Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Menulis Itu Proses Berpikir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Maret 2023 06:40 6:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Maret 2023 07:45
Bagikan
Bagikan

Menulis itu proses berfikir, tak heran bila penulis yang handal biasanya cerdas. Sebab, ia dibiasakan untuk berpikir tentang banyak hal

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | MENULIS  itu bukan sekadar hobi, sebagaimana pemain musik yang ketika muncul keinginan untuk bermain musik, ia tinggal mengambil alat musik dan mulai berdendang. Menulis tak seperti itu.

Ketika muncul keinginan untuk menulis, ia tak cukup hanya mengambil pena, lalu menggoyang-goyangkannya di atas kertas. Tak cukup!

Ia harus berpikir terlebih dahulu tentang: “Saya mau menulis apa?” Jawaban sederhana dari pertanyaan tersebut tentu: “Tulislah apa yang engkau ketahui, dan jangan menulis apa yang tidak engkau ketahui.”

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Jadi, seorang penulis dituntut untuk tahu tentang banyak hal. Ini syarat pertama agar ia bisa menulis dengan mudah. Jika ia sedikit tahu maka sedikit pula yang bisa ia tulis.

Cara paling mudah untuk mengetahui banyak hal ya dengan membaca. Bahkan, tak sekadar membaca, ia juga harus bisa mengjngat, menganalisa, serta menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa yang lain.

Cara lain untuk mengetahui banyak hal adalah dengan bertanya. Datangilah orang-orang yang memiliki informasi atau mampu  menjawab pertanyaan secara benar. Galilah data sebanyak mungkin agar kita menjadi banyak tahu.

Cara yang lebih menantang adalah dengan melibatkan diri kita ke dalam peristiwa yang akan kita tulis. Setidaknya, kita berada di tempat peristiwa itu terjadi sehingga mata dan telinga kita menangkap semua data di sana.

Nah, jika kita sudah tahu apa yang hendak kita tulis, apakah semua menjadi mudah? Belum! Kita tetap harus berpikir.

Apalagi? Tentang alur. Sebab, menulis laksana bertutur: Ia memulai tulisan dari mana? Menuju ke mana? Dan, berakhir di mana? Itulah alur.

Satu peristiwa bisa mengandung banyak alur. Tergantung dari sudut pandang mana sang penutur melihatnya.

Alur yang tak biasa tentu akan menarik. Sebab, sudah jamak diketahui bahwa sesuatu yang berbeda akan menarik banyak perhatian.

OK. Jika bahan sudah kita peroleh, alur sudah kita buat, apakah semua menjadi mudah? Belum!

Sang penulis masih harus berpikir, yakni tentang bagaimana menulis tepat! Tepat dalam hal apa? Setidaknya ada dua. Pertama, tepat dalam memilih kata (atau diksi). Kedua, tepat dalam menyusun kalimat.

Tentang diksi, sebagi contoh, kita menulis kalimat seperti ini: Hidup tanpa cinta terasa hambar, bagaikan padang tandus yang tak ada tumbuhan di dalamnya.

Kalimat ini indah, tapi tidak tepat. Kata “hambar” tentu tak cocok bila disandingkan dengan kata “tandus”. Kata “hambar” lebih pas jika digunakan untuk menjelaskan rasa, sedang kata “tandus” lebih pas digunakan untuk menggambarkan keadaan.

Ini baru satu contoh. Ada banyak kejanggalan yang tanpa disadari dibuat oleh para penulis.

Adapun tepat dalam menyusun kalimat, tentu banyak berhubungan dengan tata bahasa. Ini penting! Jangan sampai kepercayaan pembaca hilang hanya gara-gara kita “tidak becus” menempatkan huruf besar dalam sebuah kalimat. Ini berbahaya!

Jadi, menulis itu proses berfikir. Tak heran bila penulis yang handal biasanya cerdas. Sebab, ia dibiasakan untuk berpikir tentang banyak hal.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Seberapa besar tekad Anda untuk menaklukkan semua tantangan di atas?

Jika Anda benar-benar bercita-cita menjadi penulis handal, jangan pernah gantungkan pena. Teruslah berusaha, jangan berhenti!

Jika banyak yang menyerah, pastikan itu bukan Anda. Katakan kepada mereka, “Menulis itu berat, bro, cukup aku saja!” *

Penulis seorang wartawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berfikirHeadlinemenulisPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua MUI Cholil Nafis Didaulat sebagai Alumni Santri Terbaik PP Sidogiri Tahun 2023
Tulisan selanjutnya Videonya Viral ‘Menolak Jabat Tangan’ Warga, Ketua DPRD Luwu Timur Aripin: Saya Terburu–buru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?