Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Perzinaan, Warisan 3 Pesohor Indonesia untuk Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2010 12:47 12:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2010 12:47
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dija*

AKHIRNYA kata “maaf,” terlontar berulang kali dari mulut dua wanita cantik selebritas Indonesia yang tubuh telanjangnya menghiasi 3 rekaman video hubungan perzinaan dengan seorang pria yang sama.

Meskipun “Culun” (singkatan tepat, untuk Cut Tari dan Luna Maya, juga bisa berarti bodoh dalam bahasa gaul) tidak mengakui secara langsung bahwa mereka adalah pelaku video mesum artis yang menghebohkan jagat sejak peredarannya di dunia maya, kata maaf yang disampaikannya di hadapan para awak media itu telah menunjukkan bahwa memang mereka adalah pelakunya.

Sebenarnya, tanpa pengakuan dan permintaan maaf, sebagian besar orang sudah yakin 100% bahwa Culunlah pemilik tubuh wanita dalam adegan-adegan yang telah menghipnotis pikiran kotor banyak orang, termasuk anak-anak itu.

Sekuat dan dengan cara serta dalih apapun mereka menyangkal, sejarah telah mereka ukir, tidak hanya dalam bentuk multimedia, tapi juga dalam pikiran dan angan jutaan anak manusia. Lebih jauh, perbuatan asusila mereka tidak hanya terbayang dalam benak, bahkan telah ditindaklanjuti dalam kenyataan oleh para pemerkosa.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Tidak hanya itu, trauma dan bencana kehidupan secara tidak langsung mereka ukir pula dalam diri masing-masing korban perkosaan yang pelakunya terilhami oleh video perzinaan seorang pria bernama Nazriel Irham (Ariel) dengan kedua wanita “culun” tersebut.

Setidaknya ada 40 kasus pemerkosaan anak Indonesia terjadi semenjak video mesum itu beredar di masyarakat sejak Mei lalu.

“Ariel-Culun” bahkan melahirkan kata baru dalam dunia kebahasaan. Kosakata “Peterporn” pastinya akan dikenal entah hingga berapa masa ke depan. Karena sebagaimana diberitakan, rekaman video asusila ketiga warga Indonesia itu telah dimasukkan dalam situs penyedia konten pornografi di luar negeri, setelah sebelumnya menghiasi trending topic mesin-mesin pencari di dunia maya. Media massa cetak dan elektronik, serta berbagai media milik pribadi, seperti blog dan laman di situs jejaring sosial, telah memuat berita dan cerita tentang “Peterporn.”

Setiap orang mengukir sejarah dengan apa yang diperbuatnya, dan selalu ada yang menjadi korban dari setiap sejarah buruk yang ditorehkan. Jamaknya sejarah, ia akan berulang seperti kata pepatah “history repeats itself”. Oleh karena sejarah buruk itu telah terukir, adalah tangungjawab kita untuk melindungi generasi mendatang dari bahayanya.

Pemblokiran situs pornografi, penangkapan pengedar video porno, pemusnahan CD dan aneka media rekaman hingga razia ponsel anak-anak sekolah mungkin bisa sedikit menahan laju dampak negatif kebejatan 3 tokoh idola yang digandrungi anak-anak muda itu. Sanksi hukum buatan manusia mungkin tidak dapat menjerat dan menimbukan efek jera bagi pelaku dan pengedar video mesum. Tapi akan lebih efektif jika pikiran-pikiran masyarakat yang telah dikotori oleh para pelaku pornografi bisa dibersihkan.

Bukan hanya ulama, presiden, pemerintah atau polisi yang harus membersihkan pikiran dan perilaku masyarakat yang telah dicemari oleh perbuatan nista itu.

Masing-masing individu yang harus membersihkannya, dengan cara mematuhi aturan agama dan norma kesusilaan masyarakat. Buang dan jauhi materi-materi pornografi dari kehidupan sehari-hari.

Tentunya tidak seorang pun yang ingin dikenang sebagai pezina atau penikmat perzinaan, seperti apa yang telah diukir dalam sejarah oleh ketiga artis Indonesia tersebut.

Mudah-mudahan, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya para pelaku. Wallahu a’lam.

*)Penulis pemerhati gerakan antimaksiat, pengelola laman Kampanye Moral KUVi (Keep Your Virginity) di Facebook, tinggal di Bogor.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya TNI Berniat Latih Santri Sebagai Prajurit
Tulisan selanjutnya Mavi Marmara Diusulkan Jadi Hotel Terapung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!

Berita
11 September 2026 21:36
Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?