Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Berantas Kemiskinan di Indonesia dengan Disiplin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Desember 2015 12:06 12:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Desember 2015 12:06
Bagikan
Krisis ekonomi membuat rakyat makin menjerit [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc

DISIPLIN adalah salah satu syarat untuk menjalankan manajemen keuangan keluarga bagi rakyat miskin. Walau terkesan buang-buang waktu dan kegiatannya membosankan ternyata praktek keuangan tersebut berdampak positif.

Tunawisma di Amerika
Keluarga tuna wisma di Amerika tahun1939 (Dok: US Library of Congress)

Dalam sebuah riset yang ditulis oleh Profesor Steven Waker, seorang Guru Besar bidang akuntansi di Edinburgh University, Inggris, disebutkan bahwa menajemen keuangan bagi keluarga miskin dapat membantu peningkatan taraf hidup. Dalam risetnya, disebutkan sebuah studi kasus rehabilitasi ekonomi tahun 1930an setelah Great Depression besar – besaran yang menimpa Amerika saat itu.

Program rehabilitasi yang dibuat untuk membangunkan semangat 750 ribu petani di Amerika saat itu dimulai dari pemberian modal usaha dan latihan kedisiplinan dalam mengatur keuangan keluarga. Selama program pemberian modal usaha itu berlangsung, para petani (termasuk anggota istri dan anak-anaknya) diajarkan para petugas lapangan bagaimana mengatur keuangan dengan baik dari mulai menuliskan berapa hasil panen yang dijual, berapa keuntungan, untuk apa saja dibelanjakan (makan, baju, buku) hingga berapa sumbangan untuk gereja diberikan.

Setelah program berakhir, didapati para petani dan keluarganya berhasil memperbaiki taraf hidupnya. Dalam pengukuran kesuksesan program itu didapati kesimpulan bahwa salah satu faktor keberhasilan adalah karena kedisiplinan.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Disiplin ajaran Rasulullah

Banyak kisah kedisiplinan dalam Islam yang dituntun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dalam berbagai dimensi kehidupan. Ajaran beliau mempengaruhi gaya hidup banyak masyarakat Muslim pada saat awal tersebarnya Islam hingga saat ini.

Dengan sabarnya, beliau menunjukan kedisiplinan dalam shalat berjamaah, kedisiplinan dalam berumah tangga, kedisiplinan dalam peperangan, kedisiplinan dalam berbisnis, termasuk kedisiplinan dalam melakukan perkara kecil sekalipun.

Suatu amalan walaupun sedikit yang dibuat terus menerus dengan ketekunan dan disiplin yang tinggi adalah suatu yang disukai oleh Allah Subhanahu Wata’ala, seperti termaktub dalam sebuah hadits dari ’Aisyah r.a., beliau mengatakan bahwa Rasulullah Shallalhu ‘

Alaihi Wassallam bersabda, ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”’ Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya (HR Muslim No. 783).

Susahkah menanamkan disiplin itu?

Ahmad Jamaan, S.IP, M.SI seorang dosen Ilmu Politik Universitas Riau yang juga seorang aktifis kemasyarakatan berbagi pengalaman tentang hal ini. Berangkat dari pengalamannya membina masyarakat petani di Riau, kedisiplinan adalah hal yang terberat untuk ditanamkan kepada anggota kelompok petani ini. Hal tersebut dikarenakan program sejenis tidak berkesinambungan, dipenuhi dengan karakter politik penguasa yang sangat kental bermuatan proyek dan seremonial.

Menurutnya, program pembinaan bagi rakyat miskin adalah harus melalui sinergi dengan berbagai pihak dan berkesinambungan, baru kemudian disiplin dapat diterapkan dan hasilnya dapat dilihat.

Senada dengan Ahmad, Ir. Andi Ihsan Arkam, Kepala Tazkia Microfinance Centre, awalnya memang sulit untuk menanamkan kedisiplinan di kalangan keluarga yang hampir mencapai sekitar 5,000 anggota pemberdayaan ekonomi yang dibinanya di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Namun dengan ketekunan para petugas lapangan yang berbekal semangat Qurani, pembinaan kedisplinan ini disambut positif. Buktinya sejak dijalankan delapan tahun yang lalu, 99% para anggota disiplin tepat waktu dalam menunaikan kewajiban keuangannya.

Ternyata keberhasilan tersebut tidak membuat tim Tazkia puas, tahun ini bersama – sama dengan tim Sakinah Finance ingin meningkatkan praktek kedisiplinan lebih jauh lagi yaitu dengan disiplin dalam perencanaan keuangan keluarga. Kedisiplinan dalam hal ini dipercayai dapat lebih memantapkan lagi visi misi keluarga dengan tetap berkomitmen terhadap syariah. Sehingga dalam jangka panjang para keluarga miskin ini akan dapat naik kelas menjadi keluarga yang mandiri dan berkecukupan.

Bukti nyata pengentasan kemiskinan

Per bulan Maret 2015, menurut Badan Pusat Statistik ada 11,2% dari jumlah penduduk Indonesia dikategorikan miskin atau sekitar 28,59 juta orang, naik 8.6juta dari tahun sebelumnya. Artinya semakin banyak keluarga Indonesia yang tidak memiliki pendapatan yang sewajarnya untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Selagi kemiskinan masih ada di sekitar kita selagi itulah pemberantasan kemiskinan harus semakin digalakkan. Seperti kata Ali bin Thalib r.a.: “Jika kemiskinan itu manusia, akan kubunuh dia.”

Kesimpulannya jika kedisiplinan dalam manajemen keuangan keluarga adalah salah satu kunci keberhasilan bagi masyarakat miskin untuk keluar dari garis kemiskinan, ada baiknya untuk dapat dicoba terapkan pola tersebut di dalam kegiatan peningkatan ekonomi rakyat miskin di Indonesia.

Hal ini tentu saja akan memakan waktu, tenaga dan biaya tentunya tetapi dengan izin Allah akan memberikan hasil yang bermanfaat dalam jangka panjang demi menuju Indonesia yang makin sejahtera, yaitu Indonesia yang “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur” (QS Saba’ (34):15). Salam sakinah!

Sakinah Finance, Colchester, Inggris

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kedisiplinanKeluargakemiskinanKorupsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salah Menyikapi yang Furu’ Penyebab Rusaknya Persatuan
Tulisan selanjutnya Belajar dari Keteguhan Rakyat Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?