Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

HKP: Sumbangan Bermutu dari Ilmuan Universal Melayu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2022 11:13 11:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2022 13:15
Bagikan
Bagikan

Empat tema dalam buku ‘Himpunan Karya Pilihan’ (HKP) ini merupakan isu-isu penting, kebanyakan mengandung jawaban-jawaban yang sangat diperlukan umat Islam di masa ini

Oleh: Dr. Kholili Hasib

Hidayatullah.com | PADA 4 Juni 2022 dilaunching buku terbaru Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud (Prof. Wan) berjudul Himpunan Karya Pilihan (HKP). Diterbitkan RZS-CASIS dan HAKIM Malaysia. Buku ini merupakan kumpulan 41 tulisan pilihan Prof. Wan dalam bahasa Melayu.

Nampaknya di antara kekhasan buku ini adalah identik dengan angka 40. Ada 41 judul dalam buku ini. Ditulis selama 40 tahun. Dimulai tahun 1980-2021. Dilaunching pada tanggal 04.

Dalam Islam, angka 40 memiliki rahasia tersendiri. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, bahwa barangsiapa yang menjaga 40 hadis maka akan mendapatkan pertolongan khusus pada hari kiamat.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Rata-rata para Rasul mendapatkan wahyu pada usia 40-an. Nabi Saw mengancam orang yang minum khamar, tidak diterima shalatnya 40 hari.  

Dalam al-Qur’an al-Ahqaf ayat 15 menjelaskan tentang kematangan dan kedewasaan manusia bila telah mencapai usia 40 tahun. Dalam Mazhab Syafii, syarat minimal jamaah sholat jumat adalah 40 orang, serta masih banyak lagi rahasia di balik angkat 40, baik dari al-Qur’an, hadis dan penjelasan para ulama.

Para ulama’ banyak yang “berlomba-lomba” menulis hadis arba’inat (kumpulan 40 hadis). Tentu mereka “berlomba” mendapatkan pertolongan khusus di hari kiamat sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Saw.

Selain itu, Imam al-Ghazali menulis karya berjudul Al-‘Arba’in fi Ushuliddin (empat puluh perkara pokok-pokok agama).  Dengan demikian, buku HKP yang terdiri dari 41 tajuk tulisan yang ditulis selama rentang 40 tahun ini tentu memiliki rahasia di baliknya. Kandungan HKP ini dipecah menjadi empat bagian; yaitu agama dan falsafah, ilmu dan pendidikan, sejarah pembangunan negara dan peradaban, prakata resensi buku dan temuramah.

Imam al-Ghazali menulis kitab Ihya’ Ulumuddin juga menjadi empat bagian. Disebut rubu’’, yaitu pertama rubu’ al-ibadat, kedua rubu’ al-adat, ketiga rubu’ al-muhlikat, dan keempat rubu’ al-munjiyat.

Empat tema dalam buku HKP ini merupakan isu-isu penting.  Kebanyakan mengandung jawaban-jawaban yang sangat diperlukan umat Islam di masa ini.

Sebagaimana sering disampaikan oleh penulis bahwa masalah umat sekarang ini antara lain pencemaran worldview sekular ke dalam pemikiran umat Islam.

Tajuk menarik mengenai hal ini adalah tulisan berjudul “Krisis Otoritas, Ateisme, dan Ekstrimisme (halaman 211). Mengutip gurunya, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Prof. Wan menulis kesalahan dan kekeliruan tentang ilmu pengetahuan adalah akar masalah yang kemudian melahirkan fenomena kehilangan adab (loss of adab) dan melahirkan otoritas-otoritas (pemimpin) yang tidak hakiki.

Ketiga fenomena yang berurutan tersebut (kekeliruan ilmu, hilang adab, dan hilang otoritas), diakibatkan oleh pengaruh peradaban Barat, terutama aliran filsafat sekularisme yang melibatkan filsafat liberalisme, dan hilang adab tentang hakikat-hakikat penting dalam agama dan kebudayaan Islam (halaman 216).

Prof. Wan menunjukkan data menarik untuk kita renungkan bersama, bahwa saat ini penduduk di negara Islam yang dianggap “konservatif” dan kuat beragama sudah berani yang banyak menyatakan ateis. Mengutip WIN-Gallup International bahwa 5 % rakyat Saudi Arabia mengaku convinced atheist sama dengan jumlah orang yang mengaku convinced atheist di Afrika Selatan.

