Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Pemuda Ansor, Jadilah Pembela Islam (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2014 11:24 11:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Oktober 2014 13:30
Bagikan
Ribuan orang hadiri Harlah GP Ansor ke-78 GP Ansor di Stadion Manahan Solo, Jateng
Bagikan

Oleh: Kholili Hasib

Sambungan artikel PERTAMA

Tegas terhadap orang Kafir

Perhatikan pesan KH. Hasyim Asy’ari yang pernah berwasiat untuk tetap taat kepada syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam sampai hari kiamat. Dalam kitabnya al-Durar al-Muntasirah fi Masa’il al-Tis’a ‘Asyara, beliau pernah ditanya bagaiamana hukum orang yang berkata: ‘Sejak tahun 1357 H (1938 M) syariat Nabi Muhammad Saw sudah tidak terpakai, al-Qur’an tidak ada faidahnya?

Beliau menjawab: Syariat junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam masih tetap terpakai sampai kiamat, dan orang yang berkata demikian (syariat Nabi Muhammad Saw sudah tidak berlaku) rusak Islamnya. Juga rusak Islamnya orang yang mengikuti dan membenarkan ucapan tersebut. Keterangan dari Nadzam Bad’ul Amaliy: Wajib dalam sahnya iman adalah mengi’tiqadkan kekekalan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam sepanjang waktu sampai hari kiamat dan sampai saat orang-orang berangkat ke padang Mahsyar’ (KH. Hasyim Asy’ari, al-Durar al-Muntasirah fi Masa’il al-Tis’a ‘Asyara, hal. 17).

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Terhadap orang kafir beliau tegas, dan lembut kepada sesama Muslim. Beliau pernah mengatakan: ‘Wahai manusia, di antara kalian terdapat orang-orang kafir yang memenuhi dataran Negara ini. Maka bangkitlah kalian, membahas mereka dan serius memberi petunjuk’ (Hasyim Asy’ari,Risalah fi Ta’akkudil Akhdi Bimadzhabil aimmah al-Arba’ah, hal. 33).

Kepada para ulama ia menasihati: ‘Wahai para ulama, apabila kamu melihat orang yang melakukan amalan yang mengikuti pendapat salah satu ulama madzhab yang telah diakui jika tidak sesuai dengan amalan kamu maka jangan bersikap keras dengannya, tuntunlah dengan kelembutan. Jika ia tidak mau mengikuti kamu maka janganlah menjadikan ia sebagai musuh’ (Risalah fi Ta’akkudil Akhdi Bimadzhabil aimmah al-Arba’ah, hal. 34).

Dalam Qonun Asasai organisasi NU didirikan untuk menegakkan akidah Islam, memadamkan api fitnah, dan menghilangkan keyakinan-keyainan yang tidak sesuai dengan para salaf Ahlus Sunnah wal Jama’ah. KH. Hasyim Asy’ari menuliskan pesan bahwa para ulama yang terhimpun dalam organisasi ini adalah ulama-ulama yang ‘adil, yang harus bisa menghilangkan kepalsuan ahli kebatilan, takwil sesat orang bodoh dan menghilangkan distorsi orang-orang yang ekstrim.

Kepada pemuda, khususnya pemuda NU, KH. Hasyim Asy’ari memberi semangat: ‘Ketauhilah wahai pemuda Muslim, Anda adalah seorang tentara di antara tentara-tentara Allah yang dinisbatkan kepada umat yang mulya. Memiliki sejarah yang agung, penuh dengan kehebatan amal dan akhlak. Sungguh merupakan aib bagi siapa yang memiliki leluhur hebat seperti Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali namun hidupnya cuma untuk mencari makan, minum dan tidur. Harusnya, mereka bangkit meneruskan perjuangan leluhurnya. Jika kamu ingin menjadi anak-anak orang hebat tersebut maka kamu harus mengikuti jalan mereka. Semboyan mereka adalah bersatu, menyiapkan kekuatan untuk hadapi orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya’ (Irsyadul Mu’minin Ila Sirati Sayyidil Mursalin, hal. 38).

Beginilah pemuda-pemuda dan Ansor-Ansor yang dicita-citakan oleh KH. Hasyim Asy’ari. Sejarah, petuah, nasihat dan kaidah yang telah ditulis dengan baik oleh pendiri NU itu sepatutnya menjadi semacama ‘Aswaja Terapan’ (istilah Faris Khoirul Anam) dalam menertibkan kader-kader muda Ansor. Disiplin organisasi wajib ditegakkan. Agar tidak kesusupan oknum-oknum liberal yang mencabik-cabik ajaran dan perjuangan KH. Hasyim Asy’ari.*

Penulis adalah santri NU dan anggota MIUMI Jawa Timur

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MuslimNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mata-Mata AS Pembocor Rahasia Nuklir ke Uni Soviet Meninggal
Tulisan selanjutnya Brazil Bongkar Pornografi Anak di Dunia Virtual yang Tesembunyi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?