Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Antara Baliho dan Bebegig

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 November 2020 08:42 8:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 November 2020 12:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Kholid A.Harras

 

Hidayatullah.com | SALAH satu kosakata yang sedang viral di jagat politik tanah air, yakni baliho. Kosakata ini  mulai viral setelah aksi heroik pasukan khusus TNI AD menurunkan paksa ratusan baliho foto Habib Rizieq Shihab (HRS).

Seperti diakui Pangdam Jaya, Letjen Dudung Abdurahman, aksi  penurunan paksa baliho HRS di berbagai tempat strategis di DKI Jakarta tersebut atas perintahnya langsung.   Banyak orang, termasuk saya, yang mungkin menyana muasal kata ‘baliho’ dari bahasa-bahasa Eropa. Misalnya Belanda , Jerman, atau mungkin juga dari bahasa China.

Anggapan tersebut keliru.  Ternyata kata ‘baliho’   diambil dari bahasa Arab ‘ballighu’ yang artinya “sampaikanlah”. Akar katanya ‘balagha’ yg artinya  “menyampaikan”.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Seperti mafhum, dalam Islam ada hadis terkenal mengenai perintah berdakwah. Bunyinya, “Ballighu anny walau ayatan: “Sampaikan apa yang kamu dapat dariku  (Muhammad ﷺ) meskipun hanya satu ayat”. Jadi dari sinilah muasal kata ‘baliho’ ini.  Bahwa dalam proses penyerapannya terjadi perubahan bunyi atau ejaan, tentulah merupakan sebuah kelaziman.

Entah sejak kapan kata ‘baliho’ digunakan sebagai istilah dalam komunikasi periklanan yg merujuk pada media informasi/iklan luar ruangan ( outdoor advertising ). Yang pasti, sejak ditemukan printernya yang kian canggih dan biaya pembuatannya yang semakin murah, peminatnya semakin marak.

Baliho makin rerkenal terutama saat perhelatan politik seperti Pemilukada, Pileg atau  Pilpres. Di masa ini, dipastikan baliho, spanduk atau billboard akan menyesaki ruang-ruang publik negeri ini.

Boleh jadi baliho yang berisi ucapan  selamat datang kepada HRS setelah hampir 3.5 tahun dirinya ‘mukim paksa’ di KSA tidak menimbulkan masalah  jika tidak diembel-embeli pesan ajakan “Revolusi Akhlak“. Pesan itulah yg agaknya telah membuat pihak-pihak tertentu meradang kemudian berusaha menurunkan paksa baliho-baliho tersebut.

Secara denotasi frasa ”’Revolusi Akhlak” berarti “perubahan yang besar dan dilakukan secara cepat di bidang prilaku atau karakter”.  Secara konotatif  kata tersebut bisa dipersepsi secara berbeda-beda.

Bagi sebagian orang ajakan “Revolusi Akhlak” dimaknai positif karena mengajak masyarakat agar memperbaiki akhlaknya yang belum sesuai ajaran agama. Akan tetapi di mata sebagian yang lain,  ajakan tersebut dianggap sebagai perlawanan terhadap pemerintah. Pencantuman akhlak dianggap hanya sekedar kedok saja.

Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurrahman, boleh jadi termasuk kalangan yang menganggap pesan “Revolusi Akhlak” pada baliho HRS tersebut sebagai pernyataan tindak penentangan terhadap kekuasaan pemerintah yg sah. Oleh karena itu selain tegas memerintahkan penurunan baliho-baliho HRS dari seluruh DKI Jakarta, dia juga mewacanakan pembubaran FPI. Walaupun pernyataan tersebut diralatnya.

Sebagai media luar ruangan, baliho atau apapun istilah dan bentuknya, sebenarnya   bisa diibaratkan ‘bebegig’ (bahasa Sunda) alias “orang-orangan sawah”. Benar,  oleh petani  ‘bebegig’ biasanya dibuat untuk menakut-nakuti burung agar tdk memakan padi miliknya.

Tapi sejatinya di mata burung elang atau rajawali yang memang tidak suka makan padi, ‘bebegig’ tidak berpengaruh sedikit pun. Hanya burung  ‘belegug’ (bodoh) yang takut sama ‘bebegig’.*

Penulis adalah dosen FPBS UPI

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:balihobebegigbelegug
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya rakernas pks 2021 PKS Ganti Logo dan Gelar Munas V
Tulisan selanjutnya Wali Kota Bogor Bantah Intervensi Rumah Sakit Terkait Kesehatan Habib Rizieq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?