Tetapi Prof. Wan mencoba memberi penekanan pembahasan soal de-Islamization yang disebut inkar Islam. Menurut Prof. Wan, inkar Islam tidak hanya bermakna mereka ateis atau meninggalkan dan menganut agam lain.

Mereka mungkin masih mengaku Muslim tetapi jahil tentang dasar-dasar amalan Islam dan tidak mengamalkannya. Menafsirkan Islam dalam kerangka pemikiran modern yang sekular, liberal dan nisbi (relatif), dan menganggap diri mereka lebih memahami Islam dari mayoritas sarjana dan umat Islam sepanjang sejarah.

Selanjutnya Prof. Wan menerangkan, inkar Islam berkaitan erat dengan sifat ingkar ilmu. Istilah ingkar ilmu dari Prof. Wan ini menarik untuk dikaji dengan serius.

Golongan ingkar ilmu mungkin terdiri dari orang-orang yang secara dzahir sebagai Muslim yang baik. Tetapi, ilmunya tercemari oleh worldview Barat sekular. Inilah fenomena yang cukup banyak ditemui.

Amalannya tetap shalat, berpuasa dan berhaji. Tetapi ketika berilmu menjelma menjadi sarjana seperti sarjana Barat sekular.

Secara keseluruhan, 41 judul tulisan Prof. Wan mengikut school of thought (madzhab pemikiran) gurunya Prof. Al-Attas. Prof. Wan merupakan murid Prof. Al-Attas yang paling depan. Mendampingi Prof. Al-Attas sejak pertama kali dirancang kampus ISTAC. Prof. Wan pernah menulis buku berjudul Falsafah dan Amalan Pendidikan Prof.Syed M Naquib al-Attas. Buku ini merupakan tafsir-tafsir otoritatif tentang pemikiran pendidikan Prof. Al-Attas.

Memahami pemikiran tinggi perlu dengan isnad penfasiran terdepan. Pemikiran Prof. Wan yang tertuang dalam tulisan-tulisan merupakan penafsiran paling depan Prof. Al-Attas. Melalui penjelasan Prof. Wan, pemikiran Prof. Al-Attas dapat dipahami dengan baik dan benar.

Maka, buku HKP adalah salah satu jembatan bagi kita yang ingin memahami mendalam school of thought Prof. Al-Attas. Memang dalam tradisi Islam, isnad itu bukan saja berupa isnad buku atau kitab, tetapi lebih penting dari itu adalah isnad pemahaman.

Para ulama salaf dahulu itu melakukan kedua-duanya; isnad teks dan isnad pemahaman. Sanad teks diperoleh tetapi tidak didapat sanad penjelasan teks bisa mengelirukan. Sebuah pemahaman bisa keliru bila ia menafsirkan sendiri teks, tanpa dibimbing guru.

Oleh sebab itu Abdullah bin Mubarak mengatakan:

الإسناد من الدين،لولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

“Isnad itu bagian dari agama. Jika bukan karena isnad, pasti siapapun bisa berkata dengan apa yang dia kehendaki”.

Buku HKP ditulis dengan pemilihan kalimat-kalimat yang sangat hati-hati, teliti dan pilihan. Tidak ada kalimat ditulis kecuali ada alasan kenapa kalimat itu diletakkan. Buku HKP memiliki argumen aqli-naqli, dirangkai dengan untaian bahasa yang halus, salah satu ciri karya bermutu.

HKP merupakan karya bermutu dari segi pemilihan tajuk-tajuk yang sangat diperlukan, tidak hanya bagi bangsa Melayu, tetapi bagi umat Islam seluruhnya.   Penulisnya, Prof. Wan, disebutkan oleh Prof. Khalif Muammar, direktur RZS CASIS, adalah seorang ilmuan universial, yaitu ilmuan yang lengkap.

Meskipun telah malang-melintang di dunia internasional, beliau seorang yang tawadhu dan humble. Bahkan sering beliau menyatakan kekurangan dirinya dari ilmuan yang lain.

Padahal, beliau dikenal memeiliki kerja akademik yang sudah diakui berbagai negara. Meskipun telah di langit, tapi masih merasa dalam kerak bumi.  Oleh sebab itu, bacalah buku HKP ini!*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buku Himpunan Karya PilihanHKP
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MPR Gagas Pembentukan Forum Majelis Syuro Dunia Memperkuat Diplomasi Parlemen
Tulisan selanjutnya Sri Lanka Membolehkan Muslim Membayar Biaya Haji Menggunakan Mata Uang Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Berita
12 Juni 2026 21:12
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?