Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Filipina Tantang PBB Menghitung Jumlah Korban Tak Berdosa Akibat Narkoba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2016 19:29 7:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Agustus 2016 19:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah organisasi itu menyeru agar dia mengakhiri pembunuhan terhadap para tersangka dalam peperangannya melawan narkoba. Duterte mengatakan dia mungkin akan menarik keanggotaan negaranya dari PBB dan mengajak China serta negara-negara lain untuk membentuk organisasi baru.

Dua pakar PBB pekan lalu mendesak Filipina untuk menghentikan pembunuhan dan eksekusi ekstra-yudisial yang angkanya melonjak sejak Duterte terpilih sebagai presiden dan berjanji akan menumpas narkoba.

Sekitar 900 tersangka penyelundup narkoba telah mati sejak Duterte duduk di kursi kepresidenan setelah memenangi pemilu pada 9 Mei.

Dalam konferensi pers hari Ahad (21/8/2016) malam di kota asalnya, Davao, Duterte membantah pemerintah terlibat dalam pembunuhan para penyelundup dan pengedar narkoba itu. Dia mengatakan kematian-kematian itu bukan hasil kerja polisi dan mengundang pakar-pakar PBB datang dan melakukan penyelidikan sendiri.

“Saya akan buktikan kepada dunia bahwa anda seorang pakar yang sangat bodoh,” kata Duterte, mendesak tenaga-tenaga ahli PBB untuk tidak hanya menghitung jumlah pengedar dan penyelundup narkoba yang tewas tetapi juga menghitung berapa banyak nyawa rakyat Filipina tak berdosa yang mati akibat narkoba.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seraya menyindir sekutu tradisional Filipina, Amerika Serikat, dan negara-negara anggota PBB lainnya, Duterte mengatakan bahwa organisasi dunia itu sendiri tidak dapat memenuhi mandat yang diberikan kepadanya tetapi justru sibuk “memikirkan tentang tulang-belulang para kriminal yang menumpuk.”

“Saya tidak ingin menghina kalian. Tapi mungkin kami akan memutuskan untuk memisahkan diri dari PBB,” kata Presiden Filipina itu seperti dikutip Aljazeera.

“Kenapa juga kalian harus mendengar orang bodoh ini?” sindir Duterte.

Lebih lanjut dia mengkritik PBB karena tidak berupaya cukup untuk mengatasi masalah kelaparan, terorisme, konflik di Suriah dan Iraq, serta justru membiarkan negara-negara kuat membombardir desa-desa dan membunuh rakyat sipil. Oleh karena itu, dia ingin mengajak China dan negara-negara Afrika untuk mendirikan sebuah organisasi dunia lain.

“Kalian tahu, Perserikatan Bangsa-Bangsa, jika kalian dapat menyebutkan satu hal buruk tentang saya, maka saya bisa menyebutkan untuk kalian 10 [keburukan tentang kalian]. Saya kasih tahu, kalian itu tidak berguna. Sebab kalian tidak menunaikan mandat yang diberikan, kalian [sebenarnya] bisa menghentikan semua peperangan dan pembunuhan ini,” kata Duterte.

Ketika ditanya apakah tidak takut akan konsekuensi dari pernyataan-pernyataannya itu, Duterte justru menjawab tak peduli. “Apa … aksi balasan? I don’t give a sh*t to them,” ujarnya.

Menurut Duterte seharusnya PBB bertindak sesuai protokol dengan mengutus seseorang, misalnya seorang pelapor khusus PBB, untuk berbicara dengannya.

“You do not just go out and give a sh*tting statement against a country,” kecam Duterte terhadap PBB yang dianggap seenaknya keluar lalu berbicara buruk tentang negaranya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hindari Kecelakaan di Tol, Dirlantas: Selalu Berdoa dan Fokus Berkendara!
Tulisan selanjutnya Iraq Gantung 36 Terpidana Pembunuhan Massal di Kamp Spreicher

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?