Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesty Internansional: 18 Ribu Orang Tewas di Penjara Suriah Akibat Siksaan Keji

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2016 10:36 10:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2016 10:36
Bagikan
Foto Korban penyisaan di Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com-Organisasi hak asasi manusia Amnesti Internasional  hari Kamis (18/08/2016) menguak fakta mengejutkan. Dimana nyaris 18.000 orang dilaporkan meninggal dunia di penjara-penjara kejam di Suriah sepanjang 2011-2015.

Menurut laporan itu, kepada para tahanan baru diberlakukan ‘pemeriksaan keamanan’ yang sering berupa kekerasan seksual oleh sipir lelaki terhadap tahanan perempuan, demikian kutip BBC hari Kamis.

Laporan terbaru  didasarkan wawancara dengan 65 ‘korban penyiksaan,’ memaparkan rincian kasus pemerkosaan dan pemukulan sistematis oleh sipir penjara.

Para mantan tahanan berkisah tentang peristiwa yang disebut sebagai ‘pesta penyambutan,’ yaitu berupa ritual pemukulan menggunakan tongkat logam dan kabel listrik.

Dalam laporan terbaru yang dirilis  dengan judul “It breaks the human: Torture, disease, and death in Syria’s prisons” memperkirakan bahwa 17.723 orang meninggal dalam tahanan di Suriah antara Maret 2011, ketika pemberontakan terhadap Rezim Bashar Assad mulai meletus, hingga Desember 2015. Ini tingkat kematian yang setara dengan sekitar 10 orang setiap hari atau lebih dari 300 sebulan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Horor Penjara Rezim Assad: Wawancara Sahabat Suriah dengan Bekas Tawanan

Pemerintah Suriah telah berulang kali membantah tuduhan-tuduhan seperti itu.

Menurut laporan itu, petugas penjara juga memberlakukan ‘pemeriksaan keamanan’ bagi para tahanan baru yang seringkali berupa kekerasan seksual oleh sipir lelaki terhadap tahanan perempuan.

“Mereka memperlakukan kami tak ubahnya binatang. Mereka ingin memperlakukan orang sekejam mungkin,” kata Samer, seorang pengacara dari Hama, salah satu yang diwawancarai kepada BBC.

“Saya melihat darah di mana-mana, sudah seperti sungai…. Saya tidak pernah membayangkan manusia akan mencapai tingkat serendah itu.”

Narapidana lain, Ziad (bukan nama sebenarnya), menggambarkan bagaimana tujuh orang tewas dalam satu hari menyusul rusaknya ventilasi di rumah tahanan badan intelijen.

“Mereka kemudian menendangi kami untuk melihat siapa yang masih hidup dan siapa yang sudah mati,” kata Ziad.

“Selama beberapa dekade, tentara pemerintah Suriah menggunakan penyiksaan sebagai alat untuk menghancurkan lawan-lawan mereka,” kata Philip Luther, Direktur Amnesty Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Sekarang, hal-hal itu dilakukan sebagai bagian dari serangan sistematis dan meluas terhadap siapa saja warga yang dicurigai menentang pemerintah, dan ini bisa digolongkan dalam kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Menurut catatan PBB, akibat perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung hampir lima tahun, lebih dari 250.000 orang tewas dan lebih dari 11 juta orang mengungsi.

The Syrian Network for Human Rights Documentation (Pusat Dokumentasi Hak Asasi Suriah), pernah merilis pasukan dan preman rezim Suriah telah menahan sedikitnya 194 ribu orang warga Suriah, termasuk sekitar 9000 remaja di bawah 18 tahun. Sebanyak 4500 tahanan adalah kaum wanita, termasuk 1200 mahasiswi.

Angka ini menyangkut awal revolusi Suriah pada Maret 2011 sampai penghujung 2013.

Semua angka mengerikan ini masih termasuk pula enforced disappearances (penculikan dan pelenyapan) sekitar 60 ribu orang warga. Termasuk dari mereka yang ‘hilang’ ini adalah 34 anak, 17 wanita dan 23 orang berusia lebih dari 60 tahun.

Di Suriah ada sekitar 72 pusat penahanan tapi ada 4 tempat yang dikenal paling brutal: Badan Intelijen Angkatan Udara dan Umum, Badan Intelijen Polkam, Penjara Sadnaya dan Penjara Mazzeh di Damascus.

Tidak ada organisasi kemanusiaan mana pun baik dari dalam mau pun dari luar Suriah bisa memasuki penjara-penjara itu.

55 Foto Ungkap Kejahatan Bashar yang Disembunyikan

Pusat Dokumentasi sebagaimana pernah dikutip laman Sahabatsuriah.com, ada 8 metode penyiksaan yang paling sering dipakai Rezim Bashar.

  1. Al-Shabih. Tangan tawanan diikat di punggung, lalu disangkutkan ke langit-langit ke penjara sementara dia berdiri di atas kursi, kemudian kursi ditendang sehingga tawanan tergantung.
  2. Dulab (ban mobil). Kedua tangan dan kedua kaki tawanan diikat menjadi satu sehingga meringkuk seperti ban mobil, lalu seluruh tubuhnya dipukuli.
  3. Basat al-riih (permadani terbang). Tawanan ditelentangkan dan diikat di atas dua bilah papan yang bisa ditarik dan diulur sehingga menyebabkan rasa sakit luar biasa di tulang punggung, sementara pada saat yang bersamaan dipukuli.
  4. Al-Salib (penyaliban). Tawanan disalib lalu ditendangi di bagian kelaminnya.
  5. Al-Talek (Balanco). Tawanan digantung dengan kedua lengannya diikat di punggung, lalu dipukuli dengan kayu dan kawat.
  6. Al-Tahtam (penghancuran). Kepala tawanan diletakkan di antara tembok penjara dan pintu, lalu pintu dibantingkan ke kepalanya.
  7. Al-Kursi al-Kahruba (kursi listrik). Tawanan didudukkan di kursi logam yang dialiri setrum.
  8. Al-Kursi al-Almani (kursi Jerman).’ Tawanan didudukkan di sebuah kursi logam yang bisa menutup dan menghempas sedemikian rupa untuk mencekik leher dan tulang belakang tawanan.*
Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amnesty internasionalbashar al assadPenyiksaan tahananRevolusi Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kepergian Abu Saad Masih Sisakan Kesedihan Aktivis Islam
Tulisan selanjutnya Memberi Salah Tak Memberi Salah, Perdana Menteri Australia Dikritik karena Bersedekah A$5

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?