Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Raffi ahmad, Ahmadiyah dan Ketidak Dispilinan “Duta Vaksin”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Januari 2021 14:07 2:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2021 20:20
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdullah Abubakar Batarfie

Hidayatullah.com | RAFFI Ahmad namanya belakangan ini mendadak menjadi trending topic di sejumlah media, setelah artis yang disebut-sebut tajir mlintir dan sering memamerkan koleksi barang-barang mewahnya itu.

Polahnya terdedah karena telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 lantaran berkerumun tanpa masker dalam sebuah pesta yang juga dihadiri oleh Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (BTP alias Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta yang tersandung hukum akibat perbuatannya dalam kasus penistaan Agama.  Pesta yang berlangsung di tengah pandemi itu, merupakan pesta perayaan ulang tahun bos KFC, Ricardo Gelael di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (13/1/2021) malam.

Ironinya, meski telah ada pernyataan maaf dari Rafii Ahmad yang kini banyak meraup sejumlah penghasilan dari YouTube dan memiliki 11.9 juta subscribers ini, pelanggaran prokesnya tersebut dilakukannya usai dirinya divaksin sebagai ikon dari generasi milenial yang dipilih oleh Istana.   Apa yang terlontar dari mulut Raffi Ahmad dalam selorohannya setelah divaksin bak pepatah Lain teringat lain disebut; bertukar angguk dengan ilallah.

Baca: Bebaskan Raffi Ahmad…

Sebagai seorang publik figur, ucapannya tidak lagi dapat dipegang, Ia sudah melakukan suatu perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang telah diucapakannya.  Banyak pihak yang mengaitkan kerumunan pesta yang dihadiri oleh Raffi Ahmad dan Ahok ini, dengan tindakan hukum yang kini sedang dijalani oleh Ustadz Muhammad Riziq Syihab (HRS).

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Dalam kasus yang sama, semestinya sanksi hukum juga diberlakukan kepada mereka yang semuanya terlibat dalam pesta, termasuk pemerikaaan kepada Ahok dan Raffi Ahmad yang bisa saja dapat kita nobatkan sebagai “Duta Vaksin Istana”.

“Duta Ahmadiyah”

Raffi Ahmad, artis yang tergolong sukses mencuri perhatian netizen ini, dikenal sebagai artis yang paling rajin membagikan momen dirinya di media sosial. Termasuk foto-foto unggahannya selama berada di luar negeri, hingga memamerkan mobil mewah lamborghini miliknya. Karena itu, tak heran jika kini dirinya disebut sebagai salah satu dari deretan artis kaya raya di Tanah Air.

Siapa sangka, di balik popularitasnya sebagai seorang artis, Raffi Ahmad yang memiliki darah Pakistan dari pihak ayahnya. Kakeknya Malik Aziz Ahmad Khan merupakan pendatang asal Pakistan yang datang ke Indonesia sebagai “Duta Ahmadiyah”, dan tokoh yang telah turut berperan penting dalam penyebaran dan pengembangan ajaran Ahmadiyah Qadiyani di Tanah Air.

Baca: MUI Imbau Menag Yaqut Berhati-hati soal Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Dalam sebuah laman resmi Ahmadiyah disebutkan, tahun 1937, seorang muballigh Ahmadiyah ditugaskan di Surabaya, beliau bernama Malik Aziz Ahmad Khan. Kedatangannya disambut gembira oleh tiga orang Ahmadi yang telah lebih dulu sudah berada di kota itu sejak 1926, salah satunya adalah Abdul Ghofur, pendatang dari India yang cukup sukses membuka klinik pengobatan (tabib) di Surabaya.

Sejak kedatangan Malik Aziz Ahmad Khan di Surabaya, untuk sementara waktu Ia tinggal di kediaman sejawatnya Abdul Ghofur, tapi tidak lama kemudian pindah dan bertempat tinggal di Kampung Kedung Anyar yang akhirnya menetap di Kampung Kedondong Kidul, bersebelahan dengan Tuan Ibrahim yang kelak menjadi seorang Ahmadi.

