Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amerika kembangkan Miras Bubuk, Masyarakat diminta Waspada

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 April 2014 05:19 5:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 April 2014 05:19
Bagikan
Jenis miras bubuk
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah perusahaan di Amerika Serikat (AS) Palcohol berencana menjual bubuk minuman beralkohol (Miras).

Palcohol, mengatakan pihaknya ingin membuat beragam produk serbuk miras, termasuk bubuk vodka dan anggur sehingga bisa diakses pelanggan dimana saja mereka berada.

Alkohol dalam bentuk serbuk ini bahkan sudah diperjualbelikan di Jerman, Belanda dan Jepang dan teknologi untuk memproduksi serbuk alkohol ini sudah  berusia lebih dari 40 tahun.

Dalam kasus Palcohol, pelanggan hanya perlu menambahkan air saja untuk mengubahnya menjadi minuman beralkohol.

Rencana Palcohol menjual produknya di AS  telah memicu kekhawatiran pengacara kesehatan masyarakat setempat yang takut produk ini akan disalahgunakan dan sangat mudah diselundupkan ke tempat-tempat publik.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Biro Federal Pajak Perdagangan Alkohol Tembakau AS baru-baru ini menyetujui penjualan produk Palcohol tetapi kemudian persetujuan itu ditarik kembali dan mengaku pihaknya melakukan kesalahan.

Namun, Palcohol mengatakan kesalahan yang dimaksud hanya berkaitan dengan  label pada  kemasan saja dan pihaknya tetap berharap produk sudah bisa tersedia dipasar pada bulan September nanti.

Khawatir disalahgunakan

Peneliti kebijakan Alkohol,  Jim Mosher dari Sekolah Kesehatan Publik Jhons Hopkins mengatakan produk tersebut tidak boleh diberikan ijin penjualan.

“Ini adalah produk yang tidak kita perlukan, mengapa kita harus membiarkannya tersedia di pasaran?” katanya dikutip laman ABC, Rabu (23/04/2014).

“Gagasan bahwa produk itu dapat membuat konsumen lebih nyaman dan lebih mudah untuk membawanya ketika bepergian, itu bukan alasan untuk membolehkan penjualannya,” tambahnya.

Profesor Mosher mengatakan keprihatinan terbesar mengenai produk ini adalah orang akan mencoba untuk menghirup serbuk alkohol itu.

“Produk ini dapat dihirup dan saya melihat itu sangat membahayakan,” katanya.

“Kami tidak memiliki penelitian tentang hal ini, tetapi gagasan bahwa Anda akan menghirup alkohol karena bentuknya bubuk – itu berpotensi untuk disalahgunakan dan dapat memicu kerusakan yang benar-benar serius pada otak bahkan berpotensi kematian.

“Jika Anda memiliki tingkat alkohol  yang terlalu tinggi didalam darah, maka anda bisa tewas,” katanya.

Namun Palcohol menepis kekhawatiran ini dengan mengatakan pihaknya sudah memiliki solusi untuk mencegah hal tersebut.

“Kami  telah menambahkan volume bubuk sebagai langkah antisipasi kasus sedemikian sehingga Anda perlu menggunakan lebih dari setengah cangkir bubuk untuk bisa mendapatkan satu hirupan di hidung yang setara dengan satu cangkir minuman,” katanya.

“Anda akan merasa sangat kesakitan untuk sangat sedikit keuntungan. Jadi cukup menggunakan produk ini dengan benar.” Demikian kutipan pernyataan perusahaan Palcohol.

Namun Professor Mosher meremehkan pernyataan itu.

‘Saya  tidak percaya dengan apapun yang dikatakan tenaga pemasaran dari perusahaan yang sangat ingin segera menjual produk mereka dipasaran dan kemudian  bisa disalahgunakan,” tegasnya.

Hingga  kini belum dapat dipastikan apakah Palcohol akan berhasil lolos menghadapi aturan terkait alkohol di semua negara bagian di Amerika Serikat.

Profesor Mosher mengatakan perusahaan akan menghadapi banyak risiko hukum juga.

Dia mengatakan label peringatan saja tidak cukup untuk menghadapi tuntutan hukum. Ia mengutip apa yang menimpa produsen minuman energi yang mengandung kadar alkohol tinggi seperti Four Loko yang menghadapi gugatan beberapa tahun setelah produk mereka ditarik dari pasaran.

“Ini menciptakan bahaya khusus, terutama bagi kaum muda dan mahasiswa karena produk ini memberikan cara yang sangat mudah untuk bisa menjadi sangat mabuk dan tetap waspada karena mengandung kafein, “katanya.

“Butuh waktu beberapa tahun bagi Four Loko untuk bisa hadir lagi dipasaran, tetapi ada sejumlah tuntutan terhadap Four Loko dan produsen lain yang terjadi sekarang dari produk mereka di masa sebelumnya.

“Jadi saya memperkirakan akan ada banyak resiko gugatan hukum juga untuk produk alkohol bubuk buatan Palcohol ini.” tegasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Minuman kerasMiras
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Cilik Turki Dilarang Main Twitter, Tak Mau Jadi Presiden
Tulisan selanjutnya Antara Santan dan Air di Hongkong

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?