Hidayatullah.com–Sebanyak 46 orang kepala sekolah se-Indonesia mengikuti pelatihan kepemimpinan pertama Hidayatullah Training Center (HiTC) di Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat. Pelatihan ini berlangsung pada Jumat–Rabu (28/08–02/09/2015).
Pada hari terakhir saat acara penutupan, para kepsek dipesankan agar berhati-hati dalam menjalankan amanahnya. Terutama dalam menghadapi berbagai fitnah, seperti wanita dan uang.
“Ini kepala sekolah, kan, setiap hari berhadapan dengan siapa pun. Ini warning (peringatan). Harus tundukkan pandangan itu saat melihat wanita,” ujar Ustadz Abdurrahman Muhammad dalam tausiyahnya sebelum penutupan.
Apalagi, lanjut Pimpinan Umum Hidayatullah itu, kalau sampai kepala sekolah pegang uang sekolah, mesti berhati-hati.
Ustadz Abdurrahman sempat mengkritik sekolah yang menarik pembayaran uang gedung, padahal sekolah tersebut sudah punya gedung.
Dipesankan pula, para kepsek sebaiknya fokus dalam dunia pendidikan. Jangan sampai terganggu dengan kesibukan berbisnis dan berpolitik, misalnya.
“Tekuni saja sebagai guru. Yakini bahwa dengan pekerjaanku ini akan melahirkan orang besar, orang hebat. (Yakini) bahwa pekerjaan saya ini sudah hebat,” pesannya.
“Lahirkanlah pemimpin, wahai guru-guru mulia. Lahirkanlah orang-orang shaleh, wahai guru-guru mulia,” kata Ustadz Abdurrahman penuh tekanan.
Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, panitia inti acara, Ustadz Naspi Arsyad menyampaikan agar para kepsek meningkatkan kualitas bacaan al-Qur’annya.
“Salah satu syarat menjadi kepsek (di) Hidayatullah adalah bacaaan al-Qur’annya memenuhi syarat untuk menjadi imam shalat Shubuh, Maghrib, Isya, dan tahajud (jika berjamaah. Red),” ujarnya.
Menurutnya, semua kepsek pada pelatihan itu mampu seperti yang diharapkan. “Ini bisa menjadi nilai lebih,” ujar pria yang juga Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah ini.
Pelatihan yang mengusung tema “Membangun Komitmen dan Kompetensi Kader” ini meliputi berbagai materi, termasuk psikotest. Pesertanya dari berbagai sekolah di bawah naungan ormas tersebut.
Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Sekjen PP Hidayatullah Ir Abu A’la Abdullah. Ia berharap, kelak dari sekolah-sekolah Islam lahir para kader yang mumpuni mengatasi masalah umat.*