Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Pelajaran Kesabaran dan Ketegasan dari Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2015 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2015 08:47
Bagikan
Bagikan

DAKWAH Nabi memang kerap diiringi dengan berbagai peperangan. Namun peperangan tersebut memiliki alasan kuat mengapa sampai terjadi. Melalui buku ini, Nizar Abazhah mengisahkan perang-perang yang dijalani Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassallam yang membuat kita paham beberapa hal; apa alasan Nabi berperang, bagaimana strategi perang beliau, serta bagaimana karakteristik panglima perang yang beliau pilih untuk memimpin pasukan.

Sebagaimana kita ketahui, pertama kali Nabi berdakwah secara terbuka di Makkah. Sejak saat itu, jihad Nabi penuh tekanan dan ancaman dari kaum Quraisy yang gemar mengintimidasi Nabi dan kaum muslim.

Tak hanya itu, mereka juga menerapkan strategi perang psikologis lewat berbagai tipu muslihat; Nabi diminta menunjukkan mukjizat, diolok-olok, misi yang dibawa diejek dan dicemooh. Tekanan kaum Quraisy mencapai puncaknya lewat perang ekonomi dan sosial secara bersamaan yang mereka lakukan terhadap kaum muslim.

Perang ekonomi dan sosial tersebut ialah kaum Quraisy bersekongkol dalam satu sumpah untuk tidak berniaga dengan keluarga Nabi, tidak berinteraksi dengan mereka, tidak berkomunikasi, tidak akan berdamai, dan tidak akan berbelas kasih pada mereka. Kecuali, mereka menyerahkan Nabi untuk dipenggal (hlm 21).

Kondisi tersebut, membuat Makkah menjadi begitu sempit bagi Rasulullah. Namun, beliau tetap tabah dan ikhlas. Selama di Makkah, Nabi berhasil menahan kaum muslim agar tidak melakukan perlawanan.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Setelah hijrah ke Madinah, dan tujuh bulan “bertahan” dan bersabar, Nabi mulai mengirim datasemen beserta pasukan untuk memantau situasi sekitar. Beliau masih sama sekali tidak melakukan persiapan perang atau penyerangan. Hanya sekadar mewaspadai gerakan pengacau yang sesekali menyerang dan bisa berdampak buruk bagi keadaan Madinah.

Perang baru terjadi setelah dua belas bulan Nabi hijrah. Dimulai dari Perang Waddan, Perang Buwath, Perang Dzul Usyairoh, dan memasuki Perang Badar.

Di samping kisah peperangan, buku ini juga dilengkapi dengan pengkajian dan analisis. Berbagai kisah perang yang telah diulas panjang lebar kemudian ditelaah penulis dan muncullah berbagai konsep. Seperti motif dan tujuan perang Rasulullah, karakteristik kepemimpinan Nabi, penglima-panglima Rasulullah, tentara Rasulullah, serta etika perang.

Motif dan tujuan peperangan Nabi dikelompokkan menjadi tiga alasan. Pertama, melayani serangan musuh. Nabi mengangkat senjata sebagai reaksi atas musuh yang telah lebih dulu menyerang. Hal ini bisa dilihat dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq. Kedua, memberi pelajaran terhadap musuh yang menacari gara-gara atau bersekongkol mengganggu kaum muslim meski sudah ada nota perjanjian atau kerja sama. Hal ini terjadi pada perang Bani Quraizah. Khaibar, Mu’tah, dan beberapa penggerebekan terhadap kaum Badui.

Motif ketiga adalah untuk menggagalkan rencana musuh yang mengancam kaum muslim, seperti dalam perang Tabuk dan sejumlah ekspedisi datasemen yang dikirim Nabi untuk mencegah penyerangan oleh suku-suku terhadap kaum muslim di Madinah (hlm 271).

Dari ketiga motiv tersebut, jelas bahwa Nabi tak pernah menyulut peperangan. Apa yang dilakukan adalah lebih kepada tindakan  reaktif atas tindakan musuh yang lebih dahulu melakukannya.

Tentang etika perang, Abu Bakar secara indah merangkum pesan yang pernah diberikan Nabi kepada prajurit sebelum berangkat ke Suriah.

“Sebentar! Aku ingin berpesan pada kalian sepuluh hal. Jangan berkhianat, melanggar janji, dan memotong-motong tubuh mayat. Jangan membunuh anak kecil, orang lanjut usia, dan perempuan. Jangan menebang pohon serta merusak dan membakar pohon kurma. Jangan menyembelih kibas atau unta kecuali untuk dimakan. Kalian akan melewati suatu kaum yang menyepi di biara-biara, biarkan mereka. Perangi orang yang memerangi kalian dan berdamailah dengan orang yang berdamai dengan kalian. Jangan melampaui batas karena Allah tidak mencintai orang-orang yang melampaui batas” (hlm 329).

Etika perang tersebut, jika diperhatikan teramat menjunjung tinggi kemanusiaan, bahkan pada makhluk lain. Ini terlihat dari larangan menebang pohon, dan menyembelih kibas atau unta, kecuali untuk dikonsumsi. Di samping itu, terlihat jelas kedamaian yang dijunjung tinggi; tidak akan memerangi orang yang tidak memerangi, dan membuka lebar pintu perdamaian.

Makna dari kisah peperangan Nabi adalah pelajaran tentang ketabahan atau kesabaran dan ketegasan. Ketabahan dan kesabaran ketika kaum musyrik terus mengintimidasi, meneror, dan bahkan menyiksa kaum muslim. Keimanan dan keyakinan pada ajaran Nabi, memberikan kesabaran bagi kaum muslim dalam menghadapi tekanan dan yakin Allah akan memberikan jalan.

Pelajaran tentang ketegasan dari kisah peperangan terlihat dari bagaimana Nabi dan kaum muslim dalam menyikapi ketidakadilan, kecurangan musuh saat kesepakatan dan perjanjian sudah dilakukan.

Perang Rasulullah adalah perang menegakkan kebenaran dan menghukum kaum zalim. Bukan perang yang ditegakkan atas niat memusnahkan pihak lain, tetapi didasarkan atas sistem yang adil.*

Al Mahfud, penikmat buku dari Pati-Jawa Tengah. Menulis artikel, feature, dan  resensi buku di berbagai media nasional

Judul             : Perang Muhammad

Penulis          : Nizar Abazhah

Penerjemah : Asy’ari Khatib 

Penerbit       : Zaman

Tahun           : Cetakan 1, 2014

Tebal             : 356 halaman

ISBN             : 978-602-1687-19-2

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:perangsabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Kunjungi Redaksi Majalah Hidayatullah
Tulisan selanjutnya Hafidz Qur`an 10 Juz Raih Juara Olimpiade MIPA Tingkat KKM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?