Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Saudi dan Negara Arab Beramai-Ramai Memanggil Duta Besar Swedia terkait Kasus Pembakaran Al-Quran

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Juli 2023 17:04 5:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Juli 2023 17:00
Bagikan
Para pengunjuk rasa berkumpul di depan Konsulat Jenderal Swedia di Istanbul pada 22 Januari. (Foto AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com—Arab Saudi telah memanggil duta besar Swedia untuk negara itu guna mengutuk pembakaran Al-Quran di luar masjid Stockholm, yang memicu tanggapan diplomatik di seluruh dunia Muslim, lapor kantor berita resmi Saudi, SPA hari ini.

Arab Saudi mengutuk insiden Rabu lalu yang melibatkan seorang warga Iraq yang tinggal di Swedia, Salwan Momika, 37 tahun, yang menginjak kitab suci umat Islam dan membakar beberapa halaman.

“Kementerian Luar Negeri Arab Saudi memanggil duta besar pada hari Ahad untuk mendesak Swedia untuk menghentikan semua tindakan yang secara langsung bertentangan dengan upaya internasional yang berusaha untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi dan penolakan terhadap ekstremisme,” ujar pernyataan pihak kementerian, seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA), Senin 3 Juli 2023.

Tindakan Momika membakar Al-Quran terjadi pada awal liburan Idul Adha dan akhir haji tahunan di Arab Saudi, memicu kemarahan yang meluas.  Negara lain, termasuk Iraq, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA) dan Maroko juga memanggil duta besar Swedia sebagai bentuk aksi protes.

Sementara itu, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berbasis di Saudi mendesak tindakan kolektif untuk mencegah insiden pembakaran Al-Quran di masa depan. Dalam pertemuan luar biasa di kantor pusatnya di Jeddah kemarin, badan beranggotakan 57 orang itu bertemu di markas besar Jeddah untuk menanggapi insiden hari Rabu.

Baca Juga

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

OKI mendesak negara-negara anggota untuk “mengambil langkah-langkah terpadu dan kolektif untuk mencegah terulangnya insiden penodaan salinan” Quran, menurut sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan “luar biasa”.

Pemerintah Swedia mengutuk tindakan Momika kemarin dan menggambarkannya sebagai “Islamofobia.” “Pembakaran Al-Quran, atau teks suci lainnya, adalah tindakan ofensif dan tidak sopan serta provokasi yang jelas. Ungkapan rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait tidak memiliki tempat di Swedia atau di Eropa,” kata Kementerian Luar Negeri Swedia.

Pada saat yang sama kementerian berdalih jika Swedia memiliki “hak kebebasan berkumpul, berekspresi, dan demonstrasi yang dilindungi secara konstitusional.”

Kemarin, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan Iran telah menanguhkan pengiriman duta besarnya yang baru ke Swedia, Hojjatollah Faghani menyusul pembakaran itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiHeadlineNegara ArabOKIpembakaran al-QuranSalwan Momikaswedia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat Kabar Cetak Tertua di Dunia Wiener Zeitung Mengakhiri Cetaknya
Tulisan selanjutnya sudan kesepakatan pemberontak Militer Sudan Dorong Pemuda Daftar Jadi Tentara untuk Melawan Paramiliter RSF

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

3 September 2026 10:23
Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

3 September 2026 09:53
Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

2 September 2026 21:40
Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

2 September 2026 20:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?