Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Belajar Bahasa Arab, Mulai dari Mana?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Februari 2023 09:31 9:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Februari 2023 09:29
Bagikan
Bagikan

Yang merusak atau membuat orang gagal dalam belajar adalah tergesa-gesa. Dan sifat tergesa-gesa untuk bisa itu datangnya dari syetan

Hidayatullah.com | Hampir menjadi pertanyaan setiap belajar bahasa Arab, termasuk di berbagai disiplin ilmu. Mau mulai dari mana? Pertanyaan ini seringkali juga terjadi terutama yang murni otodidak di dalam belajarnya.

Berbeda bagi yang sudah punya guru. Biasanya akan diarahkan oleh gurunya. Maka salah satu syarat bagi penuntut ilmu menurut Sayyidina Ali dan Imam Syafi’i adalah adanya petunjuk guru (Irsyadu Ustadz).

Guru akan menyesuaikan dengan tahapan ilmu, pengalaman guru dan kondisi peserta didik. Jalur yang seperti ini normalnya lebih cepat di dalam belajar.

Belajar bahasa Arab sebenarnya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika kecakapan yang dibutuhkan adalah berbicara maka seharusnya dia belajar percakapan (muhadatsah / maharatul kalam).

Baca Juga

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

Namun jika keperluannya adalah baca teks Arab tanpa harakat (kitab gundul) maka fokus belajarnya adalah kaidah (Nuhwu Sharf). Jika ingin bisa semua dan mudah maka mengikuti cara belajar bahasanya bayi yang alamiah.

Inilah yang terjadi juga kepada Rasulullah ﷺ. Salahsatu hikmah tinggal di kampung Bani Sa’ad beliau terbiasa dengan bahasa Arab yang murni dan tempat yang paling fasih waktu itu.

Mendengar (istima’) adalah urutan yang pertama. Sebagaimana seorang bayi banyak mendengar kosa kata dan percakapan ibunya.

Setelah banyak mendengar dia akan mulai bicara sedikit demi sedikit. Satu kata, 2 kata dan seterusnya hingga lancar berbicara kalimat yang panjang.

Karena dia sudah banyak perbendaharaan kosakata, selanjutnya adalah tahapan belajar membaca. Setelah banyak membaca maka dia akan menuangkan hasil bacaannya dalam sebuah tulisan.

Inilah tahapan yang terakhir, yakni menulis. Dari sini, kita akan mendapatkan 4 kecakapan (maharah). Yakni mendengar (istima’), berbicara (kalam), membaca (qiro’ah), dan menulis (kitabah).

Walaupun ada urutan mulai mendengar hingga menulis, bukan berarti tidak boleh belajar urutan yang setelahnya dalam satu waktu. Tapi, porsi terbanyak tentu sesuai urutan ataupun yang ditekuni.

Dan yang merusak atau membuat orang gagal dalam belajar adalah tergesa-gesa. Dan sifat tergesa-gesa untuk bisa itu datangnya dari syetan.

Sebagaimana dalam hadits :

التأنِّي من الله والعجلةُ من الشيطان

رواه البيهقي

”Tidak tergesa-gesa (ketenangan) datangnya dari Allah sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.” (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi).*/ Herman Anas, mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember Program Beasiswa Madin Pemprov Jatim sekaligus alumni Ponpes Annuqayah, Sumenep

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa Arabbelajar bahasa arabHeadlinePilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ilmuwan Mengembangkan Robot Terbang seperti Lebah
Tulisan selanjutnya Ditanya Politik Identitas, Ismail Fajrie Alatas: Kita Tak Bisa Meninggalkan Identitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Berita
25 Juni 2026 12:11
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

20 Mei 2026 15:30
Artikel

Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

14 Mei 2026 05:00
Artikel

Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

13 Mei 2026 11:22
BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?