Selama di Kota Surabaya, Malik Aziz Ahmad Khan yang tampil menjadi “Duta Ahmadiyah”, secara rutin mengisi kegiatan kajian di perkumpulan “Tambah Pengetahuan” yang berada di kampung Gundhih dengan topik bahasan antaranya; ‘Islam Sejati’, Wafat Nabi Isa as’, ‘Masih Mau’ud As’. Dari pertemuan yang diadakan seminggu sekali dalam perkumpulan itupun kelak, kemudian terbentuk untuk pertama kalinya pada tahun 1938 “Andjoeman Ahmadiyah Qodian Departement Indonesia Gemeente Surabaya”.

Di tahun sesudahnya, pada 1939 atas gagasan Malik Aziz Ahmad Khan, di Kampung Gundhih didirikan sebuah masjid yang terbilang sederhana tapi berhasil menjadi sarana kegiatan untuk shalat dan berbagai kegiatan lainnya bagi anggota Ahmadiyah yang jumlahnya sudah semakin banyak.  Konstruksi Masjid yang didirikan saat itu masih berupa dinding papan dan bambu, dan di desain beratap rendah.

Di dinding masjid bagian depan dipancangkan papan nama ‘Andjoeman Ahmadiyyah Qadian Indonesia Gemeente Surabaya’. Selesainya masjid itu disambut sukacita oleh para Ahmadi dan segera sesudahnya tempat itu digunakan untuk shalat Jum’at secara teratur dan pengajian-pengajian serta rapat rutin pengurus dan anggota Ahmadiyah. Walau terkadang pengajian juga dilakukan di kediaman Bapak Harun, seorang pegawai ‘Marine Ujung’ di jalan Benteng, Surabaya.

Baca: Ketika A. Hassan Berdebat dengan Orang Ahmadiyah

Pada tahun 1942, Malik Aziz Ahmad Khan melakukan lawatannya ke Tasikmalaya untuk meresmikan Masjid cabang Ahmadiyah di kota itu. Dalam perjalanannya di bumi periangan itulah sang “Duta Ahmadiyah” kemudian menemukan jodohnya dengan mempersunting wanita Sunda Tatan Khasanah yang salah satu anaknya (Munawar Ahmad) kelak menjadi menantu Brigjen Polisi R.Ahmad Suriahaminata, Ketua dan/atau Wakil Ketua PB Jemaat Ahmadiyah sampai tahun 1980.

Masjid Al-Mubarak sebagai pusat kegiatan ibadah warga Ahmadiyah di Jawa Barat, yang kini masih tetap eksis di Jalan Pahlawan Bandung, pembangunannya berkat kontribusi keluarga Bapak R.Ahmad Suriahaminata, sebagai salah satu pendonor pendirian masjid Ahmadiyah tersebut.

Dari pernikahan Munawar Ahmad, anak pasangan Maulana Malik Aziz Khan dan Tatan Khasanah dengan puteri R.Ahmad Suriahaminata itulah, kelak kemudian lahir seorang Raffi Ahmad yang pada rabu kemarin terpilih menjadi “Duta Vaksin” di Istana. Tapi sayang, Ia gagal menjadi ikon milenial yang tidak patut untuk ditiru.*

Ketua Pusat Dokumentasi Dan Kajian Al-Irsyad Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AhmadiyahMaulana Malik Aziz Ahmad KhanRaffi Ahmadvaksin Covid-19
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis akan Boikot Kelompok HAM yang Sebut ‘Israel’ Negara Apartheid
Tulisan selanjutnya PBB Israel Palestina PBB Didesak Mengambil Tindakan terhadap Prancis yang ‘Mengakar pada Islamofobia’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Berita
11 Juli 2026 09:55
Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?