Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Salah Paham Media Barat dalam Kasus Pengungsi di Teluk [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2015 16:47 4:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2015 16:47
Bagikan
Benarkah tidak ada pengungsi ini terdaftar di salah satu negara Teluk, termasuk Arab Saudi?
Bagikan

Oleh: Anhvinh Doanvo

DALAM menghadapi kritikan dari pemuka pejuang hak un asasi manusia seperti Malala Yousafzai, yang menyebut respon orang Eropa terhadap pengungsi Suriah dengan sebutan “menyedihkan”, para pemimpin Uni Eropa telah mengusahakan untuk mengembangkan sistem tanggung jawab secara kolektif untuk para pengungsi. Saling tunjuk dan tragedi hak asasi manusia secara umum menerima tanggapan hangat dari kanselir Jerman, Angela Merkel, PM Inggris David Cameron, serta pemimpin-pemimpin lainnya dari Hongaria, Republik Ceko, Polandia, dan Slovakia.

Permasalahan yang tercipta oleh fakta-fakta mengenai tragedi hak asasi manusia ini, menimbulkan analisis yang terlihat membingungkan terhadap Arab Saudi dan Negara-negara Teluk tentang respon mereka tentang krisis yang telah berkembang di media Barat. Untungnya ada bagian teknisi yang telah menghitung jumlah pengungsi, terungkap bahwa ratusan cabang mulai dari Amnesty International hingga Brookings Institution mengklaim bahwa Arab Saudi tidak menampung satupun pengungsi–

Selama beberapa bulan terakhir, kami telah terus mempelajari grafik dan analisis seperti yang di bawah ini dari Luay Al- Khatteeb, seorang rekan dari Brookings Institution. Mereka telah menunjukkan bahwa Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan UEA rupanya tidak menampung para pengungsi Suriah. Klaim ini bahkan sudah dipublikasikan oleh hampir setiap media Barat. Pencarian sepintas terhadap sejumlah media besar seperti Foreign Policy, Washington Post, dan CNN semuanya terjebak pada mitos tersebut.

Grafis di atas pada awalnya diposting oleh Luay Al- Khatteeb, seorang peneliti yang terkait dengan Lembaga Brookings.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sumber data dari semua publikasi ini tampaknya Komisi tertinggi di PBB (UNHCR) itu sendiri, yang mencatat lebih dari 4. 000. 000 pengungsi telah terdaftar oleh UNHCR di Mesir, Iraq, Yordania, Libanon, dan Turki. Tidak ada pengungsi ini terdaftar di salah satu negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Namun, jika dilihat di halaman situs UNHCR Arab Saudi ada sejumlah catatan kaki tidak wajar yang oleh media Barat sengaja hilangkan.

UNHCR menghitung jumlah pengungsi dengan catatan hanya mereka “orang diakui sebagai pengungsi di bawah Konvensi UN 1951/ Protokol 1967, Konvensi OAU 1969, sesuai dengan UU UNHCR, orang tersebut akan diberikan perlindungan penuh dan mereka diberi perlindungan secara temporer (sementara).”

Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab bukanlah termasuk dari salah satu pihak manapun pada protokol PBB terkait para pengungsi, dan oleh karenanya, secara teknis, mereka, begitu juga dengan sebagian besar sebagian besar pengungsi, dikecualikan dari mekanisme perhitungan jumlah pengungsi yang ada.

Dan bahkan jika pernyataan kalau Arab Saudi tidak menampung seorang pun pengungsi tidak cukup aneh, seperti tidak adanya “tembok besar Arab”, banyak komentator dengan mudahnya mengabaikan fakta bahwa Negara-negara Teluk tidak termasuk dalam peta laporan UNHCR.

Seseorang yang melihat peta tersebut mungkin akan bertanya-tanya,mengapa tak ada satupun Negara Teluk di dalam grafik tersebut? Apakah tidak adanya pengungsi di Arab Saudi benar-benar terjadi karena perbatasan perlindungan yang mengherankan? Atau hanya sekedar kesalahan teknis yang telah disalahartikan oleh orang-orang terpelajar itu dengan kebohongan?

Entah bagaimana, bahkan di era di mana informasi hak asasi manusia (HAM) di- demokratisasi dan disebarluaskan, tidak adanya pengungsi Suriah di Arab Saudi lebih masuk akal daripada dugaan kesalahan manusia terhadap statistik. Ini adalah kebenaran yang tentu perlu ditangani.*(BERSAMBUNG)

Penulis asisten riset Global Initiative untuk Rakyat sipil dan Daerah konflik. Tulisan dimuat di laman www.huffingtonpost.com, Rabu, (23/09/2015)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiNegara telukpengungsipengungsi SuriahUNHCR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tren Konsumsi Muslim Global Terus Tumbuh
Tulisan selanjutnya Perayaan Idul Ghadir Bisa Jadi Basis Ekspansi Ideologi Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?