Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Kisah Sahabat Nabi yang Jari-jarinya Memancarkan Cahaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2021 16:24 4:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2021 07:00
Bagikan
kisah sahabat nabi
Bagikan

Hidayatullah.com | Seorang sahabat Nabi ﷺ Hamzah bin ‘Amr berkata:

كُنَّا معَ النبيِّ صلى اللَّه عليه وسلم في سَفَرٍ، فَتَفَرَّقْنا في لَيْلةٍ ‌ظَلْماءَ ‌دُحْمُسَةٍ، فأَضاءَتْ أَصابِعي حَتَّى جَمَعوا عَليْها ظَهْرَهم وما هَلَكَ مِنْهُمْ، وإِنَّ أَصابِعي لَتُنِيرُ

“Kami bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan. Kemudian kami berpisah di malam yang sangat gelap. Tiba-tiba jari-jari saya bersinar sehingga mereka bisa berkumpul kembali dan mengambil barang-barang yang jatuh. Memang, jari-jari saya memancarkan cahaya.”

Kisah sahabat Nabi ini dikutip dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari (w. 256 H) dalam al-Tarikh al-Kabir. Beliau mengutip sanad sebagai berikut:

قالَ أَحْمدُ بنُ حَجَّاجٍ: أخبرَنا سُفيانُ بنُ حَمْزةَ عَن كَثيرِ بنِ زَيدٍ عن مُحمَّدِ بنِ حَمْزةَ الأسْلَميِّ عن أبيهِ قالَ: كُنَّا معَ النبيِّ صلى اللَّه عليه وسلم في سَفَرٍ

Baca Juga

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

Ahmad Bin Hajjaj berkata: Sufyan bin Hamzah telah memberitahu kami, dia meriwayatkan dari Kathir bin Zaid dari Muhammad bin Hamzah al-Aslami dari ayahnya. Hamzah berkata: Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan…”

Dalam riwayat lain merinci peristiwa yang terjadi tak lama setelah Perang Tabuk. Diriwayatkan oleh Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Dia mengutip sanad dan lafadz sebagai berikut:

قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عُمَرَ: قَالَ حَمْزَةُ بْنُ عَمْرٍو: ‌لَمَّا ‌كُنَّا ‌بِتَبُوكَ ‌وَانْفَرَّ ‌الْمُنَافِقُونَ ‌بِنَاقَةِ ‌رَسُولِ ‌اللَّهِ صلّى الله عليه وسلم فِي الْعَقَبَةِ حَتَّى سَقَطَ بَعْضُ مَتَاعِ رَحْلِهِ، قَالَ حَمْزَةُ: فَنَوَّرَ لِي فِي أَصَابِعِي الْخَمْسِ فَأُضِيءُ حَتَّى جَعَلْتُ أَلْقُطُ مَا شَذَّ مِنَ الْمَتَاعِ السَّوْطَ وَالْحِبَاءَ وَأَشْبَاهَ ذَلِكَ

“Muhammad bin Umar berkata: Hamzah bin ‘Amr berkata: Ketika kami berada di Tabuk, orang-orang munafik menyebabkan unta Nabi SAW melarikan diri saat berada di Aqabah hingga sebagian kebutuhannya jatuh. Hamzah berkata: Kemudian ada cahaya di lima jariku dan menerangi daerah itu sampai aku mulai mengumpulkan apa yang jatuh dari unta Baginda berupa pemberian, barang dan sejenisnya.”

Kisah ini dikutip dan diriwayatkan dalam beberapa kitab. Di antaranya adalah Imam al-Bukhari dalam al-Tarikh al-Kabir, Imam al-Tabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir, Imam al-Baihaqi dalam Dalail al-Nubuwwah wa Ma’rifat Ahwal Sohib al-Syari’ah, Ibn ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq, Ibn Kathir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah dan Ibn Sa’ad dalam al-Tabaqat al-Kubra. Semuanya diriwayatkan melalui riwayat Katsir bin Zaid.* (Sumber: muftiwp.gov.my)

Kisah Sahabat Nabi: Umar Bin Khattab yang Menolak Gaji Besar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamzah bin AmrKisah Sahabat NabiKisah Sahabat Nabi SingkatKisah Sahabat Nabi yang Tidak Dikenal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimah Wahdah dan Mushida Siap Bersinergi Membangun Indonesia
Tulisan selanjutnya akidah Perihal Tafwidh, Ta’wil, Itsbat dalam Akidah Apa Perlu Dipertentangkan?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Feature
30 Juni 2026 16:15
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

20 Mei 2026 15:30
Artikel

Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

14 Mei 2026 05:00
Artikel

Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

13 Mei 2026 11:22
BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?