Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Dua Faktor Mengapa Umat Islam Lemah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Mei 2021 09:13 9:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Mei 2021 13:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Wandi Bustami

Hidayatullah.com | UMAT Islam merupakan umat yang satu. Dalam berkasih sayang dan mencintai mereka bagaikan satu tubuh yang apabila satu dari anggota tubuhnya sakit maka anggota tubuh lainnya pun ikut bersama-sama merasakan sakit.

Rasulullah ﷺ juga pernah menggambarkan bahwa orang Islam itu dalam kebersamaan bagaikan sebuah bangunan yang kokoh.  Perumpamaan satu tubuh dan satu bangunan yang melekat pada jati diri kaum muslimin merupakan suatu isyarat bahwa umat islam harus bersatu dalam segala hal.

Tidak mungkin umat ini bisa kuat, disegani dan ditakuti bila bercerai-berai. Allah subhānahu wa ta’ālā berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Artinya: “Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai.” (QS Ali ‘Imrān 103).

Seperti yang saksikan saat ini. Pertumbuhan kaum muslimin sangat massif. Jumlahnya setiap hari terus bertambah.

Namun dalam waktu bersamaan kekuatan dan gaungnya semakin lemah dan kecil. Mengapa hal itu bisa berlaku? Bukankah seharusnya semakin besar suatu bangsa dan semakin banyak penduduknya akan semakin kuat?

Benar! Seharusnya umat ini dengan jumlah yang banyak akan kuat, disegani dan bahkan ditakuti. Dalam buku-buku sejarah dipaparkan secara baik dan jelas bahwa umat Islam pernah berada di puncak tertinggi dalam segala bidang.

Mereka maju dari aspek kedokteran, falak, filsafat, astronomi dan ilmu eksak lainnya di samping pengetahuan agamanya juga bagus dan tak kalah penting umat Islam pernah menjadi penguasa dunia dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun bila kita perhatikan beberapa hari belakangan dan juga beberapa tahun silam. Saudara kita yang berada di Palestina terkhusus di Masjid al-Aqsha kiblat pertama umat Islam dan Gaza hidup di bawah bayang-bayang ketakutan.

Nyaris setiap hari mereka merasakan hidup dalam keadaan tertekan, cemas, was-was dan jauh dari rasa aman dan nyaman. Apa penyebabnya?

Boleh jadi karena kkum muslimin tidak bersatu, umat Islam tercerai-berai; Mereka bagaikan santapan di atas meja makan; terombang-ambing bagai buih di lautan.

Apakah semua ini berlaku karena kuantitas kaum muslimin sedikit? Tidak! Jumlah kaum muslim dewasa ini nyaris memenuhi seperempat bumi. Namun kenapa masih lemah, dizhalimi, diintimidasi dan dibunuh di negerinya sendiri?

Rasulullah ﷺ telah memberikan jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut secara detail dalam hadits-hadits eskatologi/akhir zaman. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Artinya:  Dari [Tsauban] ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “Hampir saja bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di atas meja hidangan.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al-wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR: Abu Daud).

Secara tegas hadits ini menjelaskan bahwa umat Islam kala itu dalam keadaan lemah, tertindas, teraniaya, karena cinta mereka terhadap dunia dan takut mati.

Sulthan Ali al-Qārī rahimahullah berkata: Kala itu umat Islam menang dari segi kuantitas namun kalah kualitas. Tercabutnya rasa takut dari musuh dan tumbuhnya sifat wahan di dalam hati adalah penyebabnya. (Dalam Mirqātu al-Mafātīh/3365).

Bila hadits di atas disarikan maka penyebab ketidak-pedulian seorang Muslim dengan saudaranya adalah sebagai berikut;

Cinta dunia dan takut mati

Cinta dunia mengaburkan segalanya. Karena dunia seseorang bisa menjadi materialistis yang kemudian hilangnya rasa simpati dan belas kasih antar sesama. Dunia dapat mengelabui penghuninya jika tidak memiliki iman di dada. Karena dunia itu indah dan mengasikkan.

Allah subhānahu wa Ta’ālā berfirman:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى

Artinya: “Janganlah sekali-kali engkau tujukan pandangan matamu pada kenikmatan yang telah Kami anugerahkan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS: Thaha 131).

