Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Korea Selatan Selidiki 2.000 Bayi Tak Terdokumentasi Sejak Dilahirkan, Sebagian Ternyata Dibunuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juli 2023 12:39 12:39 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juli 2023 12:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Korea Selatan melakukan penyelidikan terhadap lebih dari 2.00 bayi yang dilahirkan sejak 2015 tetapi tidak ada catatan atau dokumentasi tentang kehidupan mereka. Hasilnya sejauh ini cukup mencengangkan, sebagian ternyata dibunuh oleh orangtuanya sendiri.

Penelusuran pemerintah Korea Selatan terhadap kesejahteraan bayi yang dilahirkan sejak 2015 justru mengarah pada temuan sejumlah kasus pembunuhan.

Sepasang pria-wanita muda ditangkap setelah dituduh mencekik bayi mereka yang berusia lima hari sampai mati dan menguburkan mayatnya di selatan kota Geoje.

Pria berusia 20-an tahun dan pasangannya wanita berusia 30-an tahun dijerat dengan tuduhan membunuh putra mereka, yang jasadnya belum ditemukan di daerah pegunungan dekat rumah mereka di Geoje, sekitar 331 kilometer ke arah selatan dari ibukota Seoul.

Bayi tersebut dilahirkan pada September 2022 dan dilaporkan keluar dari rumah sakit empat hari kemudian.

Baca Juga

MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara

Pemerintah daerah Goseong mendapati pasangan itu tidak kunjung mendaftarkan kelahiran anak mereka, karenanya kasus anak itu dilaporkan sebagai anak hilang pada Kamis pekan lalu (29/6/2023), lansir Independent.

Polisi mengatakan pasangan Geoje itu awalnya mengklaim bahwa mereka menemukan bayinya meninggal pada pagi hari tanggal 9 September 2022, sehari setelah dia keluar dari rumah sakit. Mereka lantas menguburkan jenazahnya sendiri di sebuah gunung karena tidak sanggup menanggung biaya kremasi.

Namun, keduanya kemudian mengatakan bahwa mereka takut orangtua mereka akan memisahkan mereka apabila mengetahui perihal kehamilan tersebut.

Polisi mengatakan ayah bayi itu mencekik anaknya sementara si ibu menyaksikan, lapor kantor berita Yonhap.

Pihak berwenang mengerahkan sekitar 80 personel, termasuk polisi antihuru-hara, untuk menyisir daerah di pegunungan yang ditunjukkan oleh pasangan tersebut. Namun, sampai saat ini petugas belum menemukan jasad bayi itu.

Dalam kasus terpisah, seorang wanita dituduh membunuh dua bayinya yang baru lahir dan menyimpan jasadnya di freezer selama bertahun-tahun.

Seorang petugas dari Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu mengatakan bahwa wanita itu, berusia 30-an tahun, mengaku membunuh dua bayinya yang baru lahir karena kesulitan keuangan sementara dia harus membesarkan tiga anak lainnya yang berusia 8, 10 dan 12 tahun.

Kedua bayi itu dibunuh ibu kandungnya sendiri ketik usianya baru satu hari, kata petugas kepolisian kepada CNN.

Wanita tersebut diduga mencekik bayinya tidak lama setelah dilahirkan di rumah sakit pada bulan November 2018 dan 2019.

Dikabarkan bahwa wanita itu mengatakan kepada suaminya bahwa dia menggugurkan janinnya.

Pada tahun 2019, pengadilan Korea Selatan memutuskan menentang kriminalisasi aborsi, sehingga pemerintah akhirnya melegalisasi aborsi sejak tahun 2021.

Sementara itu pada hari Ahad lalu, Pengadilan Distrik Suwon menggelar persidangan dengan terdakwa seorang wanita yang dituduh membiarkan bayinya kelaparan sampai mati pada 2019.

Wanita berusia 20-an tahun itu hari Jumatblalu dimasukkan ke dalam tahanan dengan tuduhan menelantarkan bayinlelakinya dan membiarkannya kelaparan sampai mati dengan tidak memberikan makan selama 3 hari di rumahnya di Daejeon setelah bayi itu dilahirkan ada April 2019.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayiHeadlineKorea Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Penembakan Rasis di Walmart Texas Dihukum 90 Penjara Seumur Hidup
Tulisan selanjutnya Intelijen Turki Tangkap 7 Kaki Tangan Mossad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Feature
30 Juni 2026 17:12
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Terbaru

  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Mungkin Anda Juga Suka

perang skala penuh
Berita

Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

26 Juni 2026 15:27
Berita

Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman

25 Juni 2026 17:32
Berita

Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran

25 Juni 2026 15:21
Berita

Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan

25 Juni 2026 15:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?