Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

MEA, Ancaman atau Tantangan bagi Ormas Islam? [1]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 7 Februari 2016 22:20 10:20 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Februari 2016 07:00
Bagikan
Bagikan

MASYARAKAT Ekonomi ASEAN atau MEA, merupakan istilah yang sering kita dengar akhir-akhir ini. Istilah ini seringkali muncul di berbagai macam media massa, cetak maupun elektronik.

Mungkin kita lebih dahulu mengenal istilah Masyarakat Ekonomi Eropa yang telah lahir lebih dari 5 dekade yang lalu. Secara umum keduanya hampir sama. Yang membedakannya hanyalah letak geografisnya, antara Eropa dan Asia Tenggara (ASEAN).

Tahun 2016 ini, MEA telah mulai diberlakukan di Indonesia. Sayangnya banyak kalangan masyarakat yang masih awam tentang apa itu MEA dan bagaimana sistemnya berjalan.

Timbul pula pertanyaan, apa peluang dan tantangan serta dampaknya bagi masyarakat luas termasuk berbagai organisasi massa Islam di Indonesia?

MEA, secara singkat, bisa diartikan sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN. Artinya, semua negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara alias ASEAN menerapkan sistem perdagangan bebas.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Indonesia dan seluruh negara ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian MEA tersebut, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah ASEAN Economy Community atau AEC.

Secara umum, MEA diartikan sebagai suatu masyarakat yang saling terintegrasi satu sama lain, dalam hal ini antara berbagai negara ASEAN. Dimana di situ terjadi perdagangan bebas antar negara yang telah disepakati bersama para pemimpin negara-negara ASEAN.

Hal ini bertujuan untuk mengubah ASEAN menjadi kawasan yang lebih stabil, makmur dan kompetitif dalam pembangunan ekonomi.

Dalam website resminya, ASEAN menyatakan bahwa MEA merupakan tujuan dari integrasi ekomoni regional kawasan Asia Tenggara,  yang diberlakukan pada tahun 2015.

Karakteristik MEA meliputi empat hal, yaitu: berbasis pada pasar tunggal dan produksi, kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, wilayah pembangunan ekonomi yang adil, dan kawasan yang begitu terintegrasi dalam hal ekonomi global.

Peluang Ekspansi Dakwah

Setelah mengetahui deskripsi sederhana tentang MEA, perlu diketahui dampak positif dan negatif dari MEA bagi Indonesia, khususnya ormas Islam.

Setidaknya, hemat penulis, masing-masing ada dua dampak positif dan negatif yang dimaksud. Dari situ, akan diketahui apa saja kekuatan dan kelemahan, serta tantangan dan peluang yang akan hadapi umat Islam.

Dampak positif dimaksud, bisa dicermati dari penjabaran oleh sebuah situs online berikut:

Asia Tenggara merupakan pasar besar yang begitu potensial dan juga menjanjikan. Luas wilayahnya sekitar 4,5 juta kilometer persegi, dengan jumlah penduduk mencapai 600 juta jiwa.

Angka yang cukup besar itu memberikan peluang bagi ormas-ormas Islam di Indonesia untuk menambah jumlah SDM-nya. Bukan hanya SDM dalam negeri, namun juga dari luar negeri.

Ormas-ormas Islam pun mendapat kesempatan untuk memperluas ekspansi dakwahnya ke negara-negara yang tergabung dalam MEA.

Dampak positif selanjutnya bisa dilihat dari penjelasan berikut:

“MEA memberikan peluang kepada negara-negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan kecepatan perpindahan sumber daya manusia dan modal yang merupakan dua faktor produksi yang sangat penting.”

Kecepatan perpindahan SDM dan modal tersebut memberikan satu keuntungan tersendiri bagi ormas-ormas Islam, yaitu dengan mengirimkan para dainya ke seluruh penjuru negara-negara ASEAN.

Selain itu, pembangunan cabang-cabang ormas Islam di luar negeri akan sangat mudah karena dampak positif dari MEA tersebut.* BERSAMBUNG

Bilal Tadzkir

Artikel ini sebagian isinya pernah menjadi tugas makalah penulis pada sebuah sekolah tinggi ilmu ekonomi di Depok

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANdakwahMasyarakat Ekonomi ASEAN
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atas Desakan Masyarakat, Pesta Homoseksual di Surabaya Dibatalkan oleh Polisi
Tulisan selanjutnya MEA, antara Ancaman dan Tantangan bagi Ormas Islam [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

Berita
9 Juli 2026 18:30
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?