Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

California Hingga Texas Dipanggang Hawa Panas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2023 10:27 10:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2023 10:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Puluhan juta orang di Amerika Serikat hari Jumat (14/7/2023) menghadapi temperatur tinggi yang membahayakan di saat gelombang hawa panas memangga wilayah California hingga Texas, yang puncaknya diperkirakan terjadi akhir pekan ini.

Dilansir AFP, sepanjang pekan ini hawa panas memanggang negara-negara bagian Amerika Serikat di sebelah barat daya.

Di Arizona, salah satu negara bagian yang tersengat hawa paling panas, masyarakat sehari-hari digempur panas terik matahari.

Phoenix, ibukota negara bagian itu, pada hari Jumat mencatat rekor 15 hari berturut-turut mengalami suhu di atas 109 derajat Fahrenheit (43 derajat Celcius), menurut National Weather Services (NWS).

Beberapa penduduk Arizona pekan ini mengunggah ke media sosial foto tar yang meleleh di atap rumah mereka.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Badan pemantau cuaca di Las Vegas – daerah yang merupakan gurun – memperingatkan masyarakat bahwa gelombang panas yang menerpa wilayah mereka kali ini bukanlah gelombang panas seperti biasanya, disebabkan durasi yang lebih panjang dan temperatur yang lebih tinggi.

Kawasan Death Valley di California, yang merupakan salah satu tempat paling panas di muka Bumi, diperkirakan akan mencatat suhu 130F (54C) pada hari Ahad besok.

Akhir pekan lalu, panas terik menewaskan 10 migran di sepanjang perbatasan AS dengan Meksiko, menurut US Border Patrol.

Pekan lalu, daerah terpadat di Arizona, Maricopa, merilis laporan 425 kematian akibat panas pada musim panas 2022, angka itu naik 25 persen dari tahun sebelumnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatcaliforniapanastexas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengaku Biasa Pesta Seks Benjamin Mendy Dibebaskan dari Semua Dakwaan Pemerkosaan
Tulisan selanjutnya Presiden Bola Tinubu Menyatakan Nigeria Darurat Pangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?