Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

“Teroris Agama”, (Tak Ada) Agama “Teroris”!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2011 09:52 9:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2011 09:52
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ilham Q. Moehiddin

Ksatria Templar, Hollywood dan Islam

ANDA mungkin akan terkejut jika mendapati fakta bahwa kelompok-kelompok yang bergerak seperti Ksatria Templar, Zionis, Jamaah Islamiyah atau al-Qaidah, jumlahnya tidak sedikit, dan bahkan mendapat dukungan rahasia dari beberapa negara.

Penulis pun mengira kuat, pembaca pasti pernah mendengar bahwa negara Komunis-Sosialis Cuba kerap ‘meng-ekspor’ tentara dan intelijennya di berbagai negara dunia ketiga sekadar hendak membantu perlawanan rakyat atas pemerintahan boneka buatan Amerika Serikat. Sejarah pun mencatat kemerdekaan Afrika Selatan tidak lepas dari peran militer Cuba dan Fidel Castro.

Pun, Anda bisa terperanjat jika tahu bahwa dana-dana yang mengalir, yang kemudian digunakan dalam operasi kelompok-kelompok radikal itu juga datangnya dari sebuah faksi Zion yang berlawanan dengan kebijakan internasional Amerika Serikat di beberapa negara dunia ketiga dan semenanjung Arabia, termasuk Afrika, Asia dan Asia Tenggara.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sejak kelompok lobi Zion pecah menjadi dua faksi karena timbulnya friksi keras terhadap bagaimana seharusnya mereka bersikap atas berbagai kebijakan Amerika Serikat, maka sejak itu pula baik dana dan sumberdaya manusia Zion pun pecah menjadi dua aliran keras. Kelompok Zion yang satu tetap mendukung kebijakan Amerika Serikat yang telah final agar tetap eksis, sedang kelompok Zion yang lain memilih menolak semua tindakan dalam kebijakan internasional Amerika yang mengancam eksistensi penyebaran pengaruh Yahudi secara politis dan ekonomi.

Friksi ini diperparah dengan ikut terpecahnya aliran dana yang selama ini menggerakkan lobi-lobi dan kepentingan Zion di Amerika, Eropa dan Timur Tengah.

Nah, sampai disini, kita mungkin mulai tergerak untuk memahami bahwa siasat-strategi Silent War sesungguhnya hanya menggunakan simbol-simbol dan dogma-dogma agama Islam yang sengaja diformat buruk untuk digunakan sebagai senjata.

Dunia mungkin belum melupakan aksi unbomber dari Amerika Serikat bernama Theodore John Kaczynski, yang melancarkan aksi teror bom selama 18 tahun (Mei 1978 – April 1996), yang menewaskan tiga orang, melukai 23 orang lainnya, dan meluluhtantakkan berbagai fasilitas bertehnologi tinggi Amerika Serikat serta sejumlah korporasi yang diklaim oleh Theodore John Kaczynski ikut bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan, seperti perusahaan kehutanan.

Dan perburuan terhadap Theodore John Kaczynski, diakui sebagai perburuan paling mahal sepanjang sejarah Badan Investigasi Federal (FBI) dan pemerintah Amerika Serikat. Sebelum tertangkap, badan intelijen Amerika menyebut bahwa aksi-aksi itu dilakukan kelompok yang menamakan dirinya Freedom of Cristian (FC). Malah FBI menunjuk hidung kelompok yang pernah melakukan makar dalam olimpiade Munich, Black September.

Tapi ternyata dugaan ini keliru, bahwa sesungguhnya pelakunya hanya seorang lelaki — paling tidak lembaga intelijen Amerika Serikat meyakininya seperti itu— doktor matematika dan lulusan terbaik Universitas Harvard.

Sampai Theodore John Kaczynski di vonis hukuman seumur hidup dan ditempatkan di sebuah penjara berpengamanan maksimum, tidak seorang pun yang berhasil membujuknya mengungkapkan apa sebenarnya yang mendorong seorang yang pintar dan terdidik itu seketika menjadi seorang anti-tehnologi.

Terlepas dari motifnya, pemerintah Amerika Serikat tidak pernah mencap Theodore John Kaczynski sebagai teroris dari sayap fundamentalis Kristen atau Yahudi, dan FC tidak dicap sebagai kelompok teroris Kristen.

Yang paling baru, adalah kenyataan bahwa kelompok teroris, fundamentalis dan garis keras Kristen, Ksatria Templar, Freemasonry telah melakukan aksi terorisme yang menewaskan 93 orang di Oslo dan Pulau Utoya, Norwegia.

Pemuda Kristen fundamentalis, Anders Behring Breivik, mengatakan kepada hakim dalam sidang perdananya Senin (25/07/2011) bahwa aksi teroris yang dilakukannya bertujuan menyelamatkan Eropa dari Muslim. Setelah sebelumnya Breivik mengaku bertindak sendiri, pada akhirnya ia mengungkapkan di persidangan, bahwa masih ada “dua sel lagi” di dalam organisasi besar Freemasonry di mana dia menjadi anggota.

Disampaikan oleh hakim Kim Heger yang memimpin persidangannya, bahwa Breivik adalah Templar Knight (Ksatria Templar) yang merupakan Pasukan Salib dalam gerakan Freemasonry.

Dan, yang pasti, serangan kelompok teroris Templar-Freemasonry ditujukan untuk membangun kebencian pada dunia Islam.

Breivik menuding pemerintah yang berkuasa telah mengkhianati negara Norwegia dengan melakukan “impor massal” Muslim. “Tujuan serangan itu adalah memberikan sinyal yang lebih kuat kepada rakyat,” kata hakim mengutip perkataan Breivik.

