Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mimpi Harun Masiku

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 Januari 2021 17:55 5:55 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 Januari 2021 17:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

 

Hidayatullah.com | ENTAH kenapa yang muncul dalam mimpi semalam itu sosok Harun Masiku. Orang yang tidak saya kenal, kecuali namanya saja.

Harun Masiku, itu politisi PDI Perjuangan. Gagal ke Senayan, meski uang sudah banyak keluar. Gagal sebagai legislator, tapi keinginan kerasnya tidak surut. Segala cara ditempuh.

Dan mulailah atur mengatur, bagaimana cara bisa menggusur kawan separtai. Maka, itu melibatkan seorang komisioner KPU. Konon terlibat juga petinggi partainya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Tidak berhasil, dan yang tertangkap oleh komisi anti rasuah, KPK, justru komisioner KPU itu. Dan Harun Masiku lari entah ke mana, serasa di telan bumi.

Sampai semalam tiba-tiba eh tanpa dinyana ia  muncul dalam mimpi. Sama sekali tidak kelihatan seperti pelarian yang lusuh. Tetap tampil menawan, sebagaimana pada foto di poster saat sebagai calon legeslatif.

Dia tidak pakai baju merah sebagaimana warna partainya. Dalam mimpi itu ia pakai t-shirt hitam dan sepertinya dipadu dengan celana jeans. Tampilan rapi.

Saya tanya, “Abang ke mana saja?”

Jawabnya, “Ada, di seputaran Jakarta saja, kok.”

“Ya, tapi abang tahu tidak kalau selama ini dicari-cari KPK?”

“Ya tahulah, kan itu ada dalam pemberitaan. Bahkan tahu siapa saja yang mempertanyakan kemampuan KPK menangkap saya.”

“Kok Abang bisa menghilang begitu, sehingga tidak tertangkap-tangkap?” tanya saya ngebet.

“Ya kan saya memang tidak sedang dicari. Kalau dicari serius, mustahil gak tertangkap, iya kan?” songong juga nih orang pikir saya.

“Aneh ya, kok Abang seperti banyak orang sangka, memang sebagai pihak yang dilindungi. Bahkan ada yang mengatakan, tidak mungkin Harun Masiku itu bisa ditangkap… kenapa ya Bang, apa benar yang disangkakan orang-orang itu?”

Sayang belum sampai Harun Masiku menjawab pertanyaan yang semestinya bisa sedikit banyak membuka misteri di balik pelariannya, suara azan Subuh melengking dari masjid dekat rumah membangunkan, dan tentu membuyarkan mimpi bertemu Harun Masiku.

Mimpi-Mimpian Itu Semacam Dialog Imajiner

Apakah benar kisah di atas, mimpi bertemu Harun Masiku itu? Jika benar pun, tidak perlulah mimpi demikian, lalu yang bermimpi harus diperlakukan semacam Babe Heikal Hasan, yang disidik tentang kebenaran mimpinya bertemu Nabi Muhammad ﷺ.

Masa mimpi buronan Harun Masiku, harus juga dipersoalkan pihak-pihak yang akrab lapor melaporkan. Seperti kurang kerjaan saja, atau justru itu memang kerjaannya. Gak ngerti juga, ya.

Bermimpi Harun Masiku di atas, itu tentu sekadar mimpi-mimpian. Mimpi tidak sebenarnya, yang lalu bisa buat bahan tulisan. “Mimpi Harun Masiku”, itu ide penulisannya tentu dari ramai-ramai mempersoalkan kebenaran atas mimpi.

Apakah mimpi-mimpian akan juga dipersoalkan, kok gak yakin itu akan dipersoalkan ya… Meski, sekali lagi… sekali lagi ya, itu bisa dapat point jika dilaporkan.

Kelompok yang suka lapor melaporkan, itu pastinya tidak faham benar akan hadirnya Orde Reformasi, yang kreatifitas dan kekritisan adalah hal biasa di era demokrasi.

Era Orde Baru yang represif, yang menyumpal demokrasi, itu saja tidak sampai ada tragedi mimpi yang dipersoalkan, dan lalu dilaporkan pada kepolisian.

Mimpi yang diceritakan itu, sama saja dengan dialog imajiner. Adalah Christianto Wibisono, pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), suka menulis opini dengan teknik dialog imajiner. Itu di pertengahan tahun ’80an, dikenal sebagai puncak-puncaknya represif.

Tidak tanggung-tanggung, tulisan dari dialog imajinernya itu, tokoh yang diwawancarai adalah Bung Karno– saat itu membicarakan Presiden Pertama– itu “dianggap” tabu. Apalagi yang didialogkan itu, meski tersirat, berbagai hal sensitif dalam mengoreksi Orde Baru.

Entah berapa belas tulisan yang dibuatnya. Tidak tahu apakah kumpulan tulisannya itu, “Dialog Imajiner dengan Bung Karno”, itu lalu dibukukan. Tidak tahu persis.

Dialog imajinernya itu dimuat dibanyak media mainstrem. Tulisan-tulisannya itu, tidak lalu sampai sang penulis dimasalahkan. Ia terus menulis, dan aman-aman saja.

Christianto Wibisono, membangun narasi atas pertanyaan dan jawaban Bung Karno berdasar apa yang diinginkannya. Bertanya dan dijawabnya sendiri, layaknya drama monoplay, yang dimainkan seorang artis di atas pentas, dan dalam berbagai peran.

Karenanya, “mimpi” bertemu Harun Masiku di atas, itu sekadar dialog, yang dibangun dengan narasi sekadarnya. Tentu agar tidak ada pihak yang tersinggung, lalu cemen memilih harus lapor melaporkan.*

Penulis kolumis,tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:harun masikuimaginerMimpi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendidik Iman kepada Anak
Tulisan selanjutnya Palestinian Airlines Hentikan Layanan setelah 25 Tahun Beroperasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?