Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Depresi dan Keinginan Bunuh Diri Meningkat, Gereja Katolik Korea Diminta Tingkatkan Banyak Konseling  

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Maret 2023 21:07 9:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Maret 2023 20:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para ahli dan kelompok Katolik di Korea Selatan telah meminta lebih banyak pusat psikoterapi dan konselor serta mendesak Gereja meningkatkan konseling sebagai bagian dari pelayanan pastoral di tengah meningkatnya angka bunuh diri.

“Konseling harus ditambahkan ke reksa pastoral sakramental,” kata Pastor Matthew Hong Sung-nam, direktur Pusat Konseling Psiko-Spiritual Katolik Keuskupan Agung Seoul.

“Gereja perlu ikut campur dalam kehidupan orang-orang sejak lahir hingga meninggal dan merawat mereka. Demikian pula, pusat-pusat pastoral Gereja harus berusaha memecahkan masalah tersebut,” tambahnya.

Konseling pastoral adalah bentuk unik dari psikoterapi yang menggunakan sumber daya spiritual serta pemahaman psikologis untuk penyembuhan dan pertumbuhan, menurut American Association of Pastoral Counseling.

Konseling ini disediakan oleh konselor pastoral bersertifikat, yang tidak hanya profesional kesehatan mental tetapi juga memiliki pendidikan agama dan/atau teologis yang mendalam.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Menurut Survei Kesehatan Mental Nasional Covid-19 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan pada Agustus tahun lalu, jumlah orang yang mengaku memiliki pikiran untuk bunuh diri meningkat hampir tiga kali lipat dari 4,6 persen tahun 2019 menjadi 12,7 persen pada Juni 2022.

Akibatnya, permintaan akan dukungan psikologis meningkat pesat. Rata-rata, jumlah panggilan bulanan ke hotline pencegahan bunuh diri (1.393) meningkat lebih dari dua kali lipat dari 7.457 tahun 2019 menjadi 15.395 tahun 2022.

Jumlah pengguna platform konseling psikologis online juga melebihi 1,5 juta. Korea Selatan mencatat tingkat bunuh diri 26 per 100.000 orang tahun 2021, naik dari 25,7 tahun 2020, lapor Economic Times.

Pastor Matthew Cho Young-su, seorang pejabat di Kantor Konseling Keuskupan Chuncheon menunjukkan bahwa citra positif Gereja di Korea merupakan berkontribusi besar pada kepercayaan publik terhadap layanan konselingnya.

“Kepercayaan penting dalam konseling, dan Gereja-gereja Korea diakui secara positif di masyarakat. Jadi mereka memiliki kekuatan dalam memberikan penggembalaan konseling,” kata Pastor Cho.

Ia mengatakan krisis ekonomi yang disebabkan oleh Covid-19, perang Rusia-Ukraina, dan gejolak sosial dan politik telah menciptakan kebutuhan “tetangga yang baik dapat membantu mereka dan menstabilkan pikiran mereka.”

Namun, para pejabat Gereja menyebut kekurangan pusat konseling dan personel terlatih sebagai kekurangan dalam memberikan konseling yang tepat waktu kepada calon korban.

Pakar konseling pastoral menyarankan mendirikan pusat konseling dengan personel terlatih di Gereja-gereja lokal untuk mengatasi permintaan konseling yang terus meningkat.

Di Korea Selatan, banyak orang menganggap mencari dukungan kesehatan mental sebagai kelemahan dan tabu sehingga mereka enggan membicarakan masalah ini di depan umum.

Data resmi menunjukkan hanya 20 persen warga Korea Selatan yang mencari perawatan kesehatan mental ketika mereka mengalami depresi, dan hampir 75 persen lansia Korea Selatan merasa depresi dan masalah kesehatan mental lainnya.

Tahun 2021, ada sepuluh fasilitas perawatan kesehatan mental yang beroperasi di Provinsi Chungnam, Korsel, menurut statista.com.

Ada total 59 institusi semacam itu di seluruh negeri, jumlah yang tidak berubah selama lebih dari satu dekade hingga sekarang. Gangwon adalah satu-satunya provinsi yang tidak memiliki lembaga kesehatan mental yang aktif.

Pastor Mark Lee Geum-jae, direktur Pusat Konseling Pastoral Keuskupan Jeonju mengatakan Gereja perlu mengikuti jejak Yesus untuk menjangkau orang-orang yang sangat membutuhkan dukungan kesehatan mental.

“Yesus adalah konselor teladan yang bersimpati, merangkul, dan menerima orang-orang yang selalu datang kepada-Nya, memberi mereka kesembuhan,” kata imam itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bunuh diridepresigereja katolikKorea
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dituduh Membawa Daging Sapi, Pria Muslim Dipukuli Hingga Tewas oleh Sekelompok Ekstremis Hindu
Tulisan selanjutnya Kasus Leptospirosis Meningkat, Guru Besar Kedokteran Hewan UNAIR Membagi Tips Pencegahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?