Untuk diketahui bahwa Templar Knight adalah sayap bersenjata gerakan terorisme Freemasonry International. Sayap bersenjata ini sudah eksis sejak perang salib dikobarkan Paus Urbanus II, yang dilanjutkan oleh Paus Eugenius III yang didukung kuat oleh raja Prancis Louis VII dan raja Jerman Condrad II.

Gerakan-gerakan teroris Templar memang tidak begitu nampak, dikarenakan gerakan bawah tanah mereka yang sistematis dan ambigu, dan terbungkus oleh kuatnya kampanye anti-Islam dalam kampanye-hitam Amerika Serikat soal terorisme.

Akibat kecerobohan mereka sendiri, sehingga terungkaplah gerakan terorisme Templar ini, maka membuka kemungkian baru di hadapan dunia, bahwa besar peluang kejadian di Eropa selama ini adalah ulah kelompok teroris Templar.

Pemboman London 7 Juli 2005. Pemboman yang melukai 700 orang dan menewaskan 50 orang lain, terjadi saat para pemimpin negara industri Kelompok Delapan sedang mengadakan pertemuan di Skotlandia dan satu hari setelah London diputuskan menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2012.

Tanpa memverifikasikannya dengan pihak keamanan Inggris, Televisi Skynews dan Majalah Jerman, Der Spiegel menyebut dalam laporan mereka bahwa peledakan itu dilakukan oleh sebuah grup tak dikenal bernama “Organisasi Rahasia al-Qaida – Organisasi Jihad di Eropa”. Laporan yang dipenuhi keraguan oleh medianya sendiri.

Pemboman di Bandar Udara Domodedovo, Rusia yang terjadi pada 25 Januari 2011, yang menewaskan 35 orang dan melukai ratusan lainnya, disebutkan bahwa Pemerintah Rusia sedang melakukan penyelidikan terhadap kelompok pemberontak Kaukasus Utara, Nogai Dzhamat. Pemerintah Rusia diliputi keraguan akan siapa sesungguhnya pelaku pemboman di negerinya.

Artinya, sampai detik ini, tidak ada bukti kuat yang mengarahkan dua pemerintah, Inggris dan Rusia perihal siapa sesungguhnya pelaku pemboman di wilayah mereka. Sehingga pantas pula tuduhan ini diarahkan pada kelompok teroris Templar, kelompok fundamentalis Kristen Eropa, atau kelompok teroris Zion Eropa yang selama ini mendasarkan tindakannya pada kebenciannya terhadap Islam.

Bukan karena ketika Theodore John Kaczynski dengan FC-nya, atau ketika Anders Behring Breivik yang menjadi anggota kelompok teroris Templar, melakukan aksi-aksinya, dunia belum diperkenalkan tentang perang melawan terorisme oleh Amerika Serikat, tetapi memang pemerintahan Amerika Serikat yang dipenuhi kepentingan sekuler-kapitalistik dan lobi Zion, menolak mencap bahwa ada pula kelompok-kelompok terorisme dalam tubuh Kristianisme dan Judaisme sebagai agama. Menolak menerima kenyataan bahwa radikalisme-terorisme juga berkembang pesat dan maju di dua agama itu.

Padahal perang terhadap terorisme bukan merupakan isu baru di Amerika Serikat. Secara domestik, isu ini sudah dikumandangkan sejak pembunuhan atas presiden Amerika Serikat, John F Kennedy. Ungkapan, bahwa Amerika Serikat tidak bernegosiasi dengan terorisme adalah ungkapan yang populer secara domestik sejak tahun 60-an, bahkan banyak dikutip dalam dialog di film-film Hollywood.

Industri perfilman Hollywood-lah yang juga memberi stereotype jahat dan penuh kekerasan terhadap dunia Islam dan simbol-simbol Jihad. Tidak terhitung jumlah film-film produksi Hollywood yang menyuguhkan adegan-adegan kekerasan, penyanderaan, aksi terorisme yang digambarkan dilakukan oleh orang-orang Muslim, atau dengan mengeksploitasi simbol-simbol (baik bahasa dan kebudayaan) ke-Islam-an.

Citra buruk yang dibangun tentang jihad, fundamentalisme, harem, sistem pemerintahan Islam, kebudayaan, seketika merubah pandangan dunia tentang bagaimana sesungguhnya Islam.

Pemerintah Amerika Serikat berhasil mengubah wajah industri film menjadi industri propaganda dengan tujuan menjelek-jelekkan agama, bahkan pemerintahan tertentu yang tidak mereka sukai atau yang tidak mau sejalan dengan kebijakan luar negeri mereka. Pemerintahan George W Bush (Jr.) yang mempopulerkan isu domestik terorisme ke seluruh dunia, sebagai penanda berakhirnya ancaman sosialis-komunisme terhadap kepentingan mereka, dan dimulainya era ancaman baru: dunia Islam.

Aksi teror terhadap eksistensialisme dan nilai-nilai Islam, serta orang-orang Muslim pun dimulai.* (bersambung tulisan KETIGA)

Penulis adalah seorang jurnalis dan kolomnis

/Tulisan PERTAMA/

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DNA Firaun Mirip Orang Eropa
Tulisan selanjutnya Bayi Tak Sebaiknya Diberi Susu Sapi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Anwar Ibrahim Malaysia Hamas
Berita

Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’

Berita
14 September 2026 11:39
Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031

Terbaru

  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
  • Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
  • Bukan Sekadar Ngaji, Ini Cara Baru Belajar Islam ala SPI
  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?