Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Rejuvenasi Organisasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2021 21:46 9:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2021 21:46
Bagikan
Bagikan

Oleh: Asih Subagyo

Hidayatullah.com | SATU dasawarsa lalu, Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad sudah menyampaikan gagasan yang briliant, bahwa untuk mewujudkan visi dan misi Hidayatullah ke depan, maka organisasi perlu melakukan rejuvenasi. Sebuah diksi yang cukup asing ketika itu, atau setidaknya jarang didengar oleh sebagian kader, meski bisa jadi sudah mengimplementasikannya.

Dalam KBBI, rejuvenasi diartikan sebagai peremajaan. Akan tetapi, beliau menjelaskan secara implementatif bahwa rejuvenasi adalah proses peremajaan organisasi, berarti juga termasuk kepengurusannya. Artinya, dalam konteks ini, penggerak organisasi harus diisi oleh orang-orang muda dari sisi usia, atau setidaknya mereka yang selalu berjiwa muda.

Dinamika ini sudah dimulai sejak Munas IV, secara bertahap. Hal ini dapat disaksikan, saat beberapa hari menjelang MUNAS V, Allahuyarham Al-Ustadz Dr. Abdul Mannan, menyampaikan bahwa melihat data SDI (sumber daya insani) yang ada, setelah di olah dan dilakukan analisis yang mendalam, saat itu rejuvenasi masih belum sepenuhnya dapat terwujud. Sehingga perlu di combine antara kader senior dan yunior dalam kepengurusan Hidayatullah di semua level.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيَعْرِفْ حَقَّ كَبِيرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Bukanlah dari golongan kami mereka yang tidak menyayangi yang lebih muda, dan mereka yang tidak menghormati yang lebih tua.” (HR. Tirmidzi).

Dari kebijakan ini maka dalam struktur kepengurusan Hidayatullah kader-kader muda mulai mengisi amanah di strukturtural organisasi, termasuk juga di amal usaha dan badan usaha. Sehingga tercipta harmonisasi dan gerakan organisasi yang semakin dinamis.

Gelombang Milenial

Sebagaimana kita mafhum, bahwa dalam konteks Indonesia, saat ini memasuki bonus demografi. Dimana saat ini, dan puncaknya nanti diprediksi terjadi pada tahun 2030, populasi masyarakat akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah rentang usia 15 hingga 64 tahun.

Hal ini terkonfirmasi, hasil sensus penduduk tahun 2020, yang menegaskan bahwa 70,7% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Dari 270,2 juta penduduk itu, maka ada satu generasi yang lahir tahun 1981 – 1996, atau lebih dikenal dengan generasi milenial yang jumlahnya 25,87% itu,  saat ini banyak mempengaruhi kehidupan di Indonesia. Demikian halnya dengan generasi Z, generasi alfa dan sesudahnya.

Dengan demikian maka, mau tidak mau, suka tidak suka, gelombang milenial dan generasi sesudahnya, menjadi tantangan. Sebab, menua adalah sebuah kepastian. Sehingga merekalah yang akan melanjutkan kepemimpinan dimanapun dan disegala level. Oleh karenanya sudah selayaknya generasi ini, perlu untuk mendapatkan perhatian yang serius, untuk kemudian di-manage secara terprogram, terencana dan terukur.  Untuk melahirkan generasi pelanjut yang handal.

Tak terkecuali hal ini juga akan dialami oleh Hidayatullah itu sendiri, dimana sebagaimana dalam konteks Indonesia, maka distribusi normal itu, juga terjadi dalam populasi anggota dan kader organisasi. Generasi milenial dan post milenial di Hidayatullah, rata-rata secara akademis lebih baik dari generasi sebelumnya. Banyak diantara yang sudah bergelar master dan doktor, dari dalam dan luar negeri. Dan yang lebih menggembirakan rerata mereka juga banyak yang sudah hafidzul Qur’an.

Dalam berbagai literatur, kita dijumpai bahwa generasi milenial dan sesudahnya diprediksi akan men-drive kehidupan umat manusia. Bahkan akan mendeterminasi peradaban. Apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan teknologi, termasuk hubungkan dengan industry 4.0 atau society 5.0.

Dan ini yang menyebabkan mereka menjadi digital native. Artinya dalam kesehariannya tidak dapat dilepas dari perangkat digital. Melihat kenyataan ini, maka gelombang milenial ini menjadi tantangan bagi Hidayatullah.

Rejuvenasi Sebuah Keniscayaan

Realitas di atas merupakan tantangan bagi organisasi ke depan dalam melakukan rejuvenasi disetiap level. Peremajaan pengurus dalam sisi usia, berarti menyiapkan kader-kader muda untuk :  dilakukan pemetaan talenta dan potensinya sejak dini; kemudian dilakukan pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya sesuai dengan talenta dan potensi masing-masing; ditugaskan pada tugas-tugas yang menantang untuk menguji kekaderannya; selanjutnya dilakukan pendampingan (coaching) dan monotoring terhadap kader yang ditugaskan, sehingga menjadi terarah dalam melaksanakan tugasnya; kemudian dilakukan monitoring dan evaluasi sehingga mendapatkan feedback, dari sini nanti bisa diarahkan apakah kader tersebut bisa lanjut pada tahapan beringkutnya, atau kemudian kembali ke fase pertama lagi.

Sedangkan dalam konteks melakukan rejuvenasi bagi kader yang secara usia sudah  tidak “muda” lagi, akan tetapi masih memiliki jiwa, semangat dan energi selayaknya generasi muda, maka proses upgrading yang dilakukan juga dapat dilakukan sebagaimana tahapan di atas. Dalam hal ini, akan disesuaikan dan dikelompokkan dengan kompetensi masing-masing potensi kader. Oleh karenanya, kedepan organisasi akan memiliki standar dan kualifikasi kader yang akan ditugaskan dalam mengemban amanah di setiap level tersebut.

Dengan demikian maka, rejuvenasi organisasi dalam berbagai konteksnya tersebut di atas, merupakan sebuah keniscayaan. Karena percepatan perubahan  lingkungan eksternal dan internal organisasi, harus mampu direspon dengan cepat dan tepat. Jika tidak, maka organisasi akan di gilas oleh jamannya. Inilah mengapa menjadi alasan sekaligus jawaban, bahwa rejuvenasi itu harus dilakukan.

Pesan Kiai Abdullah Said Rahimallah, saat ini menjadi menemukan monentumnya,”Inilah tantangan yang harus kami jawab sekarang dan esok. Mampukah kita mempertahankan apa yang telah dicapai kini ? dan mampukah kita meningkatkannya di hari mendatang ? Mari kita jawab dengan praktek dan kenyataan. Selamat berjuang di alam realita, bukan di alam cerita. Selamat bertemu di alam kenyataan, tidak di alam pernyataan.” Wallahu a’lam.*

Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdurrahman MuhammadHidayatullahMilad HidayatullahorganisasiRejuvenasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hidayat Nur Wahid: Dibanding Kasus Pinangki dan Akidi Tio; Habib Rizieq Layak Dibebaskan
Tulisan selanjutnya pencurian buku nikah Kemenag Hapus Kartu Nikah Lama, Ganti Versi Digital Mulai Akhir Agustus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?