Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Dialog Agama: Program Merukunkan Bangsa atau Cari Proyek?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 April 2011 13:27 1:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2011 13:27
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Fuad Amsyari

SEPERTINYA “Dialog Antar Agama (baca DAA, red)” kini sedang naik daun di Indonesia, apalagi dipioniri dan melibatkan oleh tokoh Pimpinan atau mantan Pimpinan Ormas Besar Islam di negeri ini, seperti NU dan Muhammadiyah.

Meski demikian, umat masih belum merasakan hasilnya. Tapi bagi para penyelenggara forum itu minimal sudah mendapat hadiah popularitas karena selalu dimuat di media masa. Sayang media masa tidak banyak memberitakan apa saja hasil dialog antar agama tersebut, bermanfaat atau tidak bagi rakyat.

Bahkan DAA yang dilakukan dengan fihak luar-negeri seperti Eropa (Yunani), Asia (Yordania), atau yang sebentar lagi diadakan dengan Afrika (Ethiopia), tentunya melibatkan perwakilan negeri yang terlibat dengan biaya yang tidak sedikit. Namun fakta nyata yang ada: agama Islam masih tetap saja dihinakan Nabinya, dihujat Kitab Sucinya, di hancur-lantakkan negerinya (ingat Iraq yang kemarin dulu dan Libya yang sekarang sedang berlangsung). Itukah hasil DAA yang digandrungi sebagian Tokoh Islam negeri ini?

Efek yang sedikit kongkrit dari ’DAA dalam negeri’ yang berlangsung beberapa waktu lalu malah meresahkan rakyat karena mendatangkan semacam ’fitnah’ terhadap pimpinan formal negeri ini.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Sempat bergolaklah ketenteraman masyarakat oleh berbagai tuduhan bernuansa ada kebohongan yang dilakukan Pemerintah. Apakah efek DAA dalam negeri yang seperti itu bermanfaat?

Jangan sampai atas nama DAA lalu terjadi demonstrasi masal yang berujung kejatuhan pemerintahan yang sah sehingga jadilah Indonesia korban kepentingan asing, di mana menjadi lemah dan mundur ke bertahun-tahun ke belakang seperti kasus Tunisia dan Mesir yang sekarang.

Dialog Anta Agama dengan luar negeri apa ya masih perlu? Mari direnungkan dengan mendalam. Proyek seperti itu tentu menguras dana dan tenaga, bahkan pemerintahpun terpaksa harus melibatkan diri (atau memang ’disuruh’ untuk belajar tentang kerukunan beragama dari negara lain, meniru anggaota DPR yang belajar macam-macam ke luar negeri itu?).

Jika memang bagian dari program pemerintah mengapa tidak sekalian menjadi misi resmi Pemerintah dan DPR RI, yang tentu di dalamnya ada seksi dan figur yang menangani aspek kerukunan beragama itu?

Dari sisi materi yang seharusnya apa yang dihasilkan oleh forum dialog seperti itu (seandainya memang forum itu dianggap masih perlu), agar bermanfaat bagi masyarakat, mestinya berfokus pada 3 hal penting.

Pertama, jangan ada penghujatan pada Nabi, Kitab suci, dan Syariat agama (coba dicermati berapa banyak manusia Indonesia yang mencerca syariat Islam yang baku tentang masalah sosial-kemasyarakatan seperti qisas, rajam, potong tangan,cambuk, jilbab, dll)

Kedua, jangan ada pemaksaan atau mendorong dengan macam-macam alasan agar orang beragama lain (terutama pejabat negara) mengikuti ’upacara ibadah’ agama yang tidak dipeluknya.

Ketiga, jangan ada upaya membuat orang yang sudah beragama pindah agama lain dengan memberi berbagai bentuk ’suap’ materi atau penekanan kelembagaan seperti sekolah, bisnis/perusahaan, dan semacamnya.

Kalau etika beragama seperti yang dicantumkan di atas di sepakati dan disosialisasikan secara luas, di samping semua pemeluk agama konsekwen taat aturan perundang-undangan tentang kerukunan agama, termasuk menghukum keras penodaan-penistaan pada agama, maka tentu kerukukan agama akan terwujud, tidak perlu belajar jauh-jauh ke luar negeri.

Beribu kali dialog agama dilakukan –baik di dalam dan luar negeri– menghabiskan dana besar dan waktu banyak, tidak akan bermanfaat jika materinya hanya menyentuh hal-hal abstrak, simbolistik, dan membuat orang tambah sekuler, tidak taat syariat agama.

Dialog Antar Agama (DAA) seperti itu adalah sia-sia, mubazir, yang dalam Islam disebut sebagai ’teman dari syetan’.

Penulis Ketua Badan Kehormatan Pusat (BKP), anggota Dewan Penasihat ICMI Pusat, dan presidium KAHMI Nasional

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Effendy Choirie: Menanggapi Politikus Gila, Nggak Usah Ikut Gila
Tulisan selanjutnya Uskup Robinson: Kasus Pedofilia Bukan “Pelanggaran Selibat”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ragam

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Ragam
4 September 2026 17:26
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?