Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Kordova, Pusat Bedah Medis Eropa

Thoriq
Terakhir diupdate: 22 Juni 2020 16:19 4:19 pm
Thoriq
Dipublikasikan 22 Juni 2020 16:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com I KORDOVA saat itu merupakan pusat bedah medis bagi Eropa, di mana penduduk benua itu berbondong-bondong mendatangi kota itu ketika mereka memerlukan bedah medis. Saat Khalifah Abdurrahman III berkuasa, ada seorang dokter yang bernama Abu Qasim Az Zahrawi yang amat dihormati oleh para pemeluk Nasrani. Abu Qasim adalah pemimpin para dokter bedah dari kalangan umat Islam. Abu Qasim sendiri memiliki tiga karya kitab yang berkenaan dengan bedah medis, yang ia tulis dalam ensiklopedia ilmu kedokteran yang bernama At Tashrif. Ketiga buku itu pun diterjemahkan ke dalam bahasa latin, dan menjadi pedoman dalam praktik bedah medis dalam beberapa abad. (Qishah Al Hadharah, 13/309)

Pelayanan kedokteran Andalusia pun terbaik saat itu, dibanding dengan wilayah-wilayah lainnya di Eropa yang tertinggal amat jauh. Kebanyakan para ilmuwan Muslim dengan disiplin ilmu apa pun, mereka juga memiliki kemampuan dalam bidang medis. Para dokter yang memiliki kelebihan harta, mereka membuka pintu untuk para faqir yang kesusahan memperoleh pengobatan. Sedangkan para dokter Andalusia juga berjasa terhadap suplai obat-obatan di Eropa, dimana merekalah yang mendatangkan bahan-bahan farmasi ke benua itu. (Qadah Fathi Al Andalus, 1/203)

Andalusia memang merupakan pusat peradaban Eropa saat itu. Perkembangan ilmu pengetahuan dengan berbagai disiplinnya maju amat pesat. Meski demikian ilmu kedokteran lebih menonjol dibanding ilmu-ilmu lainnya. Beberapa deretan nama-nama dokter terkenal dari Andalusia telah dicatat oleh sejarah, diantaranya adalah Sa’id bin Abdi Rabbih yang memiliki metode khusus dalam menangani demam. Sedangkan Ahmad bin Yunus dan saudaranya Umar dikenal dengan penemuan obat-obatan sakit mata. Adapun Muhammad bin Abdul Al Jabali, adalah dokter yang berkhidmat kepada Khalifah Al Mustanshir dan Hisyam. Karena kehebatan para dokter-dokter itu, hingga akhirnya sejumlah penguasa Spanyol datang untuk memperoleh pengobatan dari mereka. (Tarikh Arab wa Hadharatuhum fi Al Andalus, hal. 230)

Perhatian Pemimpin terhadap Ilmu Kedokteran Karena perekembangan pesat di bidang kodekteran dan farmasi, Khalifah Al Mustanshir pun mendirikan Diwan Al Athibba’ (Lembaga Kedokteran), yang mana terdaftar di dalamnya para dokter dan apoteker, yang berhak untuk menjalani profesinya. Jika mereka melakukan kesalahan dalam profesinya, maka nama mereka akan dihapus dari daftar tersebut. (Uyun Al Anba’ fi Thabaqat Al Athibba’, 2/208)

Pelajar Eropa Menuntut Ilmu di Andalusia Karena kemajuan di bidang ilmu, maka wilayah-wilayah Eropa pun mengirim utusan untuk menuntut ilmu di Andalusia. Sebagaimana Perancis mengirim utusannya yang dipimpin oleh Ratu Elizabet yang merupakan sepupu dari Louis VII selaku raja Perancis. Sedangkan Philips, selaku raja Bavaria pun mengirim surat kepada Khalifah Hisyam, agar diizinkan untuk mengirim para utusan untuk mempelajari ilmu, karena melihat kabesaran peradaban di Andalusia. Jumlah penuntut ilmu yang dikirima saat itu mencapai 215 pelajar. Dan sebagiaan dari mereka enggan kembali ke negerinya dan memilih untuk masuk Islam. Sedangkan Raja Wilz juga mengirim utusan yang berjumlah 18 dari para puteri bangsawan untuk belajar di kota Sevila (Isybiliyah). Sedangkan Hlahifah Hisyam III memperlakukan secara khusus para utusan itu, hingga mereka memperoleh pembiayaan dari baitul mal umat Islam. (Tarikh Al Arab wa Hadharatuhum fi Al Andalus, hal. 477, 478)

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Gerakan Terjemah Buku-buku Kedokteran

Disamping mengirim utusan, gerakan penterjemahan buku-buku berbahasa Arab pun dilakukan Eropa, untuk memperoleh manfaat dari peradaban Andalusia. Gerakan terjemah buku-buku karya para ilmuwan Muslim dimulai, setelah Spanyol merebut kota Tolitoli dari umat Islam, dimana di kota itu umat Islam meninggalkan banyak buku-buku. Buku-buku karya Ibnu Sina juga diterjemahkan di kota itu oleh Michael Scot. Sedangkan Markus menterjemahkan kitab Jalinus, dari bahasa Arab. (Tarikh Al Arab wa Hadharatuhum fi Al Andalus, hal. 480)

Bahkan untuk menerjemahkan kitab Al Hawi karya Ar Razi, Leuis XI mengeluarkan biaya cukup besar dengan emas dan perak, agar mendapatkan pinjaman naskah kitab itu untuk diterjemahkan.

(Tarikh Al Arab wa Hadharatuhum fi Al Andalus, hal. 484) Yang juga diterjemahkan adalah kitab mengenai tanaman obat karya Al Mardini telah menjadi kitab rujukan dalam sekolah-sekolah Farmasi di Eropa beberapa kurun. Sebagaiman juga kitab Al Adwiyah Al Mufradah karya Ibnu Wafid juga menjadi rujukan di dekolah-sekolah itu di masa pertengahan. (Hadharah Al Islam, hal. 352)

Di Sevilla (Isybiliyah), juga muncul nama-nama dokter terkenal, diantara mereka adalah Abu Marwan Abdul Malik bin Zahr, yang mana dikenal di Eropa dengan nama Avenzoar. Abu Marwan sendiri dinilai sebagai dokter terbaik setelah Ar Razi. Abu Marwan sendiri menulis kitab kedokteran dengan nama Al Iqtishar fi Shalah Al Jasad, yang dihadiahkan kepada penguasa Maghrib, Abu Ishaq bin Yusuf Tasyfin. Sedangkan karya Abu Marwan yang paling besar adalah At Taisir, yang merupukan rujukan ilmu kedokteran di kurun pertengahan, yang dengan cepat diterjemahkan dalam bahasa latin. (Daulah Al Islam fi Al Andalus, 3/473)

Dengan demikin, Eropa mampu bangkit disababkan karena sumbangan keilmuan dari para ilmuwan Andalusia.

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Tulisan selanjutnya Tokoh Apartheid FW de Klerk Mundur dari Seminar Rasisme di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?