Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Pemuda Pasca Covid-19

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2020 09:12 9:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2020 09:10
Bagikan
[Ilustrasi] Pemuda
Bagikan

Oleh: Imam Nawawi

Hidayatullah.com | Covid-19 dibahasakan media sebatas pada sisi yang biasa-biasa saja. Headline beragam media massa, terutama cetak lebih banyak update perihal racikan dapur Istana yang umumnya bernarasi tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintah dibanding terobosan solutif yang diperlukan.

Artinya, kaum muda tidak cukup punya referensi yang dibutuhkan untuk melihat selangkah lebih maju, perihal apa yang diperlukan pasca Covid-19 jika hanya mengandalkan media massa.

Diskursus ini penting mengingat wabah ini bagaimanapun ganasnya, pasti akan berlalu. Dan, siap atau tidak, kaum muda akan diperhadapkan dengan tantangan baru.

Setidaknya ada lima hal yang setelah Covid-19 akan menyapa negeri kita, terutama kaum muda.
Pertama, semakin berkembangnya dunia digitial. Sekarang, walau pun pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masyarakat tidak begitu bergejolak, karena dalam beberapa hal bisa dipenuhi melalui dunia digital, mulai dari belanja, kepedulisan sosial, hingga produktivitas dunia kerja.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Disadari atau tidak, Work From Home yang kini berlaku akibat wabah Covid-19 akan menjadi semacam rujukan banyak pihak ke depan, ternyata banyak sisi dalam dunia kerja yang bisa dilakukan secara online alias digital.

Hal ini berarti ke depan akan banyak hal yang ditangani secara digital, dimana bangsa Indonesia, termasuk organisasi kepemudaan harus siap dengan kondisi itu. Termasuk di dalamnya soal keberadaan kader dengan skill data scientist, security data, dan development program yang mumpuni menjadi sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi.

Kedua, kompetisi dan penerimaan dunia kerja ke depan serta tuntutan perkembangan sosial ekonomi terhadap person akan sangat mungkin tidak lagi didasarkan pada gelar akademik, tapi skill dan integritas.

Dengan kata lain, penanaman nilai-nilai iman, adab, akhlak, moral dan segenap kepribadian yang positif yang dicontohkan oleh Nabi akan menjadi penentu seseorang diterima lebih baik dibanding sekadar yang punya skill tapi tidak beradab.

Ketiga, benarkah poin kedua dibutuhkan. Jawabannya pasti, sebab yang dimaksud skill, terutama skill lunak meliputi karakter, mulai dari akhlak dalam pergaulan yang meliputi kemampuan komunikasi (lisan dan tulisan) empati, perhatian, kreativitas, kolaborasi dan kepemimpinan menjadi hal yang disiapkan dari sekarang.

Artinya, sikap menang sendiri, merasa paling pintar akan menjadi sebuah kelucuan di masa depan. Maka, kemampuan berpikir jernih, berakhlak mulia dan siap berkolaborasi (artinya mau mendengar dan siap kerja sama) menjadi kunci sukses pemuda di masa mendatang.

Keempat, optimalisasi dunia digital untuk peningkatan skill kaum muda. Organisasi kepemudaan akan terus eksis dan dibutuhkan jika mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Satu di antara kebutuhan ke depan adalah tersedianya aplikasi atau setidak-tidaknya program yang dapat meng-upgrade skill kaum muda secara online.

Kita tidak bisa pungkiri bahwa dunia akan semakin terkoneksi, maka pemuda harus memiliki program terobosan, misalnya dengan menerapkan Massive Open Online Courses (MOOCs) sebagai sarana edukasi, upgrading, dan bahkan rekrutmen anggota untuk lebih berwarna di tengah-tengah masyarakat.

Kelima dan ini yang paling inti membangun budaya belajar. Budaya belajar harus menjadi nafas sehari-hari, sehingga dari sekarang kemampuan membaca secara tajam dengan analisis yang kaya argumen harus sudah dimulai.

Orang akan memiliki gagasan, analisa, dan ide yang kaya argumen hanya bila dia mengerti apa itu Iqra’ bismirabbik sampai pada tahap operasionalnya dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh konkret kekinian, secara empirik, implementasi budaya belajar yang hidup dapat kita lihat dari pemerintahan Korea Selatan dalam mengatasi wabah Covid-19, sehingga negeri ginseng itu mampu menjadi negara tercepat dan akurat dalam menekan penyebaran wabah.

Menurut Kim Chang-heom yang merupakan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, pemerintahnya melakukan tiga langkah nyata. Pertama, melakukan tindakan cepat, yakni dengan melakukan pengembangan reagen hingga penerapan pemeriksanaan secara “drive-thru” sehingga dalam sehari bisa melakukan 18.000 pemeriksaan.

Kedua, strategi trace, test, and treat (3T) yakni lacak, uji, dan obati. Langkah ini menggunakan data GPS di ponsel mereka yang terbukti positif, disana terlihat dengan siapa dia berinteraksi, kemana saja, sehingga bisa langsung diberikan anjuran agar orang yang pernah berinteraksi dapat melakukan karantina mandiri.

Ketiga, edukasi masyarakat yang tinggi, sehingga terjadi partisipasi sukarela yang menggembirakan.

Apakah Indonesia mampu bertindak seperti itu? Jawabannya sangat bisa, karena tinggal kesadaran dan tindakan. Tetapi, mudahkah membangun kesadaran itu? Di sinilah letak pentingnya budaya belajar (membaca) dan bertindak.

Dan, Islam punya konsep Iqra’ bismirabbik yang jauh lebih mendalam, komprehensif dan sudah barang tentu mendatangkan banyak maslahat. Soalnya, sudahkah ini dipahami dan dijalankan dan menjadi budaya keseharian?*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19digitalmedia sosialPemudaPSBBvirus coronawork from home
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya membangun ekosistem wakaf Pandemi dan Wakaf Ketahanan Pangan
Tulisan selanjutnya MUI Ingatkan Lagi Fatwa Shalat Jumat di Tengah Wabah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?