Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Berlin akan Perbolehkan Guru Muslim Pakai Jilbab

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 Maret 2023 12:25 12:25 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 Maret 2023 17:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Berlin, negara bagian Jerman, akan mengizinkan guru Muslim untuk mengenakan jilbab, ungkap pihak berwenang pada Rabu (29/03/2023).

Daftar isi
  • Populasi Islam di Jerman
  • Peran Utsmaniyyah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Jilbab dan pemakaian simbol-simbol agama oleh guru akan diizinkan, secara umum, dan hanya dapat dibatasi dalam kasus-kasus individual jika itu membahayakan perdamaian sekolah, kata departemen pendidikan Berlin, dalam edaran resmi yang dikirim ke kepala-kepala sekolah.

Ini merupakan kabar baik bagi Muslim di Jerman yang berprofesi sebagai guru, lantaran sejak 2005 di bawah undang-undang netralitas, Berlin melarang pegawai negeri mengenakan pakaian dan simbol keagamaan.

Tetapi beberapa putusan pengadilan dalam beberapa tahun terakhir menggarisbawahi bahwa larangan jilbab merupakan diskriminasi, dan melanggar kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi.

Dilansir MEMO pada Rabu (29/03), Departemen Pendidikan, Pemuda dan Keluarga Senat memberi tahu para kepala sekolah bahwa mereka harus mematuhi keputusan pengadilan baru-baru ini.

Baca Juga

“Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal

Populasi Islam di Jerman

Agama Islam di Jerman mulai naik secara signifikan setelah migrasi buruh pada tahun 1960an dan beberapa gelombang pengungsi politik sejak tahun 1970an.

Tren kenaikan tersebut tercatat dalam sebuah survei pada tahun 2009, yang memperkirakan saat itu jumlah Muslim mencapai 4,3 juta orang. Pada tahun 2016, survei serupa dilakukan dan menemukan bahwa Muslim bertambah hingga mencapai 4,7 juta orang.

Survei terakhir pada tahun 2019, jumlah Muslim telah mencapai 5,3 sampai 5,6 juta orang atau sekitar 6,4 sampai 6,7% dari populasi Jerman.

Sebagian besar Muslim Jerman tinggal di bekas Jerman Barat, termasuk Berlin Barat.

Peran Utsmaniyyah

Muslim pertama kali pindah ke Jerman sebagai bagian dari hubungan diplomatik, militer dan ekonomi antara Jerman dan Kekhalifahan Utsmaniyyah pada abad kedelapan belas. Dua puluh tentara Muslim bertugas di bawah Frederick William I dari Prusia, pada awal abad kedelapan belas.

Pada tahun 1745, Frederick II dari Prusia mendirikan sebuah unit Muslim di tentara Prusia yang disebut “Penunggang Muslim” dan sebagian besar terdiri dari orang Bosnia, Albania, dan Tatar. Pada tahun 1760 sebuah korps Muslim Bosnia didirikan dengan sekitar 1.000 orang.

Pada 1798 sebuah pemakaman Muslim didirikan di Berlin. Pemakaman yang dipindahkan pada tahun 1866 ini masih ada hingga sekarang. Sejumlah filosof Jerman bersimpati pada Islam, termasuk Johann Wolfgang von Goethe (yang secara khusus mengagumi puisi sufi Hafez) dan kemudian Friedrich Nietzsche (dalam The Antichrist, dia menyatakan bahwa semangat Jermanik lebih dekat dengan bangsa Moor (sebutan Muslim) di Al -Andalus daripada Yunani, Roma dan Kristen).

Kekaisaran Jerman memiliki lebih dari dua juta warga Muslim, sebagian besar Sunni, di koloni seberang laut. Mayoritas tinggal di Afrika Timur Jerman. Beberapa pemberontakan Muslim melawan pemerintahan kolonial Jerman terjadi, termasuk Kampanye Adamawa, Pemberontakan Maji Maji dan Pemberontakan Abushiri.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BerlinhijabIslam di JermanJermanjilbab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebut GBK Ada Karena Penolakan Israel, PDIP Menyesalkan Pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia
Tulisan selanjutnya Masuk Islam pada Bulan Ramadhan, Artis Tampan Bollywood Ini Temukan Ketenangan dalam Shalat 5 Waktu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi

Berita
20 Agustus 2026 15:00
UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Sentuhan AI vs ‘Rasa’ Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image?
Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

Terbaru

  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
  • Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
  • MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal
  • YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan
  • Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik
  • Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan

25 Agustus 2026 18:01
Berita

Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik

25 Agustus 2026 15:26
Berita

MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan

24 Agustus 2026 12:36
Berita

APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

24 Agustus 2026 12:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?