Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Bedanya Kembang Api Tahun Baru dan “Kembangi Api” di Langit Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Januari 2024 21:31 9:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Januari 2024 21:31
Bagikan
Cahaya bom Zionis Israel di langit Gaza
Bagikan

Ketika masyarakat Indonesia dan dunia merayakan pergantian tahun dengan cahaya kembang api, di Gaza, cahaya bukan saja dari kembang api, tapi dari bom Israel dan Amerika

Oleh: Qosim Nurseha Dzulhadi

Hidayatullah.com | BANYAk orang riang dan gembira malam Tahun Baru 2024. Suara kembang api, seperti biasa, terdengar di mana-mana, membahana dan gegap-gempita di mana-mana.

Tentu kita senang usia masih sampai di tahun ini. Dan ini wajar. Tapi hura-hura bukan ajaran agama kita.

Islam mengajarkan bahwa pergantian siang dan malam harus difungsikan untuk dua hal: zikir dan syukur (Qs.25:62). Karena usia harus dimanfaatkan dalam kebaikan dan ketaatan. Juga, usia adalah “modal” hidup seorang manusia.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Maka, sangat dungu orang yang menyia-nyiakan usianya dan menghamburkan modal hidupnya. Konon lagi usianya tak pernah dimanfaatkan untuk membela agama Allah.

Senang di sini. Gembira di kampung kita. Suka-ria di negeri ini patut disyukuri. Itu anugerah Ilahi.

Tapi, jangan lupa bawa beda halnya dengan saudara kita yang ada Gaza. Di sana hanya ada duka dan nestapa.

Jika di tempat kita –dan di seluruh dunia– merayakan pergantian tahun dengan menyalakan petasan yang bisa memancarkan cahaya warna-wanita dan kembang api di udara, di Gaza lain lagi.

Cahaya yang menerangi langit gaza hampir 3 bulan ini, bukan dari kertas, tapi “kembang api” pembunuh, berupa bom-bom mematikan dari jet-jet tempur Zionis atas bantuan dari Amerika Serikat.

Bahkan bom-bom paling dilarang oleh dunia internasional, telah dijatuhkan di bumi Gaza, yang diberkahi.

Kembang api di Gaza adalah roket-roket penjajah Zionis-Yahudi. Tidak seperti di sini. Seperti malam ini. Maka, lihatlah langit Gaza merah membara.

Langit Gaza memang terang siang dan malam. Tapi, penerangnya bukan lampu, melainkan api penjajah yang membakar apa saja yang mereka suka.

Gaza tengah berduka. Nestapa mereka berlanjut. Keamanan tidak terjamin. Kenyamanan telah lama sirna. Ini jika diukur dari sisi materi. Tapi, dari sisi maknawi mereka punya segalanya.

Ya, mereka punya segalanya. Negara mereka merdeka ketika yang lain “dijajah”. Mereka sumbangkan para syuhada untuk bela Kiblat Pertama umat Islam di saat negara-negara lain melahirkan laki-laki pengecut. Mereka cucurkan darah mereka sebagai “donor” bagi mereka yang sudah “kehilangan darah” (banci).

Ya, Gaza berduka. Dalam kacamata sebagian manusia yang tak punya visi akhirat memang mereka berduka. Padahal, mereka bahagia karena setiap saat bisa saja kembali kepada Allah membawa “syahadah” (mati syahid).

Buktinya, anak-anak Gaza bangga berfose di reruntuhan rumahnya. Lagi, mereka tetap tegakkan shalat di bekas masjid. Ternyata, Zionis-Yahudi yang biadab itu hanya bisa merusak masjid tapi tak sanggup perangi shalat.

Tahun Baru 2024 bagi Gaza ada etape mendekati kemenangan. 2024 adalah tahun yang menggembirakan. Karena tahun 2024 bisa ditarik ke 100 tahun sebelumnya: ketika Khilafah Turki Utsmani dihancurkan dari dalam oleh Yahudi.

Ya, Yahudi yang berkomplot dengan Barat. Bukankah di setiap awal 100 tahun Allah akan menghadirkan seorang “Mujaddid” yang akan ubah cara pandang umat dan pemahaman mereka terhadap ajaran agamanya?

Jadi, pergantian tahun bagi Gaza adalah pergantian semangat. Ini tambahan amunisi ghirah, keimanan, etos jihad dan bela agama. Bagi mereka pergantian tahun adalah modal baru untuk berjuang. Karena pergantian tahun menjadikan Gaza semakin kuat, bukan semakin lemah.

Jika sampai di 2024, artinya mereka hanya berjuang sebentar lagi. Karena Syekh Ahmad Yasin sudah berfirasat bahwa Yahudi akan musnah sebelum 2027.

Dan lihat, ketika Gaza keluar sebagai pemenang, maka Palestina mereka. Dan, al-Aqsha kembali ke pangkuan umat Islam. Yang senang kita semua. Yang gembira semua umat. Satu dunia.

Untuk itu, risaulah kepada diri kita yang belum tentu sekuat orang-orang di Gaza. Khawatirlah kepada iman kita yang mungkin saja mulai “keropos” sehingga kehilangan ghirah setiap kali Gaza disebut. Semoga tidak. Karena itu tak boleh terjadi.

Selamat bermuhasabah di Penghujung tahun 2023. Semoga usia kita sampai ke 2024 dengan ghirah yang baru. Ya, ghirah yang menjadikan kita lebih siap untuk menjadi para pembela agama Allah sampai hayat kita berpisah dengan badan. Husnul-khatimah.

Jangan lupa, panjatkan doa-doa terbaik kita untuk Gaza. Semoga nama kita dicatat di Lauh Mahfuzh bahwa kita pernah membicarakan Gaza. Itu minimal.*/Medan, 31 Desember 2023

Dosen dan Guru di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah dan Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaHeadlineJalur Gazakembang apiPesta Kembang Apitahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Petinju Jarrell Miller Menyatakan Diri Masuk Islam sebelum Naik Ring
Tulisan selanjutnya Sudah 22 Ribu Warga Gaza Syahid, Jumlah Terbesar sejak Peristiwa Nakba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?