Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Taqrib Sunni – Syiah Gagasan Usang yang Diulang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2015 09:37 9:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2015 10:00
Bagikan
Dokumentasi Mantan Presiden Iran Ahmadinejad saat bertemu ulama Al Azhar, di mana Al Azar melarang Syiah mengembangkan diri di negeri Sunni
Bagikan

Oleh: Fahmi Salim

BELUM lama ini, Koran Republika, hari Ahad 8 November 2015 hal. 18 di rubrik Islam Digest, mengangkat kembali soal Taqrib (penyatuan) antara Sunni dan Syiah dengan judul Sunni dan Syiah Bersatu, Mungkinkah?

Sebenarnya, ide ini adalah gagasan usang yang terus diulang-ulang. Di bawah ini adalah empat hal yang membuktikan gagasan itu sangat usang dan penulisnya tidak melihat perkembangan terbaru.

Pertama, tulisan itu hanya mengulang lagu lama Dr Quraish Shihab, cuma sedikit diupgrade menggunakan buku terbitan Libanon karya Prof Dr Musthafa ar-Rifa’i lewat kitab bertajuk Islamuna fi at-Taufiq Baina as-Sunni wa asy-Syi’ah, sebab kalau mengacu ke buku Quraish Shihab maka para pembaca sudah paham gagasan yang sesungguhnya basi.

Apalagi tim penulis Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur sudah pernah membantahnya secara ilmiah dengan judul, ”Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? Jawaban atas Buku Dr. Quraish Shihab (Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?)”. [baca: ”Persatuan Sunnah-Syiah: Mungkinkah”]

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Kesalahan kedua, tulisan itu memposisikan Imam Ja’far Shadiq sebagai tokoh Syiah dan juga Imam Zaid bin Ali, padahal keduanya adalah imam Ahlus Sunnah wal jamaah.

Untuk lebih jauh membuktikan ke-sunnian Imam Ja’far dan jauhnya akidah beliau dari klaim Syiah silakan baca buku biografi Imam Ja’far yang ditulis oleh sarjana ahli tafsir jebolan Universitas al-Azhar, Dr. Muchlis M Hanafi yang diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati.

Ketiga, informasi yang tidak update, bahwa lembaga taqrib di Al-Azhar sudah lama non aktif karena banyak ditentang oleh para ulama besar Al-Azhar sendiri seperti Syeikh Muhammad Arafah (anggota Hai’ah Kibar Ulama Azhar), Syeikh Hasanain Makhluf (mantan Mufti Agung Mesir), Syeikh Gad elHaq Ali Gad elHaq, mantan Grand Syeikh al-Azhar, Dr. Abdul Mun’im Annimr (mantan Wakil Grand Syeikh al-Azhar dan Menteri Wakaf Mesir), serta Syeikh Athiyyah Shaqr (Ketua Komisi Fatwa al-Azhar) dll karena terbukti terkuak taqiyahnya Al-Qummi dan tak sesuai harapan karena Abdul Husain al-Musawi salah satu penggerak motor taqrib ternyata menerbitkan Kitab al-Muraja’at yang isinya surat menyurat fiktif dia dengan yang diklaim sebagai Syeikh al-Azhar yaitu Fadhilatu Syeikh Salim al-Bisyri, sehingga Syeikh Gad elHaq memerintahkan ulama Azhar untuk mentahqiq dan membantah buku fiktif tersebut.

Syeikh Prof. Dr. Yusuf Qardhawi yang hendak menghidupkan lembaga taqrib itu pun pada akhirnya menyerah tidak mau lagi berdialog dengan kaum Syiah karena 3 permintaannya kepada mereka untuk mengakui status kesempurnaan Quran, tidak mencaci sahabat Nabi, mencegah penyebaran Syiah di negeri-negeri Sunni atau sebaliknya, tidak diindahkan bahkan kerap dilanggar oleh Syiah dengan dalih taqrib untuk menyebarkan paham Syiah di tengah masyarakat Sunni. (Lebih jauh baca Kitab Fatawa Muashirah jilid 4, hal. 251 dst).

Dalam Kitab Fatawa itu, Syeikh Qardhawi menyatakan; “Perbedaan yang sebenarnya antara Madzhab Ahlus Sunnah dengan Syiah Imamiyah adalah dalam ushul (dalam masalah pokok) bukan dalam furu’ (masalah cabang).

Oleh karena itu pernyataan paling jelas bagi perbedaan ini ialah perbedaan dua firqah aqidah, Ahlus Sunnah dan Syiah Imamiyah, bukan antara dua madzhab fiqih.” (hal. 254)

Keempat, sampai hari ini sejak diwacanakan pengajaran fikih Ja’fari Syiah di Al-Azhar tahun 60 an tidak pernah terwujud karena juga banyak ditentang para ulama guru besar Syariah di Al-Azhar.

Yang terealisir adalah proyek Mausu’ah Fiqih 8 Madzhab di masa orde Presiden Gamal Abd Nasser.

Selebihnya tidak pernah diajarkan fiqih Syiah baik Ja’fari dan Zaidi di lingkungan al-Azhar.

Sebab Al-Azhar hanya mengakui keabsahan 4 Madzhab Ahlus Sunnah saja yang berhak diikuti.

Ini bisa dibuktikan oleh banyak alumni al-Azhar yang sejak awal masuk mendaftar harus mengisi pilihan madzhab fiqih apa yang hendak diajarkan, dan tak pernah dijumpai pilihan madzhab Ja’fari dan Zaidi di formulir pendaftaran kuliah Al-Azhar. Wallahu waliyyu attaufiq.*

Penulis adalah Sekertaris Komisi Dakwah MUI Pusat

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:karena terbukti terkuak taqiyahnya Al-QummiLembaga taqrib al-Azhar telah lama mati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Please, Jangan lagi Ganggu Jilbabku
Tulisan selanjutnya Lebih dari 400.000 Pengungsi Anak Suriah Tak Sekolah di Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?