhar Mesir tentang ‘Taqrib’ Sunni-Syiah

Syaikh Muhammad Abu Zuhrah yang juga anggota majelis Taqrib al-Mazahib juga mengkritik ajaran-ajaran Syiah dalam karyanya yang berjudul Imam Ja’far ash-Shadiq. Buku yang berisi tentang biografi salah satu ulama mujtahid ini ditanggapi oleh seorang tokoh Syiah dari Lebanon.

Mufti Mesir, Syaikh Jad al-Haq, yang memiliki lembaga khusus mengenai taqrib di kantornya, juga menjelaskan tentang kelompok-kelompok Syiah serta ajaran-ajarannya yang menyimpang. Hal ini antara lain bisa dibaca dalam karyanya yang berjudul Bayan li an-Nas min al-Azhar asy-Syarif.

Dalam tataran praktik, al-Azhar menolak upaya penyebaran Syiah di Mesir. Sebagaimana pada 3 Desember 2006, Majma al-Buhuts al-Islamiyah al-Azhar mengeluarkan larangan penyebaran beberapa buku Syiah. Di antaranya buku berjudul Malhamah al-Husainiyah karya Murtadha al-Muthahari, juga majalah Ahlul-Bait. Hal itu dilakukan dalam rangka menjaga aqidah Islam.* [Suara Hidayatullah]

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AzharDaulah Fatimiyahghadir khumMesirShalahuddin al Ayyubisyalahuddin al ayyubisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandiaga Uno: Pemimpin Jangan Arogan, Belajar dari Semua Orang
Tulisan selanjutnya Syiar Baliho Syar’i

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?