Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Menjadi Pendidik yang Humanis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juni 2022 07:12 7:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juni 2022 07:45
Bagikan
[Ilustrasi] Guru di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Bagikan

Pendidikan idealnya digunakan untuk mengembangkan orang- orang yang lebih manusiawi dan lebih humanis

Hidayatullah.com | ILMU sangat dijunjung tinggi dan dihargai dalam Islam, baik itu yang diperoleh melalui riset irfani (mujahadah dan muraqabah), ijbari (eksperimen dan penalaran logis), burhani (pengamatan, wawancara, dan kuesioner), serta jadali (logika).

Mengingat ilmu merupakan sumber penerangan kehidupan manusia dan kemampuan memberikan jalan sukses dalam kehidupan. Oleh karena itu, kunci utama dimulai dari pendidikan.

Pendidikan idealnya digunakan untuk mengembangkan orang- orang yang lebih manusiawi. Jika dilihat dalam paradigma kontekstual al quran, maka pendidikan yang manusiawi itu terdapat dalam Surat An- Nisa ayat 63:

اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَعۡلَمُ اللّٰهُ مَا فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ فَاَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ وَعِظۡهُمۡ وَقُلْ لَّهُمۡ فِىۡۤ اَنۡفُسِهِمۡ قَوۡلًاۢ بَلِيۡغًا

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

” Mereka itu adalah orang- orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.” (QS: An-Nisa’: 63)

Dalam konteks ayat tersebut, ada dua nilai utama yang disampaikan:

Pertama, nilai-nilai humanis- transenden (khusus), khususnya, nilai- nilai agama dalam pendidikan.   Nilai-nilai humanis ini, menurut Mas’ud dalam (Dewi Herti, 2002, hal. 193) adalah gagasan keagamaan yang memanusiakan manusia, sekaligus inisiatif untuk memanusiakan ilmu pengetahuan dengan tetap menekankan akuntabilitas hablum minallah dan hablum minannas.

Gagasan yang dapat diwujudkan dalam bidang pendidikan adalah nilai pendidikan humanis- religius. Ide ini sangat menekankan pada akuntabilitas, pengetahuan yang tinggi, akal sehat, kemandirian individu, dan rasa hormat satu sama lain.

Untuk membangun kembali pemikiran humanis dalam pendidikan, al- muhafadhotu alal- Qadim as- Shalih wal- akhdzu bil- Jadid al- Ashlah (menjaga tradisi baik masa lalu dan mengadopsi tradisi yang lebih baik) adalah pedoman yang ideal.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa surat An- Nisa ayat 63 menguatkan prinsip-prinsip moral. Pendidikan humanisme harus mengutamakan nilai-nilai spiritual peserta didik di samping komponen fisik.

Hal ini dilakukan dalam upaya menggugah peserta didik untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Kedua, nilai pendidikan humanis, ini adalah metode memperlakukan orang yang bertujuan untuk membebaskan mereka dari belenggu kebodohan, menyingkirkan sikap negatif, dan mengubah mereka menjadi manusia seutuhnya.

Hal ini sejalan dengan penegasan Dr. Emilda Sulasmi, M.Pd., yang menyatakan bahwa kebebasan pendidikan berarti memberdayakan peserta didik dan membimbing mereka menuju kesadaran diri (2022, hal. 31).

Strategi kedua ini menjadi gambaran bagi seluruh pendidik saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. Setiap peserta didik memiliki metode yang unik dalam melakukan pembelajaran, karena berbeda latar belakang dan sifat, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Dalam Tafsir Al- maraghi, dijelaskan bahwa dalam Surat An- Nisa ayat 63 juga memuat nilai-nilai psikologis jika mengacu pada cara- cara Allah yang telah dimanifestasikan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam dakwahnya. Pendidik harus mengikuti contoh ini.

Untuk mengajarkan humanisme, pendidik harus mampu memahami jiwa setiap peserta didik. Hal ini harus dilakukan agar setiap peserta didik berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia sebagai hasil pendidikannya.

Setiap peserta didik, pada kenyataannya, memiliki potensi dan pendekatan yang unik untuk menggunakannya. Setiap Peserta didik perlu berkembang menjadi manusia seutuhnya, sehingga harus ada mentalitas humanistik.

Cara terbaik untuk melaksanakan pendidikan humanis adalah dengan mengadopsi sikap cerdas terhadap pemahaman, menghormati, dan selalu menempatkan peserta didik sesuai dengan kemampuan mereka.   Oleh karena itu, pendidikan humanis mengartikan belajar sebagai proses kemanusiaan. Sehingga pendidikan harus mengandung “ humanistic aspect of literacy ”.

Selanjutnya,di era digital ini, untuk menjadikan peserta didik yang utuh dan berakhlak mulia, sudah saatnya konsep “Humanistic tutoring and Learning”  diimplementasikan dalam lembaga pendidikan.*/ Tgk. Syamsul Bahri, Ketua PAC Pergunu cabang Darul Imarah Aceh Besar dan pengurus Dayah Samudera Pasai Madani (DSPM) Aceh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pendidik humanisPendidikanpengajar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Prancis Menyatakan Pemerintahan Macron Gagal Menyediakan Masker Covid-19
Tulisan selanjutnya Lebih dari 300.000 Orang telah Tewas Akibat Perang di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?