Hidayatullah.com– Rusia menjadi investor asing terbesar di Iran, kata Menteri Keuangan Iran dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan hari Kamis (23/3/2023).
Rusia berinvestasi $2,76 miliar di republik Syiah itu pada tahun finansial saat ini, yang akan berakhir pekan ini, kata Ehsan Khandouzi kepada Financial Times. Investasi itu ditanamkan diberbagai sektor seperti industri, pertambangan, serta transportasi.
“Kami mendefinisikan hubungan kami dengan Rusia sebagai strategis dan kami bekerja sama di banyak aspek, khususnya hubungan ekonomi,” kata Khandouzi.
Dia mengatakan bahwa Rusia dan China merupakan dua mitra ekonomi utama Iran Teheran berencana memperluas hubungannya dengan kedua negara itu dengan membuat “kesepakatan strategis”.
Menyinggung tuduhan bahwa Iran menyuplai senjata untuk perang Rusia di Ukraina, Khandouzi mengatakan bahwa konflik bersenjata yang terjadi di sana merupakan “kemalangan” bagi Iran. Namun, dia tidak menjawab ketika ditanya apakah Teheran memperoleh pendapatan dari penjualan senjatanya ke Rusia.
Sebelumnya hari Selasa, pemimpin spiritual tertinggi Syiah Ali Khamenei menolak tuduhan-tuduhan terhadap Iran berkaitan peperangan di Ukraina dan menuding justru Amerika Serikat yang mengambil keuntungan dari perang tersebut dan AS juga yang memulainya.
Wakil Gubernur Bank Sentral Iran Mohsen Karimi pada bulan Januari mengatakan bahwa Iran dan Rusia sudah menghubungkan komunikasi interbank sisterm transfer mereka guna membantu mendorong transaksi perdagangan dan finansial kedua negara.
Sejak AS memberlakukan kembali sanksi atas Iran pada tahun 2018, negara Syiah itu diputus hubungannya dengan layanan pesan finansial SWIFT yang berbasis di Belgia, yang merupakan kunci untuk akses perbankan internasional.
Sejumlah bank Rusia juga dilarang menggunakan SWIFT sejak pemerintah Moskow mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Ukraina tahun lalu.
Sanksi itu membatasi kemampuan Iran untuk menarik investasi asing.
Menurut data Kementerian Keuangan Iran yang dikutip Financial Times, Afghanistan merupakan investor asing terbesar kedua di Iran setelah Rusia dengan nilai $315 juta.
Investasi China sejauh ini baru mencapai $131 juta, berada di belakang Iraq dan Uni Emirat Arab. Ini menunjukkan bukan hanya negara Barat yang ragu-ragu untuk menanamkan uangnya di Iran.*