Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kenapa Tak Berkurban?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 September 2015 10:32 10:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 September 2015 10:32
Bagikan
Bagikan

10 ZULHIJJAH 1436 H kian dekat. Kita akan laksanakan hari raya besar, Idul Adha. Ibadah haji dan berkurban sebagai penyempurnanya. Haji rukun Islam kelima. Wajib bagi yang mampu.

Mampu secara materi dan niat yang kuat. Jika belum mampu berhaji, maka berkurbanlah. Menyembelih hewan sebagaimana diajarkan Nabi Ibrahim.

Biaya berhaji lebih mahal dari berkurban. Tergantung dari mana berangkatnya. Kalau dari Indonesia tahun ini sekitar Rp37 juta. Kalau berangkat dari sekitar Arab tentu biaya semakin kecil. Walaupun mahal tapi lama juga antrinya.

Biaya berkurban di Indonesia hanya sekitar Rp 2 juta seekor kambing, Rp 14 juta seekor sapi. Bisa kurang atau lebih tergantung daerah juga.

Bagi yang beternak kambing atau sapi tinggal disembelih dengan niat kurban. Tapi banyak orang tak mengamalkannya. Padahal hanya sekali setahun diperintahkan.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Kenapa tak berkurban? Beli rokok setiap hari Rp 15 ribu terasa sangat ringan. Setahun menghabiskan uang Rp 5.475.000. Tembakau hanya untuk dibakar dan diisap lalu habis. Kita dapat penyakit, begitu pun orang sekitarnya.

Berkurban hanya Rp2 juta setahun malah enggan, padahal bisa selamatkan kita dari api neraka.

Kenapa tak berkurban? Kadang mampu setiap tahun ganti gadget terbaru. Harga gadget dengan fitur lengkap mana ada yang murah. Keluarkan uang Rp 5 juta itu biasa. Yang penting bisa bergaya.

Berkurban hanya Rp 2 juta mikir-mikir, Hari Tasyrik berakhir, kurban tak jadi. Padahal ibadah kurban adalah media komunikasi kita dengan Allah. Kepedulian terhadap sesama manusia.

Kenapa tak berkurban? Beli pulsa untuk paket gadget sebulan mampu Rp 200 ribu. Setahun habis Rp 2,4 juta. Itu minimal. Digunakan pun kadang untuk yang tak bermanfaat. Nabung buat kurban sebulan cuma Rp 170 ribu mana pernah direncanakan.

Kenapa tak berkurban? Padahal lu kan biasa nongkrong di coffee shop dua kali seminggu. Sekali nongkrong ya keluar duit setidaknya Rp 50 ribu. Kalau traktir teman tiga orang jadi Rp 200 ribu dong. Kalau itu rutin sepanjang tahun, udah berapa coba?

Hanya buat ngopi doang. Nabung kurban malah gak pernah. Pas mau Idul Adha keluarin Rp 2 juta dibilang berat. Kita gak bawa kopi di hari akhir, bro!

Simak nih hadits Nabi. “Tidak ada perbuatan yang paling disukai Allah pada hari raya haji selain berkurban. Sesungguhnya orang yang berkurban akan datang pada hari kiamat dengan membawa tanduk, bulu dan kuku binatang kurban itu. Dan sesungguhnya darah kurban yang mengalir itu akan lebih cepat sampai kepada Allah dari pada darah itu jatuh ke bumi, maka sucikanlah dirimu dengan berkurban.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kenapa tak berkurban? Padahal kan bisa ke pusat kebugaran setiap pekan. Fitnes dan main golf, enteng aja bayarnya. Rutin juga ke tempat perawatan dengan alasan kecantikan. Spa, salon, facial dan message selalu siapkan uang.

Belum lagi shopping baju setiap bulan. Pergi liburan tiap sebentar. Giliran mau bayar kurban alasannya tabungan sudah menipis.

Kenapa tak berkurban? Beli bensin, solar atau pertamax buat motor dan mobil buat keluyuran lancar aja tiap hari. Padahal kalau mau nabung buat ikut ibadah kurban sehari hanya Rp 6.000. Tak terasa jika kalau konsisten setahun bakal terkumpul Rp 2 juta.

Kadang hidup kita memang sangat konsumtif. Padahal rezeki datang dari Allah tanpa henti. Gaji dan bonus sebagai karyawan, keuntungan bisnis, penambahan aset dan bisa nabung. Semua adalah titipan Allah. Bukan seutuhnya milik kita.

Memang kita yang mengusahakan dengan bekerja. Ketika kita diperintahkan beribadah dengan mengeluarkan sedikit harta saja kenapa sering mengelak? Seribu satu alasan.

Kurban ibadah yang sudah dilakukan sejak Nabi Ibrahim. Esensi kurban bukan hanya sekedar menyembelih hewan, namun bagi pekurban menyembelih sifat kebinatangan/ego/hawa nafsu. Selain itu juga berbagi untuk orang lain. Bahwa hewan disembelih, dagingnya dibagikan ke orang lain. Bukan sepenuhnya dimakan sendiri.

Ibadah kurban ini kembali kepada niat yang kuat. Buktinya Sahati, seorang pemulung di Sukabumi aja bisa berkurban setelah tujuh tahun menabung. Mak Yati, seorang pemulung di Jakarta menabung tiga tahun hingga akhirnya bisa berkurban dua ekor kambing.

Rasanya sangat malu kita yang diberikan rezeki lebih tapi tak berkurban lagi di tahun ini. Bisa jadi ini kesempatan terakhir berkurban kita. Nah!*/Musfi Yendra, Kepala Cabang Dompet Dhuafa Singgalang.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkurbanidul adha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Prancis Tutup Penyelidikan Kematian Yassir Arafat
Tulisan selanjutnya Kepala Sekolah Diimbau Waspadai Fitnah Uang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?