Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Inggris-AS Bombardir Yaman, Pengalihan Isu Sidang Genosida?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2024 13:46 1:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2024 14:00
Bagikan
AS Inggris Serang Yaman
Bagikan

oleh Pizaro Gozali Idrus

Hidayatullah.com – Pasukan Israel, AS, dan Inggris, yang semuanya terlibat dalam penjajahan Zionis di Jalur Gaza, melakukan serangan udara kepada kelompok Houthi di Yaman. Serangan ini menyasar pusat logistik, sistem pertahanan udara, dan lokasi penyimpanan senjata di Yaman sebagai respons atas serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Serangan ini terjadi setelah Dewan Keamanan PBB pada Rabu (10/1) mengadopsi resolusi yang menuntut Houthi menghentikan serangan mereka.

Klaim penjajah Zionis dan sekutunya itu memang tampak rasional. Tapi bagi kita yang mengikuti perkembangan di Palestina dan Timur Tengah, serangan ini tidak lain dari pengalihan isu atas situasi terbaru di Gaza.

Pertama, ini adalah serangan pengalihan isu atas kegalan penjajah Zionis di jalur Gaza untuk melumpuhkan Hamas. Alih-alih menyasar Hamas, penjajah Zionis telah membunuh lebih dari 23.000 di mana hampir 10.000 di antaranya adalah anak-anak.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Lebih dari 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi sejak 7 Oktober, dan lembaga-lembaga bantuan memperingatkan risiko kelaparan akut di tengah tipisnya cadangan makanan di Gaza.

Kecaman meluas. Citra Israel yang sudah terpuruk di mata internasional, makin meluas. Penjajah Israel butuh terobosan untuk memulihkan wajahnya yang sudah buruk. Mereka harus menyusun narasi “kemenangan palsu” untuk membenarkan tindakannya. Bahwa genosida Gaza adalah sah karena dampak serangan Hamas telah menciptakan ketidastabilan global terhadap kepentingan barat. Dengan menyerang Houthi, Israel seolah-olah ingin menunjukkan kepada rakyatnya mereka telah berhasil menghentikan pengaruh Hamas di tingkat regional. Padahal Hamas dan Houthi adalah dua kelompok yang berbeda.

Meski telah melakukan serangan di Laut Merah, Houthi bukanlah faksi yang sangat besar dan memiliki persenjataan modern. Walau mendapatkan dukungan senjata dari Iran, salah satu sumber penting persenjataan Houthi umumnya berasal dari persediaan pemerintah Yaman, yang awalnya diperoleh dari Uni Soviet pada tahun 1970an.

Tapi anehnya hanya untuk menghadapinya, AS, Inggris dan kekuatan global lainnya harus ikut turun tangan untuk mengesankan bahwa serangan ini memiliki legitimasi internasional. Yang perlu kita highlight adalah serangan ini menyelipkan misi kepentingan kolonialis Israel dan aS untuk mengalihkan simpati dunia internasional kepada Hamas yang kadung sudah mereka citrakan teroris.

Baca juga: Akankah International Court of Justice Tetapkan ‘Israel’ Bersalah Lakukan Genosida Gaza?

Kedua, serangan ini adalah upaya memulihkan wajah Netanyahu dan AS di negaranya masing. Klaim-klain kemenangan dalam perang inilah yang sekarang dibutuhkan Netanyahu yang menghadapi desakan kuat dari warga Israel untuk mendesak dirinya mundur karena gagal menghentikan perang dan membebaskan sandera.

Citra kemenangan palsu ini pula yang digunakan rezim apartheid Israel yang membunuh tokoh senior Hamas, dan salah satu pendiri Brigade Izzudin Al-Qassam Saleh Al Arouri pada dua pekan lalu. Meningkatnya tekanan dan kebutuhan untuk mencapai sesuatu, Netanyahu merasa perlu mencetak beberapa terobosan dan menciptakan citra “kemenangan palsu” dengan membunuh Arouri. (Lihat: Pizaro, Alasan Zionis Bunuh Tokoh Senior Hamas, Republika.id).

Biden juga telah mendapati serangan dari warga Amerika Serikat karena dianggap mengobarkan pembunuhan terhadap anak-anak di Gaza. Demonstrasi agar pajak warga AS tidak digunakan untuk membunuh warga Gaza meluas di negeri Paman Sam. Seharusnya pun Biden harus mendapatkan persetjuan Kongres untuk melakukan serangan ini dan konflik Timur Tengah manapun sesuai dengan konstitusi Washington.

Ketiga, ini adalah pengalihan isu atas pengadilan dugaan genosida Israel di Gaza lewat Mahkamah Internasional (IJC). Serangan ini tepat berlangsung saat dimulainya hearing sejak Kamis (11/1).

Kasus genosida Netanyahu yang diajukan Afrika Selatan ini menjadi preseden pertama di ICJ terkait dengan invasi penjajah Israel di Jalur Gaza, di mana lebih dari 23.000 orang telah terbunuh sejak 7 Oktober, hampir 10.000 di antaranya adalah anak-anak. Dunia internasional berharap pengadilan IJC dapat menghentikan operasi militer Israel yang menghancurkan di Gaza. Afsel pun meminta pengadilan memberikan perintah awal untuk menuntut Israel berhenti berperang sekarang.

Presiden kolonialis Israel Isaac Herzog mengkritik tajam langkah Afrika Selatan. Dia menilai pelaporan tersebut mengerikan dan tidak masuk akal. Oleh sebab itu Israel bakal melakukan pembelaan di ICJ. Herzog tidak segan-segan mengatakan, Afsel munafik karena membawa kasus krisis di Gaza ke ICJ. Kementerian luar negeri Israel juga menuduh Afsel sebagai cabang sah Hamas.

Serangan kepada Houthi adalah cara penjajah Zionis dan sekutunya mengalihkan desakan internasional atas genosida penjajah Israel di Jalur Gaza dan memecah fokus masyarakat internasional atas situasi di Palestina.

Israel dijadwalkan hadir dalam sidang IJC pada Jumat ini dan serangan ke Houthi dengan dalih respons resolusi PBB akan menjadi modal mereka untuk mementahkan argumentasi yang dibawa oleh Afsel. Penjajah butuh narasi palsu untuk mementahkan kutukan masyarakat global atas tindakannya.

Yang perlu diingat adalah serangan Israel, AS, Inggris dan negara-negara barat lainnya ke Houthi tidak akan menghilangkan faktwa bahwa telah terjadi genosida terhadap bangsa Palestina.*

Penulis adalah Senior Fellow Asia Middle-East Center for Research and Dialogue. Kandidat Doktor HI Universiti Sains Malaysia

Baca juga: Solusi Dua Negara Palestina, Tak Sesuai dengan Islam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAS-Inggris Serang YamanHeadlineHouthiinggrisyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Madzhab Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Madzhab
Tulisan selanjutnya Yunani Akan Melegalisasi Perkawinan dan Adopsi Anak Oleh Pasangan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?