Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Ijazah Palsu dan Gagalnya Ketauladanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2022 13:29 1:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2022 13:29
Bagikan
Bagikan

Jika kasus ijazah palsu ini benar, maka, pembiaran benih kebohongan ini akan menjadi budaya yang dinggap biasa dan diberlakukan pada praktek-praktek lainnya

Oleh: Abdullah Abubakar Batarfie

Hidayatullah.com | FENOMENA penggunaan “ijazah palsu” bukan sesuatu yang baru di tanah air, bahkan tidak sedikit dari pelakunya yang terjerat oleh hukum. Motif penggunaannya pun berbeda-beda sesuai kepentingan individu bersangkutan yang berasal dari berbagai kalangan.

Di antaranya tokoh masyarakat yang selama ini berkiprah pada bidang keagamaan, pendidikan maupun dalam organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.

Biasanya terbongkarnya kebohongan penggunaan ijazah palsu ditemukan, manakala salah seorang politisi saat akan memasuki tahapan verifikasi berkas untuk suatu tujuan. Misalnya dalam konteks pilkada maupun Pileg.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Tahapan verifikasi berkas inilah yang bakal menjadi momen paling menakutkan yang lambat tapi pasti, akan menghabisi karirnya. Namun demikian, gelar sarjana dari ijazah palsu tersebut ada juga yang tetap dipaksakan disandangnya demi nama baik dan popularitasnya, semisal Insinyur (Ir), Sarjana Tekhnik (S.T), dan gelar-gelar lainnya. 

Kasus serupa juga saat ini tengah menjadi isu hangat di tanah air, pasalnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dilaporkan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terkait adanya dugaan penggunaan ijazah palsu saat mengikuti pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019. Meski gugatan itu belum tentu terbukti benar, dan bahkan oleh sebagian orang gugatan yang dianggap mengada-ngada, tapi kasus pemakai ijazah palsu itu memang nyata ada.

Selain bermasalah secara hukum dan menjadi ganjalan karir seseorang sebagai sebuah persyaratan yang tidak dapat terpenuhi, secara moral kasus seseorang yang menggunakan ijazah palsu dengan cara membeli atau menggunakan cara apapun, menunjukan pelakunya telah melakukan suatu perbuatan yang tidak terpuji, cacat moral dengan menciderai nilai-nilai dan ajaran yang berakhlaqul karimah. Terlebih bila orang tersebut berada dibawah naungan sebuah organisasi kemasyarakatan Islam.

Ketidak jujuran akademik inilah yang apabila ada dalam diri setiap orang, unsur penipuan atau kebohongan publik tersebut sudah dapat dijadikan dasar agar orang itu sudah sepantasnya untuk tidak dipercayai oleh masyarakat. Syukur-syukur ada kesadaran dalam diri pelakunya untuk enggan menduduki jabatan apapun, terutama dalam menahkodai umat.

Orang seperti ini karena perbuatannya telah gagal menunjukan kepribadiannya sebagai suri tauladan dengan menjadi publik figur.Kasus serupa bila pemalsuan ijazah palsu itu semisal dilakukan oleh seseorang yang mengurusi kegiatan bidang pendidikan.

Ini tentu akan lebih memalukan lagi, bahkan dipandang dapat berbahaya bagi kelangsungan dunia kependidikan yang sedang digelutinya. Bagaimana tidak, ijazah palsu tersebut dapat disuburkan benihnya untuk mendongkrak prestasi palsu, dengan menghalalkan segala cara guna mendulang pujian dari khalayak. 

Semoga saja adanya kebohongan publik melalui cara-cara yang tidak halal, adanya kepemilikan ijazah palsu yang disandang oleh para pegiat pendidikan. Terlebih lagi ia merupakan seseorang yang lolos dalam pemilihan kepala daerah, bahkan Presiden sekalipun.

Itu semua kita harapkan tidak akan terjadi lagi karena bertentangan dengan moral sebuah bangsa dan ajaran agama. “Lebih baik jujur tidak berijazah daripada berijazah tetapi tidak jujur”. 

Benih kebohongan akan menjadi budaya yang dinggap biasa dan diberlakukan pada praktek-praktek lainnya, karena bohong dianggap seuatu yang lumrah demi meraih ambisi, ego dan kekuasaan. Maka orang seperti ini dapat dikategorikan sebagai figur mardud.*

Ketua Pusat Dokumentasi & Kajian Al-Irsyad Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ijazah palsu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Resmi Jadi Tahanan, Ferdy Sambo: Saya Menyesal Sangat Emosional
Tulisan selanjutnya Ethiopia Serahkan WN Eritrea Tersangka Penyelundup Manusia ke Belanda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?