Hidayatullah.com — Maskapai penerbangan Israel kini dapat terbang di atas Oman setelah negara Teluk itu membuka wilayah udaranya. Langkah ini merupakan bagian dari normalisasi antara entitas Zionis Israel dengan Oman.
Menteri luar negeri Israel Eli Cohen pada hari Kamis berterima kasih kepada Sultan Haitham bin Tariq Al Said atas keputusan yang akan mempersingkat waktu penerbangan ke Asia.
“Ini adalah keputusan bersejarah dan signifikan bagi ekonomi Israel dan para wisatawan Israel,” kata Cohen.
Tahun lalu Arab Saudi mengizinkan maskapai Israel untuk menggunakan wilayah udaranya, tetapi karena wilayah udara Oman ditutup, maskapai Israel tidak dapat menggunakan rute tersebut untuk terbang ke Asia. Keputusan Arab Saudi datang setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengunjungi wilayah tersebut tahun lalu.
Penerbangan dari Israel ke tujuan Asia seperti Thailand dan India akan dipersingkat setidaknya dua jam.
Israel dan Oman tidak memiliki hubungan diplomatik, tetapi negara Teluk itu tampaknya tidak terlalu enggan mempublikasikan hubungannya dengan Israel. Pada 2018, mendiang Sultan Qaboos menerima Netanyahu di Muscat.
Oman adalah salah satu negara pertama yang memberi selamat kepada UEA dan Bahrain, yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 2020.*