At-Thabari berkata: “Allah swt berpesan kepada nabi Muhammad ﷺ agar tidak terpengaruh dengan banyaknya kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang-orang kafir yang kemudian berujung pada pengingkaran terhadap perintah tuhan mereka.” (Dalam Tafsīr at-Thabarī 18/403).

Al-Baghawi bertutur: Maksud sebagai bunga kehidupan ialah dunia memiliki keindahan yang luar biasa. (Dalam Tafsīr al-Baghawi 5/303).

Selain itu, dunia sangat manis sehingga bisa menghipnotis orang-orang yang lupa akan tujuan hidup. Maka tak heran ketika Rasulullah ﷺ mewanti-wanti akan bahaya dunia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

Artinya:  “Dari [Abu Sa’id Al Khudri] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah wanita.” (HR: Muslim).

Terkait hadits ini Ibnu ‘Alān berkomentar, “Dunia diserupakan dengan buah-buahan yang manis nan hijau sebab sesuatu yang manis disukai dari rasanya sedangkan sesuatu yang hijau disenangi kala memandangnya.” (dalam Dalīl al-Fālihīn 1/255).

Dunia sangat mengasikkan, menggoda, manis, indah dan menawan itu dapat mematikan hati untuk berempati. Hilangnya ada rasa iba dan belas kasihan melihat saudaranya dianiaya, dizhalimi, diusir dan bahkan dibunuh; Ia hanya memikirkan diri dan keluarganya saja.

Ketika hartanya diminta untuk membantu saudaranya yang sedang kesulitan atau diminta untuk dikeluarkan di jalan Allah swt dengan pongah dan congkak ia mengatakan; mengapa saya harus mengeluarkan harta untuk mereka yang susah payah saya mengumpulkannya?. Maka inilah model manusia yang cinta dunia. Jahil, acuh, tak peduli dengan orang lain.

Padahal syarat untuk mendapatkan pertolongan Allah swt ialah dengan memberikan pertolongan kepada sesama. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Artinya: Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR: Abu Daud)

Adapun sebab kedua sikap acuh seorang muslim dengan saudaranya ialah takut mati. Ketika seseorang menyuarakan kebenaran, membela keadilan dan tegak di atas yang hak maka ia sedang memposisikan dirinya dalam keadaan bahaya.

Karena ia akan mendapat banyak kecaman, hujatan dan bahkan fitnah yang bertubi-tubi. Sesungguhnya itulah sikap ksatria. Mereka pahlawan perjuangan. Nilai keimanan sungguh telah mengkristal di dada mereka. Mati menjadi cita-cita tertinggi mereka.

Namun apabila mereka takut akan dicaci, dikecam, dihujat dan difitnah maka diam menjadi pilihan terbaiknya. Mereka takut karirnya mati, nama baiknya rusak, ekonominya kolaps dan jabatannya hilang. Karohiyatul maut! takut mati!

Di saat maraknya seruan memboikot produk Yahudi, mereka justru mereka membela mati-matian. Mereka takut kepentingannya terusik, takut targetnya gagal, takut tidak mendapat bantuan dan masih banyak ketakutan-ketakutan lainnya yang bersarang di dada mereka.

Imam al-Ghazali dalam Mīzānu al-‘Amal berkata: “Ada empat yang membuat orang takut mati, 1) Karena ingin menikmati dunia selama-lamanya. 2) Tidak siap berpisah dengan orang yang dicintai. 3) Ketidak-tahuan pasca kematian dan 4) Takut dengan dosa-dosa.”

Dari empat poin ini terdapat dua poin yang berkaitan dengan poin pertama yaitu cinta dunia. Karena terlalu cinta dengan dunia maka ketakutan akan kematian pasti akan muncul.*

Asatidz Tafaqquh Study Club, Pekanbaru

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cinta duniapalestinatakut matiumat Islamummat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pegawai KPK Novel Baswedan Nilai Keputusan Memecat 51 Pegawai KPK Menentang Arahan Presiden Jokowi
Tulisan selanjutnya Masjid al-Aqsha Syeikh Sabri: Pemukim Ilegal Israel Serang Masjid Al-Aqsha untuk Membuktikan Mereka Tak Bisa Dikalahkan di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?