Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Liga Arab Mendeklarasikan Yerusalem sebagai ‘Ibu Kota Permanen Media Arab’

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Desember 2022 13:01 1:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Desember 2022 13:20
Bagikan
Baitul Maqdis atau Yerusalem yang cantik
Bagikan

Hidayatullah.com—Liga Arab menobatkan Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota permanen media Arab, sebagai pengakuan atas fokus regional pada perjuangan Palestina, blok tersebut mengumumkan pada hari Sabtu (24/12/2022). Ibu Kota media Arab sementara sebelumnya adalah Dubai, Bagdad, dan Riyadh.

“Menekankan sentralitas perjuangan Palestina yang sah, dewan memilih Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota pertama media Arab, sebagai ekspresi status sentimental dan karakter sejarah dan hukum khusus kota suci ini,” demikian disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal dan Kepala Sektor Media dan Komunikasi Liga Negara Arab, Duta Besar Ahmed Rashid Khattabi sebelum sesi pembukaan pertemuan konsultatif menteri informasi Arab di kota Libya Tripoli, dikutip Qatar News Agency (QNA)

Pernyataan diplomat Arab itu disampaikan selama pertemuan dengan menteri informasi blok itu di Libya di sela-sela acara “Tripoli, sebagai Ibu Kota Media Arab 2022”. Ibu Kota media Arab sementara akan dipilih setiap tahun oleh dewan sementara Yerusalem terus memegang posisi permanennya. 

Para diplomat juga memberikan penghargaan Al Saraya Al Hamra kepada wartawan Al-Jazeera yang dibunuh, Shireen Abu Akleh, untuk kebebasan pers selama upacara penutupan acara di Libya. Media Libya melaporkan bahwa mendiang wartawan tersebut adalah orang pertama yang disebut sebagai penerima penghargaan. 

Shireen Abu Akleh ditembak dan dibunuh pasukan penjajah Israel pada 11 Mei saat dia sedang meliput serangan oleh negara Zionis di Jenin.  Sniper penjajah menembak Abu Akleh saat dia mengenakan rompi biru dan helm, yang dengan jelas mengidentifikasi dia sebagai anggota pers.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari tujuh bulan kemudian, penjajah Israel belum dimintai pertanggungjawaban atas pembunuhan tersebut meskipun banyak kesaksian saksi bersama dengan penyelidikan independen oleh kelompok hak asasi manusia dan media.

Pada 6 Desember, Al–Jazeera mengajukan permintaan resmi ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menyelidiki dan mengadili para pelaku kejahatan tersebut.

Status Baitul Maqdis

Penjajah merebut Yerusalem Timur selama perang enam hari pada tahun 1967, yang dikenal sebagai Hari Naksa atau “hari kemunduran”. Yawm an-Naksa (hari kemunduran) adalah hari peringatan tahunan bagi perpindahan bangsa Palestina yang menyertai pendudukan Israel pada Perang Enam Hari tahun 1967, yang sejak itu Israel menguasai Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Yerusalem atau Baitul Maqdis adalah tempat dimana Masjid Al-Aqsha dan Kota Tua berada. Israel mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada tahun 1980.

Kota yang diduduki penjajah adalah pusat intifada kedua, atau pemberontakan, ketika mantan pemimpin Israel Ariel Sharon memasuki kompleks Al-Aqsha dengan 1.000 anggota polisi Zionis.

Selama intifada kedua antara tahun 2000 dan 2005, Israel telah membunuh sedikitnya  4.973 warga Palestina , termasuk Muhammad Al-Durrah, pemuda Palestina berusia 12 tahun, yang fotonya bersembunyi di belakang ayahnya menjadi momen ikonik dan dikenang seluruh dunia.

Pada 2017 , mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah kontroversial itu dikecam secara luas di wilayah Arab dan memicu protes di Palestina.

Qatar “menolak sepenuhnya” langkah tersebut. Negara Teluk itu telah lama menyerukan “solusi dua negara” dengan pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Namun gagasan ini justru ditolak rakyat Palestina.

Sampai saat ini, pemukim haram ‘Israel’ terus menyerbu tempat-tempat suci Palestina di Baitul Maqis. Terutama selama bulan puasa Ramadhan.

Pada bulan Juli, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani memperingatkan bahwa ketegangan dan ketidakstabilan di Timur Tengah akan terus berlanjut selama pelanggaran ‘Israel’ terhadap hukum internasional di Palestina terus dilakukan.

“Sumber utama ketegangan dan ketidakstabilan akan bertahan kecuali Israel menghentikan praktik dan pelanggaran hukum internasional yang tercermin dalam pembangunan pemukiman, mengubah karakter Yerusalem dan terus memaksakan pengepungan di Gaza,” kata amir tersebut pada KTT Keamanan dan Pembangunan Jeddah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bail maqdisibu kota media ArabLiga ArabNegara ArabYerusalem
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Mihjan Al-Tsaqafi: Ksatria Pemabuk Pemburu Syahid di Balik Perang Qadisiyah
Tulisan selanjutnya Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji

Berita
12 Agustus 2026 13:37
PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
‘Israel’ Masih Tahan Ratusan Syuhada Palestina untuk Dijadikan “Alat Tawar”

Terbaru

  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?