Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Menyelami Jurnalisme Islami

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Mei 2018 00:27 12:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2018 00:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Beggy Rizkiyansyah

 

“Truth, it seems, is too complicated for us to pursue. Or perhaps it doesn’t exist, since we are all subjective individuals. There are interesting arguments, maybe, on some philosophical level, even valid.…”

Demikian terang Bill Kovach dalam artikelnya Journalism’s First Obligation is To Tell The Truth di niemanreports.org,. Alih-alih, menurut Kovach kebenaran adalah sebuah proses dalam kerja jurnalistik. Pandangan yang menolak kebenaran mutlak amatlah khas Barat yang sekular. Teori-teori tentang jurnalisme sesungguhnya memang didominasi oleh pandangan dari Barat. Padahal menurut Lawrence Pintak dari Washington State University, AS, jurnalisme di berbagai belahan dunia dibentuk oleh budaya, agama, politik etnisitas tekanan ekonomi dan faktor lainnya.

Hal ini juga ditekankan oleh Wasserman dan De Beer dalam Towards De-Westernizing Journalism Studies, mencoba menawarkan de-westernisasi dalam studi jurnalisme. Menurut mereka,

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

“As more comparative studies are being done (see Hanitzsch, 2007, for a summary), the dominant Anglo-American view of journalism is being challenged by studies showing up the gap between theory and practice (Josephi, 2005, p. 576)” (Wasserman, Herman dan Arnold S. de Beer: 2009)

Baca: Jurnalisme Islami Harus Kedepankan Proses Tabayun

Bagi umat Islam memiliki pandangan jurnalisme yang khas dari Islam bukanlah suatu harapan kosong. Beberapa tawaran tentang jurnalisme Islami, jika kita boleh menamakannya demikian, dilakukan diantaranya oleh Nurhaya Muchtar, Lawrence Pintak, Sayeed al Seini, Mohammad A Siddiqi dan mungkin banyak lainnya. Meski demikian, harus diakui bahwa jurnalisme Islami belum mendapat banyak perhatian (Muchtar, Nurhaya, dkk : 2017; Steele, Janet: 2014)

Meski demikian, belum banyak mendapat perhatian bukan berarti Islam tidak bisa membentuk satu pandangan yang khas dalam jurnalisme. Nurhaya Muchtar dan kawan-kawan (2017) bahkan menyebutkan perspektif islam dalam jurnalisme berasal dari worldview Islam.

Tentu saja ajaran dalam Islam tidak mengenal istilah jurnalisme. Namun dalam Qur’an disebutkan beragam kata yang berakar dari kata “naba” yang disebutkan sebanyak 138 kali. (Muchtar, Nurhaya, dkk : 2017)  Naba yang berarti kabar (berita) menjadi salah satu hal penting dalam ajaran Islam. Ibnu Taimiyyah membagi kabar menjadi kabar baik yang benar  maupun yang keliru atau bohong. Kabar baik  (khabar shadiq) dalam Islam menurut al-Attas haruslah didasari sifat-sifat saintifik atau agama yang mana diriwayatkan oleh otoritas agama yang otentik. (Salim, Mohammad Syam’un: 2014)

Baca: Jurnalisme dan Nyawa Wartawan

Dilhat dari otoritasnya, khabar Shadiq menurut Mohammad Syam’un Salim, terbagi menjadi dua. Pertama otoritas mutlak yaitu Qur’an dan Hadist. artinya Al-Qur’an dan hadist menjadi sumber kebenaran tertinggi.  Kedua otoritas nisbi yang terdiri dari kesepakatan alim ulama (tawatur) dan orang yang terpercaya secara umum. (Salim, Mohammad Syam’un: 2014) Baik Qur’an maupun Hadist memberikan petunjuk untuk memperoleh dan menyaring berita dari ketidakjujuran, ketidakakuratan dan perbuatan jahat. (Muchtar, Nurhaya, dkk : 2017)

Mohammad A. Siddiqi dari Western Illinois University menyebutkan bahwa Qur’an dan Sunnah membentuk bingkai tersendiri tentang definisi berita. Qur’an dan Sunnah juga menentukan proses pengumpulan, pembuatan dan penyebaran berita dalam bingkai Islam. Hal ini menjadi kode etik bagi jurnalis Muslim. Namun yang menjadi pondasi utama adalah konsep tauhid.

“Tawhid also implies unity, coherence, and harmony between all parts of the universe. Not only this, but the concept of Tawhid signifies the existence of a purpose in the creation and liberation of all human kind from bondage and servitude to multiple varieties of gods. The concept of the hereafter becomes a driving force in committing to one God, and the inspiration as well definitive guidelines are provided by the traditions and the life of the Prophet (PBUH).

A journalist who uses his/her faculty of observation, reason consciousness, reflection, insight, understanding and wisdom must realize that these are the Amanah (trust) of God and must not be used to injure a human soul for the sake of self-promotion or for selling the news, rather, as Dilnawaz Siddiqui has noted these are to be used in arriving at truth. A journalist must not ignore God’s purpose in creating this universe and various forms of life.” (Siddiqi, Mohammad A: 1999). * <<<>>> (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:islamjurnalismejurnalisme islamJurnalisme IslamiMedia Islampers dakwahpers Islamwasatiyyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anwar: Harta Najib Razak Mungkin Menyalip Aset Marcos
Tulisan selanjutnya STIT Hidayatullah Batam Gelar Quantum Ramadhan 1439 H

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?